• Home
  • Parlemen
  • Meranti Mencekam, Kapolres Beberkan Alasan Tewasnya Pembunuh Anak Buahnya
Kamis, 25 Agustus 2016 19:32:00

Meranti Mencekam, Kapolres Beberkan Alasan Tewasnya Pembunuh Anak Buahnya

Loading...
Meranti-Tewasnya Apri Adi Pratama (24), pelaku pembunuhan terhadap Bripda Adil S Tambunan pihak Polres Meranti berujung pada peristiwa berdarah di daerah kepulauan tersebut.
 
Tak ayal sepanjang Kamis (25/8), Kota Selatpanjang yang menjadi pusat kota Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi mencekam. Sebab di tengah unjuk rasa warga di depan Mapolres Meranti, seorang warga kembali terkapar akibat terkena tembakan.
 
Diduga warga sipil yang belum diketahui identitasnya tewas terkena tembakan dari senjata milik aparat kepolisian di Mapolres Meranti. (baca: Sebelum Meranti Mencekam, Seorang Polisi Tewas Ditusuk)
 
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Asep Iskandar, ketika dikonfirmasi menyebutkan, tewasnya Apri Adi yang sehari-hari berkerja sebagai tenaga honorer itu, setelah kabur dari perkelahian di parkiran Hotel Furama, Selatpanjang. Diketahui Adi kabur ke daerah Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau.
 
Dikutip dari Meranti Ekspres (Jawa Pos Group), Asep Iskandar menceritakan, sekitar pukul 03.30 WIB pihaknya mengetahui keberadaan tersangka. Saat disergap, tersangka sempat melakukan perlawanan dam melarikan diri.
 
"Takut buruannya lepas, anggota yang berada di lapangan coba menghentikan langkah Ad dengan melakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali," beber Asep, Kamis (25/8).
Ternyata, tembakan peringatan itu tidak membuat Adi menghentikan langkahnya. Sehingga polisi terpaksa melepaskan tembakan mengarah kepada tersangka. ''Kita terpaksa melumpuhkan kedua kaki tersangka dengan dua kali tembakan lantaran coba melarikan diri,'' kata Asep.
 
Sesuai keterangan saksi, imbuhnya, kasus pembunuhan yang dialami Bripda Adil S Tambunan terjadi sekitar pukul 01.45 WIB.
 
Saat itu, korban sedang berada di parkiran halaman depan Hotel Furama, Selatpanjang. Tiba- tiba tersangka Adi datang menghampiri korban dan terjadilah cek-cok. Tak selesai perkelahian mulut, tersangka pelaku menyerang anggota polisi dengan menggunakan sebilah pisau lalu menusuk pada bagian dada.
 
Korban berusaha melakukan perlawan akan tetapi pelaku tetap mengejar sambil menikam sehingga korban menderita luka tusuk sebanyak 5 liang.
 
Luka itu terdapat di bagian dada tengah, dada samping kiri, lengan atas tangan kiri bagian luar, lengan atas tangan kiri bagian dalam, punggung kiri dan terdapat juga 1 luka robek pada bagian bahu kiri kemudian. Melihat korban tersungkur bersimbah darah, tersangka pun kabur.
 
Kasus Kamis berdarah di halaman parkir Hotel Furama ini pun heboh. Masyarakat yang menjadi saksi kejadian itu langsung melapor ke Polsek Tebingtinggi.
 
Tak lama berselang,  Kapolsek Tebingtinggi AKP Ade R, beserta anggota mendatangi TKP dan membawa korban ke RSUD Selatpanjang.  Sesampainya di rumah sakit, korban telah meninggal dunia. (cr2/cr6/cr5/iil/JPG
 
1
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.