• Home
  • Parlemen
  • Independensi Tim Uji Kompetensi Unisi Dipertanyakan
Jumat, 11 Agustus 2017 08:45:00

Advertorial

Independensi Tim Uji Kompetensi Unisi Dipertanyakan

RIAUONE.COM, TEMBILAHAN -Hanya tinggal menghitung hari, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di Inhil akan digelar pada 30 Agustus 2017 mendatang. Terdaftar sebanyak 67 orang dari 17 Desa yang akan melaksanakan Pilkades ikut ambil bagian memperebutkan kursi pimpinan tertinggi di desa.
 
Sebagai syarat pencalonan, uji kompetensi bagi calon Kades pun sudah digelar di Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan, Senin (24/7/2017) lalu. 
 
Namun, hasil uji kompetensi yang dilaksanakan tim Independen dari Unisi Tembilahan bulan Juli lalu ternyata menuai protes dari kandidat calon yang dinyatakan gagal. Independensi tim penguji pun dipertanyakan. 
 
Suriyanto misalnya, salah seorang calon Kades dari Desa Pancur Kecamatan Keritang yang dinyatakan tidak lolos uji kompetensi ini menuding adanya aroma kecurangan yang dilakukan Tim Independen Unisi tersebut.
 
Berdasarkan surat pengaduan Suriyanto yang masuk ke DPRD Inhil, ia mensinyalir ada oknum tim uji kompetensi yang sengaja bermain untuk menghambat pencalonannya sebagai Kepala Desa. 
 
Atas tudingan tersebut, Gunawan Syahrantau selaku Ketua Tim Independen Unisi Tembilahan angkat bicara. Ia menepis atas tudingan dugaan kecurangan tersebut. Dengan tegas, Gunawan mengatakan, sebagai tim Independen pihaknya telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan mekanisme yang ada. 
 
"Tidak ada kecurangan yang terjadi. Semua hasil uji kompetensi sudah sesuai dengan mekanismenya," kata Gunawan. 
 
Disebutkan Gunawan, tim uji kompetensi yang berjumlah 15 orang, dengan rincian 10 orang sebagai tim uji kompetensi dan 5 orang sebagai tim administrasi bertanggungjawab penuh terhadap amanah yang diberikan kepada pihaknya. 
 
"Semua test uji kompetensi calon yang dilakukan sudah sesuai dengan mekanisme. Kalau ada yang merasa tidak puas, itu wajar-wajar saja. Kami siap mempertanggungjawabkan jika memang ditemukan kecurangan, " ujar Gunawan Syahrantau, kepada riauone.com usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Inhil terkait pengaduan yang disampaikan calon Kades Pancur Kecamatan Keritang, Kamis, (10/8/2017). 
 
Dalam tes uji kompetensi calon Kades, dijelaskan Gunawan, ada 4 materi yang diujikan. Pertama, tes tertulis, kemudian tes pidato, tes baca Al-Qur’an dan tes wawancara. Semua materi uji memiliki point berdasarkan levelnya. 
 
Misalnya, uji kompetensi materi baca Al-Qur’an (mengaji), ada penilaian berdasarkan levelnya. Kalau calon tidak bisa membaca sama sekali,  itu level 1 maka nilainya nol, kemudian di level 2 jika bacanya terbata-bata maka pointnya 2 dan begitu seterusnya hingga keputusan gagal atau tidaknya calon ditentukan nilai total akhirnya. 
 
"Kalau peserta ada kelemahan dari salah satu kompetensi tapi yang lain nilainya tinggi, maka nilai yang kurang tadi bisa ditutupi dengan nilai yang tinggi. Kuncinya harus bisa menutupi nilai yang kurang tadi, sehingga nilai akhirnya sebagai penentu," jelasnya. 
 
Terkait dengan hasil uji kompetensi calon Kades Pancur, Gunawan mengaku, hasilnya tidaklah begitu buruk dengan 6 kandidat calon lain. Hanya saja, nilai calon lain ternyata lebih baik. 
 
"Secara penilaian dia (Suriyanto, red) bagus, tapi nilainya masih kalah tipis dengan calon lain." pungkasnya. 
 
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said, mengatakan kredibilitas tim Independen Unisi patut dipertanyakan jika memang ada oknum yang sengaja bermain untuk menghambat atau meloloskan salah satu calon. 
 
"Ini yang dipertaruhkan bukan hanya tim indenpen, tapi juga kredibilitas Unisi sebagai penyelenggara uji kompetensi, " ujar Yusuf Said.
 
Oleh karenanya, Yusuf Said berharap, apa yang menjadi persoalan pengaduan salah satu calon ini tidak benar adanya. 
Dari RDP ini, ia juga berharap diketahui fakta yang terjadi dari kedua belah pihak, sehingga ditemukan titik terang dari persoalan ini. 
 
"Jika memang kesalahan dari pihak panitia, maka itu harus diakui. Demikian pula dari pihak calon Kades," imbuhnya.
 
RDP yang sempat tertunda tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said. Hadir juga dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Yulizar, Sekretaris Komisi I, Mu'ammar, Ketua Tim Independensi Gunawan Syahrantau, Kabid Pemdes H Muchlis dan beberapa anggota Komisi I DPRD Inhil.(san)
 
Share
Komentar
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99

Copyright © 2012 - 2017 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.