• Home
  • Nusantara
  • Waspada, Beras Medium Terancam Langka di Akhir Tahun
Selasa, 21 November 2017 10:09:00

Waspada, Beras Medium Terancam Langka di Akhir Tahun

Loading...
NUSANTARA, - - Perum Bulog (Persero) mewaspadai kelangkaan beras medium yang terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru. Perusahaan pelat merah ini akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk menggelar operasi pasar jika diperlukan.
 
"Sekarang sudah menunjukkan indikator harga (beras medium) bergerak ke atas," kata Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti dalam siaran persnya, Senin (20/11/2017).
 
Djarot menyatakan ada indikasi kelangkaan beras medium di beberapa daerah karena pedagang lebih suka menjual beras premium. Sebab, batasan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium lebih longgar ketimbang jenis medium.
 
Sesuai dengan lokasi utama pengawasan Satuan Petugas (Satgas) Pangan, Bulog secara khusus memantau pergerakan harga dan pasokan beras di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Sulawesi Utara, Papua Barat, Maluku, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara. Selain itu, fokus juga diarahkan ke pusat konsumsi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa timur, dan Bali.
 
Menurut Djarot masyarakat membutuhkan beras medium karena menjadi bahan utama konsumsi. Ia mengungkapkan, Bulog memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 290.000 ton.
 
Sehingga, jika diperlukan, dia meminta Pemerintah Daerah untuk segera melakukan operasi pasar tanpa menunggu izin dari Pemerintah Pusat. “Saya khawatir operasi pasar ditahan karena bisa menaikkan harga beras,” ujarnya.
 
Menurutnya kelangkaan beras medium akan membuat orang terpaksa mengkonsumsi beras premium. Dampaknya, bakal terjadi pengeluaran tambahan oleh masyarakat menengah ke bawah. Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan dapat berdampak pada bertambahnya angka kemiskinan.
 
Pusat Informasi Pangan Strategis Nasional mengungkapkan harga beras kualitas medium umumnya sudah jauh diatas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 9.550 per kilogram (kg). Provinsi Nangroe Aceh Darrusalam, Sulawesi Barat,Sulawesi Selatan sudah berada di posisi harga Rp 9.900-Rp 9.950 per kg.
 
Bahkan di sejumlah sentra beras utama seperti di Jawa Timur, harganya mencapai Rp Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat Rp 10.500 per kg. Adapun di Jawa Barat sudah Rp 11.050 per kg. (ind/*).
 
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 20 jam lalu

    Wings Air Rute Lahat-Palembang Batal Terbang

    NASIONAL, - Kondisi cuaca buruk menyebabkan Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1125 rute Bandar Udara Atung Bungsu, Pagar Alam, Lahat (PXA) menuju Bandar Udara Sultan Ma
  • 20 jam lalu

    Yusril Ihza Akan Pidanakan Seluruh Komisioner KPU

    NASIONAL, - Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra menyatakan akan mempidanakan seluruh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena ditemukan bany
  • 20 jam lalu

    22 Gol, Ciro Immobile Top Skor Serie A

    BOLLA, – Serie A Italia segera memasuki rangkaian pertandingan pekan ke-26. Pusat perhatian masih tertuju pada dua tim teratas di klasemen sementara, Napoli dan Juven
  • 20 jam lalu

    Hati-hati Beli Pulsa Listrik Lewat Internet Banking BRI

    NUSANTARA, - Adalah Hany, pada Sabtu (24/02/2018) konsumen PLN ini mencoba beli pulsa listrik (isi ulang) menggunakan internet banking di https://ib.bri.co.id/ib-bri/, hany
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.