• Home
  • Opini-Tokoh
  • Catatan Tahun Baru yang Menggelisahkan, Terompet, Petasan dan Dzikir Akbar jadi Satu?
Minggu, 01 Januari 2017 11:22:00

Catatan Tahun Baru yang Menggelisahkan, Terompet, Petasan dan Dzikir Akbar jadi Satu?

oleh : mhd nizar, pimpinan redaksi riauone.com
NUSANTARA, - Akhir-akhir ini masyarakat muslim mulai menggelar istigosah, dzikir akbar atau doa bersama atau semacam-nya jelang pergantian tahun baru Masehi. Tradisi ini semakin sering dilakukan setiap tahun. Mulai dari pejabat dan orang biasa.
 
Walaupun malam pergantian tahun baru Masehi 2016 ke 2017 itu tidaklah menjadi hari-hari istimewa dalam agama islam, namun ntah apa yang mendasari seolah muslim di indonesia seolah mendukung meramaikan pergantian tahun baru Masehi itu dengan mengisi salah satu agenda dalam perayaan tahun baru itu dengan mengisi nya dengan acara keagamaan umat islam, walaupun semua tahu bahwa tahun baru islam atau tahun baru hijriah adalah momen penting bagi umat islam untuk melakukan hal yang sama, mulai muhasabah, dzikir akbar, doa bersama dan semacam-nya.
 
Kegiatan keagamaan tidak harus di gelar di muka publik pada waktu pergantian tahun baru, seolah muslim mendukung tahun baru Masehi tersebut, doa bersama bisa saja dilakukan di rumah bersama keluarga, atau ibadah bisa saja dilakukan di rumah dengan kesendirian di depan pencipta jika itu perlu dilakukan jelang pergantian tahun baru tersebut.
 
Muslim harus mulai membedakan mana porsi untuk muslim dan mana porsi bukan untuk muslim, sekecil apa pun itu mulai dari perayaan pergantian tahun baru Masehi, harusnya muslim tidak harus ikut-ikutan merayakan, gelar zikir bersama di malam pergantian tahun baru masehi itu juga bentuk dari mendukung dan ikut-ikutan meramaikan acara pergantian tahun baru itu.
 
Harus-nya doa bersama, dzikir akbar lebih baik dilakukan diluar moment tahun baru Masehi yang sangat identik dengan ucapan saudara kita kristiani dengan ucapan " selamat natal dan tahun baru masehi" ucapan ini satu paket.
 
Harus-nya muslim indonesia hanya perlu memberikan toleransi dengan memberikan kebebasan yang terbatas kepada saudara-saudara kita yang kristiani untuk merayakan rangkaian paket acara natal dan tahun baru tersebut. (*).
  
Share
Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Jalan ke Bukittinggi Ditutup

    PADANG – Gerbang pintu menuju Kota Bukittinggi mulai ditutup sore tadi. Masyakat yang ingin ke Kota Jam Gadang dan kawasan sekitarnya harus memilih jalur alternatif s
  • 3 bulan lalu

    Pemuda Muhammadiyah Imbau Warga Inhil Tidak Larut Rayakan Malam Tahun Baru

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN - Sebagai s­alah satu organisasi ­kepemudaan yang beras­askan Islam di Kabupa­ten Inhil, Pimpinan D­aerah Pemuda Muhammad­iy
  • 3 bulan lalu

    Natal dan Tahun Baru, Bupati Ingatkan Warga-nya yang Mudik Berhati-hati

    DURI –  Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh sebagian orang, khususnya umat Kristiani, dijadikan momentum untuk meningkatkan jalinan silaturahmi. Bukan saja dengan
  • 4 bulan lalu

    Jelang Natal dan Tahun Baru, Polri Gelar Pertemuan Konsolidasi Kesetabilan Harga Barang

    NUSANTARA, - Lebih menstabilkan lagi situasi dan kondisi di tanah air, terutama di bidang ekonomi, menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini. Terlebih lagi, menghada
  • Komentar
    situspoker situspoker
    Copyright © 2012 - 2017 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.