Minggu, 11 Februari 2018 08:41:00

Mahfud: Zakat ASN tidak perlu Perpres

Loading...
NASIONAL, - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD berharap negara tidak perlu terlalu jauh ikut mengatur zakat bagi Aparatur Sipil Negara Muslim dengan mengeluarkan Peraturan Presiden.
 
"Negara tidak perlu terlalu banyak ikut campur karena kita sudah punya Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) atau Bazda (Badan Amil Zakat Daerah). Tidak usah memakai Perpres yang merugikan pegawai," kata Mahfud di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Sabtu.
 
Menurut Guru Besar Fakultas Hukum UII itu, wacana penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengatur zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) justru bisa menjadi perampasan hak secara tidak sah jika syarat sesuai hukum Islam belum terpenuhi.
 
Di dalam zakat, menurut dia, ada dua syarat yang harus terpenuhi. Pertama, kekayaan yang mengeluarkan zakat harus mencapai nishab atau setara 85 gram emas atau senilai Rp49 juta serta mengendap satu tahun (haul).
 
"Sehingga menurut saya keliru kalau tiba-tiba ada Perpres memotong 2,5 persen penghasilan pegawai negeri baik dari gaji pokok maupun seluruh pendapatannya," kata tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini.
 
Dengan demikian, Mahfud mengatakan apabila ada inisiatif untuk mendorong zakat melalui Perpres sebaiknya ada pemilahan. ASN dengan golongan 1, 2, dan 3, menurut dia, sudah dipastikan tidak bisa dipotong karena besaran gajinya belum mencapai nishab maupun haul.
 
"Pegawai negeri itu gajinya enggak pernah mengendap. Sebelum keluar, gajinya sudah kas bon, habis, sehingga kalau mau dipotong 2,5 persen kan dzalim sehingga menurut saya, kalau mau dikeluarkan dipilah-pilah dulu," kata dia.
 
Mahfud mengatakan apabila zakat ASN pada akhirnya hanya berbentuk himbauan dan bersifat sukarela maka tidak perlu diatur dengan Perpres.
 
"Pegawai itu kan orang birokrat yang takut melampaui hierarki sehingga kalau dipotong, dia tidak berani melawan," katanya.
 
Seperti diberitakan, wacana dibuatnya Perpres zakat bagi ASN pertama kali diungkapkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kompleks Istana Presiden Jakarta pada Senin (5/2). 
 
Melalui Perpres tersebut, ASN beragama Islam diimbau memberikan zakat sebesar 2,5 persen. (ANT/*).
Share
Loading...
Berita Terkait
  • kemarin

    Inisaitif Zakat Indonesia (IZI) cabang Riau laksanakan Pelatihan Budidaya Ikan dan kantongi izin IUMK

    RIAU, Pekanbaru, - Kamis 22/02/2018, di Masjid Al Mursalin, Jalan Sao Mati, Kelurahan Benca Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru telah dilaksanakan kegiatan Pelat
  • 2 minggu lalu

    Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat Minta Pemerintah Akhiri Polemik Zakat

     
    NASIONAL,  - Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (Poroz) meminta pemerintah mengakhiri polemik soal pemotongan gaji Aparatur Sipil Negara untu
  • 3 minggu lalu

    SMP Gratis Rumah Zakat Kembali Buka Pendaftaran Siswa Baru 2018/2019

    RIAU, PEKANBARU, - SMP gratis berkualitas binaan Rumah Zakat kembali membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2018/2019. Kepala Sekolah SMP Juara Pekanbaru, Syahru
  • satu bulan lalu

    IZI Riau Berikan Pengobatan Kesehatan Gratis dan Layanan Gizi Balita

    RIAU, - Sabtu pagi (20/01), relawan kesehatan IZI perwakilan Riau untuk melaksanakan program pengobatan kesehatan gratis dan layanan gizi balita di RW 06 Kelurahan bencah l
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.