• Home
  • Kilas Global
  • Jelang Kongres di Ambon, Kandidat Calon Ketua Umum PB HMI Sebar Surat Terbuka
Rabu, 07 Februari 2018 12:01:00

Jelang Kongres di Ambon, Kandidat Calon Ketua Umum PB HMI Sebar Surat Terbuka

Loading...
JAKARTA - Muhammad Ridal, Calon Ketua umum PB HMI 2018-2020 Kongres XXX Ambon, mengirimkan Surat Terbuka yang ditujukan kepada Korps Alumni HMI (KAHMI) serta kader HMI seluruh Indonesia. 
 
Melalui surat ini, Ridal berharap, hal yang telah ia usung melalui gagasan besar yang disebut HMI Milenial, dimana modernisasi dan digitalisasi menjadi dasar pijakan gagasannya, dapat diterima dan dijadikan acuan perjuangan roda organisasi.
 
"Tepat pada Milad HMI yang ke 71, kami kirim surat itu. Dan alhamdulillah respon dari KAHMI dan kader HMI juga sudah kami terima. Bahkan juga ada beberapa yang kirim masukan-masukan ide, itu bagus" Ujar Ridal saat ditemui pada 6 Februari 2018 di Museum Sumpah Pemuda Jakarta.
 
Berikut isi Surat Terbuka HMI Milenial:
Kepada Yth Presidum KAHMI Nasional
Kepada Yth Seluruh KAHMI di Setiap Provinsi dan Kabupaten Kota
Kepada Yth Seluruh Alumni Himpunan Mahasiswa Islam
Kepada Yth Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI beserta Jajarannya (Periode 2015-2017)
Kepada Yth Seluruh Ketua Umum Badan Kordinasi HMI Cabang Se-Indonesia
Kepada Yth Seluruh Ketua Umum HMI Cabang Se-Indonesia
Kepada Yth Seluruh Ketua Umum HMI Komisariat Se-Indonesia
Kepada seluruh Kader Himpunan Mahasiswa Islam di semua kampus yang tersebar di Indonesia
 
Bismillahirrahmanirrahim, 
 
71 Tahun Himpunan ini berdiri (5 Februari 1947) Demi Ummat dan Demi Bangsa, The Founding Fathers ikut berjuang mempertahankan NKRI. 
 
Lafran Pane dengan jiwa revolusioner menghimpun anak muda islam untuk ikut berjuang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.
 
Kini usia himpunan sudah mulai menua dan jikamelihat kebelakang tentunya HMI telah banyak mengukir sejarah di bangsa ini dengan perjuangan yang tak mengenal kata lelah layak di sematkan bagi para pendahulu hijau hitam.
 
Diusianya yang kini tak muda lagi, seyogianya tidak mengurangi semangat juang himpunan. 
 
Ratusan ribu kader HMIyang masih aktif dan telah menjadi Alumni merupakan Resources organisasi, yang saat ini telah menemukan jalan hidupnya masing masing, tidak jarang mereka menjadi Praktisi Politik, Praktisi Profesional, Akademisi, serta entrepreneur, atau bahkan menduduki jabatan strategis di Birokrasi Pusat dan Daerah, ironinya justru lebih banyak Kader memilih untuk menyempurnakan prosesnya dengan terlibat di politik praktis, ini terjadi karena adanya keterikatan emosional atau kepentingan senior terhadap juniornya, analogi sederhananya karena seniornya adalah seorang Politisi maka Juniornya pun memilih jalur itu. 
 
Fenomena ini terlihat sangat jelas, sehingga orientasi kader tidak lagi bersinergis dengan Tujuan Himpunan yang sesungguhnya, ruang aktualisasi menjadi lebih sempit, fokus kader hanya ingin berpolitik. 
 
Euphoria kejayaan HMI masa lalu terlalu lama, orientasi kader justru tidak relevan dengan Jenjang Perkaderan misoriented, yang diketahui bersama muatan perkaderan tidak jauh dari Nilai Dasar Perjuangan, pemahaman tentang nilai dan menerjemahkannya dalam lingkup organisasi, sosial kemasyarakatan, artinya besar harapan Founding Fathers, dari setiap gerak dan kebijakan organisasi berlandaskan kepentingan ummat dan kepentingan bangsa, jika tidak maka substansi perjuangan kembali dipertanyakan, sehingga bisa disimpulkan bahwa Kaderisasi yang optimal menjadi mutlak di tubuh organisasi, Perkaderan merupakan instrument regenerasi organisasi, sudah cukup banyak formula yang di terapkan demi kemajuan kader.
 
Ruang kaderisasi tidak cukup dengan pelatihan-pelatihan formil yang berkepanjangan, melainkan aktualisasi yang faktual serta terukur sejauh mana gerak roda organisasi, apakah masih pada rulenya atau sudah bergeser cukup jauh.
 
Wajah zaman yang terus berubah menjadi tak terbantahkan, arus perubahan terjadi bergitu cepat, hampir di semua sektor kehidupan berubah sangat drastis, polarisasi kehidupan mengalamii pergeseran yang cukup signifikan, semua tidak seperti dulu lagi. 
 
Saat ini manusia dan Teknologi begitu akrab dan romantis, kebutuhan dasar manusia kini sangat bergantung dengan hadirnya teknologi, khususnya teknologi infomasi, seperti yang kita ketahui bersama bahwa Peradaban manusia tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan  teknologi informasi. 
 
Apa yang diprediksi oleh para ahli telah terjadi nyata, segala informasi kini sangat mudah didapatkan, inilah yang dimaksud Peradaban Teknologi.
 
Melihat Indonesia 10 tahun kebelakang, memang terlihat ada perbedaan setelah terjadinya pergantian pemimpin Negara. Kini pembangunan infrastruktur mulai hadir di sisi paling Timur Indonesia(Papua). 
 
Artinya Indonesia mulai berusaha menjemput Bonus Demografi, bahwa di tahun 2025-2030 indonesia telah diprediksi oleh para ahli akan bergeser menuju Indonesia Emas, yang di dominasi jumlah penduduk usia produktif, kira kira 15 tahun sampai dengan 60-an tahun atas jumlah penduduk tidak produktif, ini ditandai ketersediaan tenaga kerja usia produktif sebagai Resources utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. 
 
Perubahan ini tentunya menjadi tantangan yang besar Himpunan Mahasiswa Islam, agar ikut serta menjemput Bonus Demografi Indonesia. 
 
Bonus demografi sendiri, merupakan sebuah keuntungan yang dapat diraih dengan memenuhi syarat-syarat tertentu, sehingga bonus demografi tidak semata-mata mutlak membawa keuntungan dan dampak positif melainkan perlu diusahakan dan diarahkan dengan benar. 
 
Syarat yang harus dipenuhi untuk meraih bonus demografi tersebut salah satunya adalah tingkat kesehatan serta pendidikan yang memadai untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
 
Dalam Menjemput bonus demografi, tidak terlepas dengan hadirnya generasi milenial, mendengar istilah generasi millennial pasti yang akan terlintas di benak kita bahwa mereka sekumpulan remaja tanggung yang akrab dengan smartphone di tangan dan sangat bersahabat terhadap penggunaan teknologi. 
 
Namun, sejatinya generasi yang sering disebut Generasi Y ini, menurut para peneliti sosial sering kali dikelompokkan pada generasi yang lahir antara 1980-2000. 
 
Jadi bisa dikatakan, orang-orang yang masuk ke dalam kategori ini ialah generasi muda yang saat ini berusia 15-34 tahun. Tantangan Himpunan justru harus hadir di tengah generasi Milenial, karena Ruh organisasi tentunya ada pada proses Regenerasi Kader, Tantangan HMI jadi lebih besar baik secara intenal maupun eksternal, melihat karakteristik generasi milenial yang begitu apatis lagi individual, maka wajah Himpunan seharusnya lebih adaptif terhadap perkembangan Teknologi yang sangat telah menyatu dengan generasi milenial, tapi tidak meninggalkan substansi dasar Himpunan. 
 
Menjadi hal niscaya himpunan harus bertransformasi seiring perkembangan teknologi yang memiliki akselerasi cukup tinggi, diantaranya peluang dan ancaman Artificial Intelligence (AI) bagaimana mesin menggantikan manusia dalam bekerja, potensi dari Valuasi BIG Data, perkembangan Internet Of Things (IOT), dan potensi Cloud System yang bisa menjadi ruang baru untuk kemandirian organisasi agar nantinya Himpunan bisa berdaulat secara ekonomi, sosial dan politik sehingga diharapkan hadirnya budaya baru yakni transparansi dan akuntabilitas kinerja di organisasi, yang selama ini masih menjadi momok dari tahun ketahun, jika tidak maka Himpunan tidak mampu menjadi jawaban terhadap generasi Milenial. 
 
Dengan demikian, model organisasi harus memiliki roadmap yang jelas, Transformasi Himpunan menuju ekosistem digital merupakan syarat mutlak untuk menjelma menjadi organisasi Modern, memanfatkan seluruh kecanggihan teknologi dalam mengelola organisasi yang tak bisa dihindari termasuk kelengkapan infrastruktur organisasi dalam meningkatkan kinerja tata kelola administrasi dan fungsi rutin operasional internal. 
 
Dengan teknologi informasi, akhirnya mampu memudahkan himpunan dalam mengambil keputusan keputusan srategis yang harus berbasis pada DATA Decisision Support System (DSS), dan juga rencana rencana strategis organisasi dapat disinergiskan dengan seluruh entitas entitas organisasi disetiap tingkatan. 
 
Seluruh keputusan organisasi semuanya dapat terukur dan terevaluasi dengan jelas, sehingga monitoring dan evaluasi gerak roda organisasipun terkendali. 
 
Untuk itu, dengan penuh kerendahan hati, saya MUHAMMAD RIDAL sebagai DIREKTUR LEMBAGA TEKNOLOGI MAHASISWA ISLAM memantaskan diri demi memperjuangkan gagasan sebagai KANDIDAT KETUA UMUM PB HMI PERIODE 2018-2020, dengan semangat juang generasi milenial semoga visi misi HMI MILENIAL tawarkan bisa diterima sebagai solusi Himpunan yang modern. Menjaga himpunan adalah amanah dengan terus berbuat dan mengabdi. Mohon doa dan restu. (Ded/rls/mzi)
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.