Jumat, 15 Desember 2017 12:01:00

China Dukung Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

China menegaskan pengakuan Beijing terhadap Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina. (Reuters)
Loading...
DUNIA,  -- China mendukung kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, dan perbatasan seperti pada tahun 1967.
 
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, seperti dilansir Xinhua, Kamis (14/12).
 
"China mendukung pembentukan negara Palestina merdeka dengan kedaulatan penuh berbasis perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," kata Lu seperti dilaporkan Xinhua.
 
Anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) itu menyerukan dialog antara Israel-Palestina harus segera dilaksanakan, untuk memberikan kesempatan bagi tercapainya resolusi yang komprehensif dan adil soal isu Palestina.
 
Para kepala negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam pertemuan puncak luar biasa di Istanbul, Rabu (13/12) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina. Pengakuan itu disampaikan sebagai perlawanan terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memutuskan untuk memindahkan kedutaan besar Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
 
"China memahami kekhawatiran negara-negara Islam soal status Yerusalem," kata Lu Kang. Karena itu China menyerukan sebuah penyelesaian yang sesuai dengan resolusi PBB dan konsensus internasional.
 
China adalah mitra dagang terbesar ketiga Israel setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa. Meski hubungan diplomatik kedua negara baru dibangun sejak 1992, Israel dan China telah bekerja sama di bidang militer sejak 1979.
 
Sejarah dukungan China terhadap Palestina telah berakar sejak era tahun 1950-an dan 1960-an. Partai Komunis China (PRC)  pimpinan Mao Zedong mendukung Yasser Arafat, serta Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), juga dengan faksi Fatah. 
 
Setelah PRC diakui sebagai anggota PBB pada 1971, dukungan terhadap Palestina terus berlanjut hingga sekarang. China mengakui Palestina sebagai sebuah negara pada 1988, dan menjalin hubungan diplomatik penuh pada akhir 1989. (CNN).
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    Kinerja 100 hari, Trump serang media AS

    WASHINGTON, - Presiden AS Donald Trump kembali meluncurkan serangan terhadap media AS saat memperingati kinerja 100 harinya di Gedung Putih pada Sabtu (29/4) malam.
  • 9 bulan lalu

    Hubungan Antara Korut Dan AS Memanas, Jong-Un Latih Pasukan Untuk Menculik Warga Barat

    SEOUL, RIAUONE.COM - Korea Utara (Korut) diam-diam telah melatih pasukan khusus untuk menculik orang-orang Barat di Korea Selatan (Korsel). Mereka akan dijadikan sandera ji
  • 10 bulan lalu

    Amerika Masukkan Indonesia ke Dalam Daftar 'Negara Curang'

    RIAUONE.COM - Presiden AS Donald Trump akan memerintahkan stafnya untuk mengumumkan negara-negara yang bertanggungjawab atas defisit neraca perdagangan AS yang nilainya men
  • tahun lalu

    Kereen, Diam-diam Anggota DPRD Riau Liburan ke Amerika dan Inggris

     

    PEKANBARU - Jelang akhir tahun, diam-diam wakil rakyat di DPRD Riau "liburan" ke luar negeri. Tidak tanggung-tanggung, wakil rakyat memilih Amer
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.