• Home
  • Hukrim
  • Diduga PT RAS Tidak Bertanggungjawab, Marzuki Melapor ke Dinakertrans Dumai
Minggu, 18 Juni 2017 15:14:00

Diduga PT RAS Tidak Bertanggungjawab, Marzuki Melapor ke Dinakertrans Dumai

Buruh. Ilustrasi.
DUMAI, - Seorang pekerja Kota Dumai bernama Marzuki terpaksa melapor ke Disnakertrans Kota Dumai.  Hal tersebut dilakukan lantaran managemen PT Riau Abdi Sentosa (RAS)  diduga tidak bertanggungjawab atas kecelakaan kerja yang dialaminya.
 
Mendapat laporan dari pekerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakiertrans) Kota Dumai berupaya melakukan mediasi bagaimana agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.   
 
“Ya, kita berupaya melakukan mediasi dengan menyurati perusahaan dan pekerja.  Tujuannya bagaimana agar perselisihan dapat diselesaikan dengan  baik,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penyelesain  Hubungan Idustrial dan Persyaratan Kerja Disnakertrans Kota Dumai Muhammad Fadhly akhir pekan lalu.
 
Menurut Fadhly,  sesuai laporan yang diterima, Marzuki telah bekerja di PT Riau Abdi Sentosa (RAS)  yang bergerak di bidang distribusi barang di Dumai tersebut lebih kurang 2 tahun.
 
Namun  naas bagi Marzuki, pada tanggal 18 Maret 2017 lalu,  warga Jalan Garuda Simpang Murini Kecamatan Bukit Kapur itu  mengalami kecelakaan kerja saat berangkat menuju tempat kerja.
 
Marzuki kata Fadhly, berangkat kerja dengan menggunakan honda (sepeda motor roda dua). Namun dalam perjalanan, mengalami kecelakaan kerja, terjatuh sehingga mengalami patah kaki sebelah  kiri.
 
Kata Fadhly, sesuai laporan yang diterima pihaknya, PT RAS diduga tidak bertanggungjawab, bahkan pekerja tersebut mengaku dipaksa perusahaan untuk  mengundurkan diri.  “Kalau  tak mau mengundurkan diri gaji  saya tidak dikeluarkan,”  kata Marzuki dalam laporannya ke Disnakertrans Kota Dumai  
 
Keterangan nyang berhasil dihimpun di Dumai, PT RAS diduga kuat benyak malakukan pelanggaran ketenagakerjaan di Dumai. Selain tak bertanggungjawab terhadap pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, PT PAS yang memiliki  pekerja sebanyak 21 orang, diduga kuat menerima gaji dibawah Upah Minimum Kota (UMK) Dumai tahun 2017.
 
Pasalnya, sesuai SK Gubernur Riau, UMK Dumai tahun 2017 telah ditetapkan sebesar Rp 2.655.372, 50,- per bulan. Namun sesuai laporan Marzuki ke Disnakertrans Dumai,  sebanyak 21 pekerja PT RAS  menerima gaji dibawah UMK Dumai.
 
“ Perusahaan membayar upah dibawah UMK jelas pelanggaran,” ungkap Fadhly lagi, sembari menyayangkan masih adanya perusahaan nakal di kota Dumai yang berani membayar upah dibawah UMK dan tidak bertanggungjawab atas kecelakaan kerja yang dialami pekerja.
 
Sayang menegemen PT RAS belum berhasil dihubungi guna konfirmasi. (nly/roc).
 
Share
Berita Terkait
  • -18604 detik lalu

    Dolar AS melemah setelah pernyataan Trump

    DUNIA, -- Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu karena investor mencerna pernyataan terbaru Pre
  • -22024 detik lalu

    Harga minyak dunia naik karena persediaan AS turun

    DUNIA, - Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu, setelah persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun untuk minggu kedelapan berturut-turut.<
  • 5 jam lalu

    KPK amankan uang dalam penangkapan pejabat Kemenhub

    HUKRIM, - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah uang dalam bentuk mata uang asing dalam operasi penangkapan pejabat Kementerian Perhubung
  • -17884 detik lalu

    Harga emas naik dengan topangan dolar dan ekuitas AS

    DUNIA, - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Rabu waktu setempat, mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS dan ker
  • Komentar
    situspoker situspoker
    Copyright © 2012 - 2017 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.