• Home
  • Kilas Global
  • Pemerintah Kabulkan Penaikan Harga Gas Blok Corridor ke PGN Batam I
Jumat, 04 Agustus 2017 20:28:00

Pemerintah Kabulkan Penaikan Harga Gas Blok Corridor ke PGN Batam I

pipa PGN pekerjaan di Dumai Tegma Engineering 2017
NUSANTARA, -- Pemerintah mengabulkan penaikan harga gas di hulu yang berasal dari Blok Corridor (ConocoPhillips Grissik Limited) kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk area Batam I.
 
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan perubahan harga jual gas dari Lapangan Grissik, Blok Corridor, Sumatera Selatan sudah berproses sejak sekitar tahun 2012. Namun, usulan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk menaikkan harga baru direspons melalui surat keputusan menteri yang ditandatangani pada 31 Juli 2017.
 
"Perubahan harga jual gas Lapangan Grissik (Blok Corridor) yang dioperasikan COPI ke PGN Batam itu memang sudah berproses sejak lama, sejak tahun 2012-an," ujarnya di Jakarta, Jumat (4/8/2017).
 
Kenaikan harga jual gas di tingkat hulu ini untuk penyaluran dengan volume 27-50 BBtud yang naik dari US$2,6 per MMBtu menjadi US$3,5 per MMBtu. Harga tersebut berlaku sejak 31 Juli dengan beberapa pertimbangan.
 
Pertimbangannya, harga jual tersebut masih tergolong rendah dibanding kontrak lain dengan sumber gas yang sama. Adapun, gas Blok Corridor juga memiliki komitmen untuk menyalurkan gas ke Singapura. Dengan demikian, dia menganggap naiknya harga gas di hulu ini proses yang wajar untuk menjaga pasokan.
 
Terlebih, dari usulan ConocoPhillips, naiknya harga sebagai upaya untuk memperbaiki keekonomian lapangan dan kepastian pasokan gas ke PGN.
 
Selain itu, naiknya harga pun dihitung dari biaya belanja modal dan belanja operasi yang digunakan untuk pengeboran sumur, pengembangan flowline dan kompresor Lapangan Suban yang memasok gas untuk PGN.
 
"Itu proses wajar untuk menjaga fairness di sisi supply," katanya.
 
Kendati harga gas di tingkat hulu naik, Dadan memastikan harga di tangan konsumen akhir tak berubah. Saat ini, harga jual gas di PGN Batam I kepada PLN dan IPP berada di kisaran US$3,08 hingga US$5,7 per MMBtu.
 
"Yang penting, harga di sisi konsumen seperti di Industri dan pembangkit listrik kan dipastikan tidak naik," katanya.
 
Terpisah, Seketaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan pihaknya mengikuti keputusan baru pemerintah tentang perubahan harga jual gas. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham mayoritas terkait perubahan perubahan harga jual gas di hulu yang memasok area Batam I.
 
"Kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas mengenai pelaksanaan perubahan harga jual gas bumi di wilayah Batam berdasarkan kontrak Batam I tersebut," katanya. (BIS/*).
Share
Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panik Beli Elpiji

    NUSANTARA, - PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan mengimbau masyarakat tidak panik membeli gas bersubsidi dengan jumlah berlebih karena hanya akan dimanfaatkan oleh sp
  • 2 minggu lalu

    PLN: Tak Ada Impor gas dari Singapura, Hanya Kerja Sama Bangun Regasifikasi

    BISNIS,  - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tidak akan mengimpor gas dari Singapura. Namun, PLN akan melakukan kerja sama dengan perusahaan Singapura untuk memba
  • 2 minggu lalu

    Hiswana Migas Gandeng Bank BNI Tingkatkan Status Pengecer BBM Menjadi SPBU Mini

    BISNIS, - Guna mendukung Pertamina mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) ke lokasi-lokasi yang sulit terjangkau, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswa
  • satu bulan lalu

    Izin dan Rekomendasi Sektor Migas Migrasi ke Sistem Online Tahun Ini

    BISNIS, -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan memindahkan perizinan dan rekomendasi di sektor minyak dan gas bumi ke sistem online secara penu
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2017 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.