Kamis, 15 Februari 2018 08:04:00

Gaya Hidup Mewah Bos Travel Umrah Ini Tipu Ribuan Jamaah

Barang bukti sejumlah kendaraan roda empat yang disita Polda Jabar dari PT SBL
Loading...
NASIONAL, - Usai First Travel, penipuan terhadap calon jamaah umrah kembali terjadi. Kali ini, Kepolisian Daerah Polda Metro Jawa Barat menangkap dua pelaku penggelapan uang jamaah pada biro umrah dan haji PT Solusi Balad Lumampah (SBL) dengan total kerugian Rp 300 miliar.
 
Pihak kepolisian telah menentapkan dua orang tersangka yaitu Aom Juang Wibowo sebagai pemilik PT SBL dan Ery Randani sebagai staf PT SBL. Kepolisian juga telah menyita aset pribadi yang diduga dibeli dari uang calon jamaah.
 
Kepala Polda Jabar, Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto di Markas Polda Jabar, mengatakan Keduanya ditangkap menyusul laporan calon jamaah yang merasa ditipu PT SBL. Tersangka dikenai pasal 378 dan pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun dan denda Rp10 miliar.
 
Agung mengatakan, PT SBL menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah dan haji plus, namun berdasarkan informasi dari Kementerian Agama (Kemenag), biro itu tidak memiliki izin memberangkatkan haji.
 
"Setelah kita cek, PT SBL hanya memiliki izin umrah saja, dan tidak memiliki izin memberangkatkan haji. Jadi tidak sesuai ketentuan," kata Agung.
 
Sejak beroperasi awal 2016, PT SBL telah menerima 31.000 orang calon peserta umrah dan 117 orang calon jamaah haji plus. Masing-masing calon jamaah umrah telah mengirimkan uang mulai dari Rp18 juta hingga Rp23 juta.
 
"Dari total calon jamaah yang sudah mendaftar, PT SBL berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp900 miliar," kata Agung.
 
Ia melanjutkan, dari jumlah yang sudah mendaftar baru 17.383 orang sudah diberangkatkan. Sisanya, 12.845 orang belum diberangkatkan.
 
Untuk calon jamaah haji plus yang berjumlah 117 orang, masing-masing telah mengeluarkan dana Rp110 juta sehingga total terkumpul Rp12,8 miliar. "Kita akan terus telusuri dan kembangkan kasus ini," kata Agung.
 
Polda Jabar menyita aset-aset PT SBL. "Setelah melakukan penangkapan dilakukan pemeriksaan dan penyitaan terhadap aset dari bisnis tersebut. Tiga rumah di Antapani, satu tanah di Cigadung, dan satu rumah di Dewi Sartika, Kota Bandung," ujar Agung.
 
Selain rumah, polisi juga menyita satu unit mobil Mercedes, Range Rover EVOQUW, Nissan Navara, Toyota Alphard, Mitsubitshi Pajero, Truk Towing, Honda Mobilio, Honda Jazz, dan Toyota Hiace.
 
Juga disita empat kendaraan bermotor roda dua, masing-masing satu Yamaha X-Max dan tiga unit motor trail berbagai jenis. "Kami juga menyita uang tunai sebesar Rp1,6 miliar dengan pecahan uang kertas seratus ribu rupiah," kata Agung seperti dilansir Antara.
Share
Loading...
Berita Terkait
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.