• Home
  • Kilas Global
  • Kebijakan Lelang Gula Rafinasi Buat Mafia Impor GKR Gigit Jari
Senin, 19 Juni 2017 10:22:00

Kebijakan Lelang Gula Rafinasi Buat Mafia Impor GKR Gigit Jari

gula import asal tahailand di gudang bulog dumai. F/riauone.
NUSANTARA, - Keputusan pemerintah Joko Widodo untuk menyusun tata niaga gula nasional dengan membuka bursa lelang gula kristal rafinasi (GKR) yang kemudian diperkuat dengan keputusan Menteri Perdagangan Nomor 684/M-DAG/KEP/5/2017, merupakan kebijakan yang pro rakyat dan sesuai dengan cita-cita trisakti nawacita.
 
Hal senada juga diungkapkan oleh Coordinator Indonesia Sugar Watch (ISW) Gatot Triyono, menurutnya, dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut, diharapan akan tersedia gula rafinasi serta langkah kontrol pemerintah terhadap gula rafinasi, terutama agar tidak merembes ke pasar tradisional bisa segera terwujud
 
Menurutnya, persoalan gula rafinasi seringkali menjadi momok bagi pemerintah, dimana gula rafinasi sering kali masuk ke pasar becek dan mengganggu harga gula putih di pasar dan hal ini sangat merugikan para petani dan pabrik gula putih nasional.
 
"Karena gula rafinasi hasil selundupan yang engga jelas asalnya merembes ke pasar-pasar tradisional," kata Gatot Triyono melalui keterangan tertulis di Jakarta (18/6/2017).
 
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa persoalan lain yang juga sering terjadi adalah langkanya gula rafinasi dikalangan industri kecil dan menengah, terutama pengusaha makanan dan minuman.
 
"Karena pengusaha makanan dan minuman kesulitan mendapatkan gula rafinasi maka berdampak pada sektor usaha mereka, selain itu harga jual produk makanan dan minuman yang berbasis gula menjadi mahal," lanjutnya.
 
Disisi lain, dengan adanya perbaikan tata niaga gula rafinasi yang dibentuk tersebut, akan mendapatkan perlawanan dari para mafia impor gula kristal rafinasi, karena mereka tidak bisa lagi mengguyur gula kristal rafinasi tersebut ke pasar sebab ada sistem pengendalian dengan barcode sesuai SK MENTERI Perdagangan tentang Lelang GKR. "Hal ini tentunya menyulitkan mereka untuk bermain. Mafia impor GKR tentu saja akan gigit jari dengan kebijakan tersebut," ucapnya.
 
Menurut, Gatot seharusnya dengan adanya bursa lelang GKR maka semua stake holder yang terkait dengan sektor gula rafinasi akan lebih nyaman untuk menggunakan dan mendapatkan gula rafinasi.
 
Sementara bagi petani tebu, kebijakan tersebut tentunya sangat menguntungkan. Karena dengan adanya kebijakan tersebut langkah kontrol terkait proses distribusi gula rafinasi kemudian diperketat, sehingga kemungkinan akan adanya gula rafinasi yang merembes ke pasar menjadi sangat kecil.
 
"Pabrik gula kristal putih juga tidak rugi karena harga jual gula putih menjadi stabil sesuai cost bahan baku tebu yang dibeli dari para Petani tebu," katanya.
 
Seperti diketahui sampai saat ini pihak yang kontra dengan kebijakan pemerintah tersebut terus melakukan upaya penolakan terhadap keputusan tersebut dengan melakukan black campaign dan juga melalui para politisi Senayan dan pengamat bayaran yang mengatasnamakan petani. (IND/net).
Share
Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Ada Indikasi Gula Tak Memenuhi SNI, Pabrik Gula BUMN Dihimbau Jaga Kualitas

    BISNIS, - Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Hidayat mengimbau kepada PT Perkebunan Nusantara sebagai pemilik pabrik gula agar dapat menja
  • 2 bulan lalu

    Harga Gula Tani Jatuh: Apa Solusi nya?

    BISNIS, - Sejumlah pihak menanti solusi terhadap rendahnya harga gula tani, yang dikhawatirkan berimplikasi pada penyusutan area tanam.
    &nbs
  • 2 bulan lalu

    APTRI : Terjadi Penumpukan 250.00 Ton Gula Petani

    BISNIS, —Asosiasi  Petani gula menyatakan terjadi penumpukan stok gula tani sebesar 250.000 ton akibat tidak dapat terserap oleh pabrik gula.
  • 3 bulan lalu

    Resmi, Pemerintah Batalkan Pungutan PPN 10 Persen Gula Petani

    NUSANTARA, - Akhirnya pemerintah membatalkan niatnya untuk mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen untuk produk gula petani.
     
  • Komentar
    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99

    Copyright © 2012 - 2017 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.