Selasa, 03 Oktober 2017 12:56:00

Untuk Siapa LPG 3 kg Bersubsidi?

NUSANTARA, - Semenjak konversi minyak tanah ke LPG (liquified petroleum gas) pada 2007 silam, kelangkaan dan penyaluran tidak tepat sasaran LPG 3 kg bersubsidi seakan menjadi hal biasa untuk diberitakan di berbagai media Tanah Air.
 
Padahal, sesuai Peraturan Presiden No.104/2007 dan Peraturan Menteri ESDM No.21/2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, Dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, bahwa LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta dan kegiatan Usaha Kecil dan Mikro (UKM).
 
Sesuai dengan kedua peraturan tersebut, pemerintah menunjuk PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha yang bertugas menyalurkan secara resmi LPG 3 kg bersubsidi. Pemerintah melalui Pertamina juga menetapkan kuota penyaluran LPG 3 kg bersubsidi yang pembiayaannya berasal dari APBN di tahun berjalan.
 
Sebagai badan usaha penyalur resmi, Pertamina memiliki tugas dan wewenang untuk menyalurkan LPG 3 kg melalui agen dan pangkalan yang menjual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Fungsi pengawasan penyaluran LPG 3 kg bersubsidi oleh Pertamina berada di ranah Pemerintah dan masyarakat atau konsumen pengguna LPG 3 kg bersubsidi.
 
Semenjak 2007, Pemerintah belum pernah menaikkan harga LPG 3 kg bersubsidi dengan harga pokok Rp 4.250,- per kilogram (belum termasuk biaya distribusi, pajak, dan sebagainya), sedangkan untuk LPG non subsidi berada di kisaran Rp 10.000-12.000,- per kilogram.
 
Disparitas harga yang terlalu jauh dengan LPG non subsidi, membuat ketidaktepatan sasaran LPG 3 kg bersubsidi semakin meluas. Masyarakat dengan penghasilan di atas ketentuan semakin banyak yang menggunakan hak warga miskin dengan membeli LPG 3 kg bersubsidi.
 
Hal ini sangat memprihatinkan bila dilihat dari data penyaluran LPG bersubsidi dan non subsidi Pertamina yaitu perbandingannya relatif masih sangat jauh yaitu 9 : 1. Padahal, Pertamina telah menyediakan berbagai varian LPG non subsidi seperti bright gas 5,5 kg dan 12 kg, serta LPG ukuran 50 kg untuk restoran dan hotel.
 
Belum adanya aturan atau pembatasan pembelian LPG 3 kg bersubsidi bagi warga mampu adalah salah satu penyebab ketidaktepatan sasaran penyaluran LPG 3 kg bersubsidi. Padahal dalam aturan tersebut jelas, hanya warga miskin dan UKM saja yang mendapatkan hak membeli LPG 3 kg bersubsidi. 
 
Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No.26/2009 tentang Penyediaan Dan Pendistribusian LPG, Pertamina tidak memiliki kewenangan untuk membatasi pembelian. Berdasarkan pasal 32 dari aturan tersebut, fungsi pembinaan dan pengawasan baik berupa kepatuhan terhadap ketetapan HET maupun kelancaran penyediaan dan pendistribusian dari lembaga penyalur kepada konsumen berada di tangan pemerintah. (BIS/*).
Share
Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Agar Harga LPG 3Kg sesuai HET, Disperindag lakukan sidak ke warung pengecer

    PEKANBARU— Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru melakukan sidak ke beberapa pangkalan yang ada di Kota Pekanbaru , Senin (11/9). Adapun lokasi yang dila
  • 3 bulan lalu

    Elpiji 3Kg masih Langka

    RIAU, NUSANTARA, – Pasca-insiden kecelakaan di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis yang berdampak pada terputusnya distribusi gas elpiji 3 kilogram (kg) ke Kota Pe
  • 3 bulan lalu

    Pendistribusian Elpiji Terlambat, Irba: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

    PEKANBARU— Saat ini, Kota Pekanbaru mengalami kekurangan Gas elpiji 3 kg, Kekurangan tersebut terjadi karena adanya insiden yang menyebabkan terhambatnya distribusi k
  • tahun lalu

    Polda Sumut Grebek Industri Pengoplosan Gas 3Kg ke 12Kg dan 50Kg

    MEDAN - Sub - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Subdit IV/Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir - Reskrimsus) Kepolisia
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2017 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.