• Home
  • Kilas Global
  • Hehe, Lagi Populer, ada Klinik Memutihkan Kemaluan Pria di Thailand
Sabtu, 06 Januari 2018 15:58:00

Hehe, Lagi Populer, ada Klinik Memutihkan Kemaluan Pria di Thailand

perawat. ilustrasi.
Loading...
DUNIA, -- Warga Thailand dibuat heboh ketika salah satu kliniknya, Lelux Hospital menawarkan terapi 'memutihkan penis' dengan laser. 
 
Bahkan, klinik di Bangkok itu menyebutkan ada 100 pria yang sudah menjalani tindakan dengan laser tersebut. Dilansir dari News, pada Jumat (5/1), tren memutihkan penis ini menuai banyak kecaman di media sosial. 
 
Lelux Hospital sebelumnya memang dikenal sebagai salah satu klinik yang spesialisasi akan perawatan pemutihan kulit. Klinik ini mulai menawarkan perawatan 'memutihkan penis' bagi publik yang mengeluhkan bagian 'gelap' di organ intimnya sejak enam bulan lalu. 
 
"Banyak orang bertanya akan treatment itu (memutihkan penis). Kami menerima 100 klien sebulan, tiga sampai empat sehari," ujar Bunthita Wattanasiri, manajer departmen Skin and Laser di Lelux Hospital pada AFP, seperti dilansir News. 
 
Adapun prosedurnya, yang menggunakan laser pemutih, mendapat perhatian publik ketika salah satu gambar pasien yang sedang mendapatkan pengobatan tayang di televisi dan media sosial. 
 
"Kita harus berhati-hati akan bagian sensitif dari tubuh," ujar Wattanasiri. Ia menambahkan, prosedur pemutihan ini menggunakan laser yang berukuran sangat kecil. 
 
Ia mengungkapkan pasiennya rata-rata berusia 22 sampai 55 tahun, dari kalangan LGBTI Thailand. 
 
Namun, bagi yang ingin mendapatkan prosedur 'janggal' ini tidaklah murah. Untuk lima sesi prosedurnya dihargai senilai US$650 (atau Rp8,7 juta). 
 
"Saya pikir body treatment ini pasar yang bagus, baik bagi pria maupun juga wanita," ujar Wattanasiri. 
 
Di media sosial, seperti Facebook, hal ini mendapat berbagai tanggapan miring. Di antaranya mengatakan: "Kenapa orang tak puas dengan apa yang mereka miliki?". Sementara, salah satu komentar lainnya, dari Parin Ruansati mempertanyakaan, "kenapa bisa ada perawatan ini" Namun, ada juga yang merespons: "kenapa tidak?" 
 
Ini bukan kali pertama bagi Lelux Hospital membuat kontrovesi. Sebelumnya, tahun lalu klinik itu juga membuat publik heboh ketika mereka menyodorkan prosedur 'Vagina 3D' yang membuat organ intim perempuan menjadi lebih berisi. (cnn/rah).
 
 

 

 

👀👀👀 😔😔😔 🤣🤣🤣 JUST LOVE TO SHARE WHAT'S GOING ON IN THE WORLD...🤔🤔🤔 #MrCantGetRight #DontJudgeMe 😁😁😁 #Asia #Asian #Thai #Thailand Thai men are going nuts for this bizarre penis procedure. #LeluxHospital in #Bangkok raised eyebrows after sharing a #Facebook post detailing its specialized #penis whitening procedure, a cosmetic treatment that alters the pigmentation of men’s nether regions. The now-viral post includes a video of the laser procedure, which has been viewed over 4.5 million times as of Thursday, as well as side-by-side images of a penis before and after the whitening process. The hospital began performing the peculiar procedure six months ago after a patient complained about dark pigmentation on his groin, according to #French news agency #AFP. The clinic now averages about 100 clients per month for penile whitening, which costs $650 for five sessions. “We use the same pigmentation laser equipment employed in other skin treatments,” #PopolTansakul, #Lelux’s marketing manager, told #German news agency #DPA. “All of the equipment received certification [by Thailand’s Ministry of Public Health].” Products and laser procedures that whiten the skin have become increasingly popular in Thailand, but critics say the country’s apparent obsession with whiteness is perpetuating racism. Last year, a video advertisement for skin-whitening pills that used the slogan “whiteness makes you win” was met with outrage. Lelux Hospital previously made a splash on social media by promoting its “3-D vagina” procedure, which involves injecting a patient’s own fat into the mons pubis to achieve a “plumper” look, according to #Newsweek. ☕🐸

A post shared by ERIC MBIU (@ruffian9) on

Share
Loading...
Berita Terkait
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.