Rabu, 22 Maret 2017 19:34:00

Usai Uji Coba, PLTU Parit 23 Tembilahan Segera Dioperasikan

Loading...
RIAUONE.COM, TEMBILAHAN –Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Tembilahan tidak lama lagi akan menyuplai arus untuk uji coba peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Parit 23 Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.
 
Kepala PLN Rayon Tembilahan, Iwan Eka Putra menyatakan, untuk percepatan, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan guna menyuplai arus (back feeding) ke PLTU Parit 23 Tembilahan.
 
“Kita gesa pekerjaan, sekarang kita lagi persiapan 'back feeding'. Di Bulan April tahun ini kita sudah bisa uji coba suplai ke PLTU, sementara untuk keperluan pekerjaan,” ungkap Iwan, kepada awak media belum lama ini. 
 
Meskipun akan diuji coba pada pertengahan tahun ini, namun untuk pengoperasian penuh hingga aliran listrik dari PLTU bisa dinikmati oleh masyarakat, pria yang akrab disapa Iwan ini belum bisa memastikan kapan listrik bisa di alirkan kepada masyarakat.
 
“Prediksi PLTU bisa beroperasi secara 'full' dan listriknya siap jual kepada masyarakat, itu kita prediksi di akhir tahun dan untuk uji coba dari pertengahan tahun,” katanya.
 
Untuk diketahui, PLTU parit 23 Tembilahan milik PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) yang sebelumnya dikenal sebagai PT Central Korporindo Internasional Tbk ini beroperasi pada pembangunan pembangkit listrik tenaga uap batubara dan budidaya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), serta pertambangan batu bara, pengolahan batubara, pelabuhan muat dan perdagangan batubara.
 
CNKO saat ini mengoperasikan 2 × 7 MW PLTU di Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah) dan saat ini dalam tahap konstruksi 2 × 7 MW PLTU di dua kabupaten di Riau, yaitu Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Tembilahan Kabupaten Inhil.
 
Sementara itu, proyek PLTU milik CNKO di Parit 23 Tembilahan, Inhil dikerjakan oleh PT Adhi Karya yang pengerjaannya dimulai pada tahun 2011 dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dengan total anggaran lebih kurang Rp300 miliar.
 
Daya 2 x 7 MW itu nantinya akan di aliri ke wilayah Tembilahan, selain itu juga akan memperkuat sistem di Kecamatan Batang Tuaka dan Gaung Anak Serka. (sc/roc)
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.