• Home
  • Kilas Global
  • Pasangan Pimpinan PT First Travel Diperiksa Intensif Bareskrim Polri
Kamis, 10 Agustus 2017 18:29:00

Pasangan Pimpinan PT First Travel Diperiksa Intensif Bareskrim Polri

NUSANTARA, - Pasangan suami istri (pasutri) yang merupakan pimpinan PT First Anugerah Karya Wisata masih diperiksa secara intensif oleh polisi.

"Saat ini masih diperiksa," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak kepada awak media  di Jakarta, Kamis (10/8/2017)
 
Keduanya adalah Andika Surachman sebagai Dirut PT First Anugerah Karya Wisata dan Anniesa Desvitasari Hasibuan sebagai Direktur PT First Anugerah Karya Wisata.
 
Pemeriksaan tersebut untuk menentukan status hukum kedua terlapor. "Siang ini ditentukan apakah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan," tuturnya.
 
Herry mengatakan, modus kedua terperiksa adalah dengan merekrut agen dengan sejumlah biaya tertentu, kemudian agen tersebut diminta mencari jamaah umrah. Namun setelah para jamaah membayar, mereka tak kunjung diberangkatkan sehingga para agen merasa terdesak oleh tuntutan jamaah.
 
"Jadi mereka merekrut agen. Masing-masing agen ini bertugas mencari calon jamaah umrah dengan biaya tertentu. Setelah uang masuk ternyata para jamaah enggak bisa diberangkatkan," ungkapnya.
 
Kasus ini terkuak setelah para agen melaporkan PT First Anugerah Karya Wisata ke polisi.
 
Polisi kemudian menangkap Andika dan Anniesa di Kompleks Kementerian Agama pada Rabu (9/8) siang.
 
"Keduanya ditangkap setelah melaksanakan konferensi pers," katanya.
 
Hingga saat ini sebanyak 11 orang saksi telah diperiksa yang terdiri atas agen dan jamaah umrah.
 
Bila terbukti bersalah, keduanya dijerat dengan Pasal 55 Juncto Pasal 378, 372 KUHP dan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
 
Seperti telah diberitakan sebelumnya, desainer Busana Muslim, Annisa Hasibuan membantah bahwa dirinya menggunakan dana calon jamaah Umrah First Travel milik suaminya, Andhika untuk keperluan karirnya di dunia mode Inernasional. Termasuk tuduhan bahwa ia  bisa tampil di ajang bergengsi New York Fashion Week  di Amerika Serikat beberapa bulan lalu.  Bantahan itu ia sampaikan saat bersama sumai dan pengacaranya Eggy Sudjana bertandang ke Kementerian Agama untuk mempertanyakan dan menggugat alasan pembekuan ijin usaha  “First Travel” yang baru baru ini dlakukan oleh Kemenag.
 
“Saya diundang tampil diajang New York Fashion week itu ada yang mensponsorinya, bukan satu tapi ada beberapa sponsor, bahkan semua segala keperluan saya selama disanapun ada yang menyediakan”, jelas Annisa.
 
“ Jika dikatakan kami menikmati uang jamaah, maka perlu diketahui bahwa kami ini orang bisnis.  Selama 8 tahun membangun merek First Travel apa saya salah mendapatkan keuntungan. Apakah saya salah sebagian keuntungan itupun juga untuk menggaji karyawan, untuk biaya kehidupan? Kalau dikatakan makan uang jamaah, yaitu bagian dari bisnis karena tidak mungkin kami  kerja Rodi”, ujar Annisa. (ind/net/*).
 
NUSANTARA, - Pasangan suami istri (pasutri) yang merupakan pimpinan PT First Anugerah Karya Wisata masih diperiksa secara intensif oleh polisi.
 
"Saat ini masih diperiksa," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak kepada awak media  di Jakarta, Kamis (10/8/2017)
 
Keduanya adalah Andika Surachman sebagai Dirut PT First Anugerah Karya Wisata dan Anniesa Desvitasari Hasibuan sebagai Direktur PT First Anugerah Karya Wisata.
 
Pemeriksaan tersebut untuk menentukan status hukum kedua terlapor. "Siang ini ditentukan apakah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan," tuturnya.
 
Herry mengatakan, modus kedua terperiksa adalah dengan merekrut agen dengan sejumlah biaya tertentu, kemudian agen tersebut diminta mencari jamaah umrah. Namun setelah para jamaah membayar, mereka tak kunjung diberangkatkan sehingga para agen merasa terdesak oleh tuntutan jamaah.
 
"Jadi mereka merekrut agen. Masing-masing agen ini bertugas mencari calon jamaah umrah dengan biaya tertentu. Setelah uang masuk ternyata para jamaah enggak bisa diberangkatkan," ungkapnya.
 
Kasus ini terkuak setelah para agen melaporkan PT First Anugerah Karya Wisata ke polisi.
 
Polisi kemudian menangkap Andika dan Anniesa di Kompleks Kementerian Agama pada Rabu (9/8) siang.
 
"Keduanya ditangkap setelah melaksanakan konferensi pers," katanya.
 
Hingga saat ini sebanyak 11 orang saksi telah diperiksa yang terdiri atas agen dan jamaah umrah.
 
Bila terbukti bersalah, keduanya dijerat dengan Pasal 55 Juncto Pasal 378, 372 KUHP dan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
 
Seperti telah diberitakan sebelumnya, desainer Busana Muslim, Annisa Hasibuan membantah bahwa dirinya menggunakan dana calon jamaah Umrah First Travel milik suaminya, Andhika untuk keperluan karirnya di dunia mode Inernasional. Termasuk tuduhan bahwa ia  bisa tampil di ajang bergengsi New York Fashion Week  di Amerika Serikat beberapa bulan lalu.  Bantahan itu ia sampaikan saat bersama sumai dan pengacaranya Eggy Sudjana bertandang ke Kementerian Agama untuk mempertanyakan dan menggugat alasan pembekuan ijin usaha  “First Travel” yang baru baru ini dlakukan oleh Kemenag.
 
“Saya diundang tampil diajang New York Fashion week itu ada yang mensponsorinya, bukan satu tapi ada beberapa sponsor, bahkan semua segala keperluan saya selama disanapun ada yang menyediakan”, jelas Annisa.
 
“ Jika dikatakan kami menikmati uang jamaah, maka perlu diketahui bahwa kami ini orang bisnis.  Selama 8 tahun membangun merek First Travel apa saya salah mendapatkan keuntungan. Apakah saya salah sebagian keuntungan itupun juga untuk menggaji karyawan, untuk biaya kehidupan? Kalau dikatakan makan uang jamaah, yaitu bagian dari bisnis karena tidak mungkin kami  kerja Rodi”, ujar Annisa. (ind/net/*).
 
Share
Berita Terkait
  • 44 menit lalu

    APM Gelar Aksi Damai ke Pemda Meranti

    RIAUONECOM, MERANTI,  - Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Meranti (APM) kembali menuntut janji Pemda Meranti dengan menggelar aksi damai di kantor
  • 48 menit lalu

    Solahudin, SE Menang Pilkades Seberang Teluk Hilir Kuansing

    KUANSING,- Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Rabu (22/11/2017) telah dimulai, proses pencoblosan di masing masing desa sejak pagi hari hingga siang terl
  • satu jam lalu

    Bidang Peternakan dan Produksi Dinas Pertanian, Dambakan Perda Retribusi untuk sumbangkan PAD

    KUANSING, - Jika melihat potensi daerah Kuansing Dinas Pertanian Kuansing memiliki peran strategis dalam mensukseskan Pembangunan, karena  didalamnya  ada bidang
  • satu jam lalu

    Avnet’s Connected IoT Ecosystem Helps to Build Tomorrow’s Smart Cities

     

    Showcases IoT solutions at the 'Smart City and the IoT Era' Indus

    Komentar