• Home
  • Kilas Global
  • Kalangan Industri Pilih Garam Impor karena Selisih Harga Hingga 10 Persen
Sabtu, 12 Agustus 2017 21:34:00

Kalangan Industri Pilih Garam Impor karena Selisih Harga Hingga 10 Persen

 
EKONOMI, - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menyebutkan selisih harga garam impor dari Australia dan garam produksi petambak sebesar 10 persen sehingga banyak industri yang memilih impor.
 
Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Susan Herawati menjelaskan harga garam produksi petambak akan sulit bersaing, terutama saat musim kemarau basah sudah lewat dan garam impor terdistribusi.
 
"Selisih garam bisa 10 persen dari harga yang bisa kita produksi. Lumayan tinggi dan sangat jauh sekali perbedaannya dengan impor. Ketika kemarah basah lewat, garam kita akan babak belur di pasaran," kata Susan di Jakarta, Sabtu (12/8/2017)
 
KIARA pun mengusulkan pemerintah menetapkan harga pembelian pokok (HPP) sebesar Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram agar petambak mendapatkan kepastian saat kemarau basah dan panen raya.
 
Menurut dia, anjloknya harga garam di wilayah penghasil seperti Lombok bisa berdampak pada alih profesi petambak garam menjadi petambak udang.
 
Susan menambahkan selain karena harga garam impor yang lebih murah, garam yang diproduksi petambak lokal tidak bisa memenuhi kadar Natrium Chlorida (NaCl) sebesar 97 persen seperti yang dibutuhkan industri.
 
Menurut Susan, kadar NaCl paling tinggi yang bisa diproduksi petambak lokal sebesar 94 persen, namun bisa ditingkatkan menjadi 97 persen jika didukung teknologi, seperti mesin iodisasi.
 
KIARA mencatat setidaknya sejak 1990 impor garam telah dilakukan sebanyak 349.042 ton dengan nilai 16,97 juta dolar AS untuk memenuhi kebutuhan industri serta kelangkaan stok garam akibat dampak dari anomali cuaca.
 
Seperti diketahui, pemerintah membuka keran impor 75 ribu ton garam konsumsi dari Australia yang akan dilakukan secara bertahap.
 
Sebanyak 27.500 ton garam impor dari Australia yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Jumat (11/2) akan disebar ke sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di tiga wilayah yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan Barat. (ind).
 
Share
Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Ibu-ibu Kelabakan, Harga Garam Lebih Mahal dari Gula

    NUSANTARA, - Harga garam di pasaran Batam masih cukup tinggi. Di sejumlah pasar, satu kilogram garam dihargai kisaran Rp 15 ribu.
     
    Seper
  • 4 bulan lalu

    Sebanyak 14 Gudang Milik PT Garam di Sampang Kosong

    INDUSTRY, Sampang - Sebanyak 14 gudang garam milik PT Garam yang terletak di Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, hingga saat ini dalam kondisi kosong
  • 4 bulan lalu

    68,4 Juta Ton Garam Ditabur Padamkan Kebakaran Lahan

    PEKANBARU, - Tim Gabungan Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Bukit Tempurung, BPBD Tanjung Jabung Timur, Masyarakat Peduli Api, Kepolisian Sektor Mendahara Ulu telah melaku

  • 4 bulan lalu

    Mengenal Lebih Jauh Garam Produksi Indonesia

    NUSANTARA, - Kelangkaan garam menjadi isu yang hangat akhir-akhir ini. Media sosial banyak meributkan garam. Pemerintah juga sudah merencakan impor garam u
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2017 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.