• Home
  • Otonomi
  • Tahun ini Kuansing dapat Hasil UN SMP Terendah se-Riau
Selasa, 06 Juni 2017 11:36:00

Tahun ini Kuansing dapat Hasil UN SMP Terendah se-Riau

Coret-core usai ujian nasional.
TELUKKUANTAN- Tahun ini, hasil ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) tingkat SMP yang diraih Kabupaten Kuantan Singingi cukup memprihatinkan. 
 
Daerah penghasil guru dan akademisi ini menjadi juru kunci atau berada diposisi buncit se-Riau. 
 
Hasil ini menimbulkan pro kontra, terutama terkait dugaan bantuan kepada siswa dari guru untuk mengangkat nilai siswa.
 
"Mana bisa dibantu. Tak masuk akal kalau ada tudingan bahwa selama ini pelaksanaan UN tidak jujur. Jujur. Kita diawasi aparat kepolisian, ada pengawas silang. Ada kita bantu siswa itu, tapi kan bukan membantu mengisi soal jawaban. Yang kita bantu itu, sebelum UN. Kita bantu dengan bimbingan belajar, try out dan proses latihan mengerjakan soal-soal oleh guru di sekolah. Bukan guru mengisi jawaban soal siswa pada saat ujian, mana bisa itu," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, Jupirman saat berbincang-bincang dengan wartawan, Senin (5/6/2017).
 
Ia menyadari, bahwa selama ini hasil UN SMP Kuansing tidak bagus. "Kalau memang guru diminta membantu mengisi jawaban siswa, tak mungkinlah tahun 2016 lalu peringkat UN SMP Kuansing kita di Riau peringkat 9. Kalau mau dibantu atau main curang, ngapain targetkan peringkat 9, ya langsung aja ke peringkat tiga besar," tegasnya.
 
Selama ini, ditegaskan Jupirman yang sudah 11 tahun berkecimpung di Dinas Pendidikan Kuansing, pelaksanaan UN fair.
 
"Pelaksanaannya fair kok. Kalau ada naik turun peringkat hasil UN, itu tergantung persiapan kita," ungkapnya.
 
Sebagaimana diketahui, saat pelaksanaan UN, kata Jupirman, yang dikirim ke daerah itu cuma soal dan lembar jawaban siswa dengan cadangan yang sudah ditentukan. Sedangkan kunci jawabannya, kata Jupirman, ada di Pekanbaru, karena memang proses pemeriksaannya di Pekanbaru.
 
Begitu juga soal dan lembar jawaban itu, katanya, langsung dibawa dan dikawal petugas kepolisian dan diinapkan di Polsek sehari atau dua hari sebelum UN, dan bukan di kantor Disdik, UPTD atau sekolah. "Begitu juga usai ujian, Polisi kemudian membawa ke Pekanbaru. Kalau ada upaya membuka segel sebelum UN dimulai tentu akan berhadapan dengan Polisi," ujarnya.
 
Jupirman menegaskan, naik turunnya peringkat dan hasil UN tergantung persiapan yang matang dan kondisi mental. Jupirman tak hendak melempar kesalahan dan kegagalan kepihak lain atas hasil UNKP SMP kali ini. 
 
Lantas, Ia berterimakasih kepada guru dan siswa yang telah bekerja keras. Namun apa hendak dikata hasilnya tidak sesuai harapan. "Ini hasilnya murni, sama dengan yang sudah-sudah, tak ada dibantu," katanya. (mcr/net).
 
Share
Berita Terkait
  • satu jam lalu

    Libur Lebaran, Masjid Agung Rohul Dipadati Pengunjung

    RIAUONE.COM, ROHUL- Sejumlah objek wisata di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di hari ke-4 lebaran Idul Fitri 2017 (1438 H), Rabu (28/6/2017), seperti objek wisata religi Masji
  • 2 jam lalu

    Polres Kampar Ungkap Misteri Penemuan Mayat di Petapahan dan Tangkap Pelakunya

    KAMPAR - Warga Petapahan Jaya Tapung, Temukan Mayat Pria Tanpa Identitas di Sumur Tua
     
    TAPUNG - Rabu 28 Juni 2017 sekira pukul 11.00 wib
  • 2 jam lalu

    Jokowi ke Para Kades: Saya akan Bawa KPK Cek Keuangan Desa

    JAKARTA - Presiden Joko Widodo ingin Dana Desa yang diturunkan pemerintah digunakan dengan baik dan tepat sasaran. Untuk itu, Jokowi berencana mengajak KPK turun ke desa me
  • 4 jam lalu

    Tidak Terima Dipalak dan Dipukuli, Pemuda Inhil 'Ngamuk' dan Tikam Pelaku Hingga Tewas

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN - Sap (19 tahun) warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning, mengamuk dan secara membabi buta menikam korban Hendri (23 tahun) warga Kelurahan Selense
  • Komentar
    situspoker situspoker
    Copyright © 2012 - 2017 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.