• Home
  • Parlemen
  • Anggota DPRD Riau Angkat Bicara Soal Akses Vital Tembilahan - Rengat
Minggu, 08 Oktober 2017 12:40:00

Anggota DPRD Riau Angkat Bicara Soal Akses Vital Tembilahan - Rengat

Ikc
Loading...
RIAUONE.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Provinsi Riau dari Daerah Pemilihan (Dapil) Indragiri Hilir (Inhil), Abdul Wahid mengakui jalan lintas Rengat - Tembilahan tepatnya di Kuala Cenaku mengalami kerusakan dan harus ada solusi jangka panjang.
 
"Jangka panjang harus dipikirkan kalau tak dipindahkan ya harus dibuat turap, karena Sungai Indragiri akan terus terkikis," kata Abdul Wahid, Jumat (6/10/2017).
 
Sebagaimana diketahui jalur Inhu - Inhil di Kuala Cenaku ini memang jalurnya berada di pinggir sungai dan sangat sering terjadi longsor, apalagi musim hujan selalu terjadi kerusakan parah dibeberapa titik.
 
Sebagaimana yang terjadi Kamis (5/10/2017) satu titik jalan di Kuala Cenaku tersebut diterjang air sungai dan menyebabkan sebagian badan jalan amblas ke sungai sedangkan sebagiannya mengalami keretakan.
 
Wahid menyebutkan, tahun 2018 memang ada anggaran untuk perbaikan beberapa titik jalan rusak di Kuala Cenaku tersebut. Namun dirinya belum dapat memastikan berapa yang dianggarkan.
 
"Jumlahnya belum tahu berapa. Yang jelas ada dianggarkan, karena belum sampai dibahas ke Komisi, baru Penganggaran saja, kita menginginkan agar tahun 2018 dituntaskan akses jalan yang selama ini tidak pernah baik itu," papar Wahid.
 
Wahid mengakui untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kuala Cenaku atau jalan lintas Rengat - Tembilahan tersebut lebih besar anggarannya dibanding daerah lain di Riau. Karena kontur tanah rawa dan gambut sehingga butuh dana besar.
 
"Kita butuh anggaran yang lebih besar. Kalau di daerah lain, satu kilo empat miliar di sana (Inhil) butuh enam miliar rupiah," tuturnya.
 
Selain itu, kontruksi biasa menggunakan Hotmik juga dianggap tidak efektif untuk kondisi jalur tersebut karena tidak akan bertahan lama. Sehingga bagusnya menggunakan rigit. "Pelebaran badan jalan juga mesti dilakukan, mengingat yang sekarang ini sangat kecil badan jalannya," jelas Wahid.
 
Kemudian keberadaan perusahaan - perusahaan yang membawa hasil perekonomian juga menjadi penyebab rusaknya jalan. Sehingga kedepan juga lanjut Wahid, harus ada inisiatif untuk mengajak perusahaan terlibat dalam membantu pembangunan jalan.
 
"Kita akui karena jalur Inhu dan Inhil itu sedikit padat, karena aktivitas ekonomi mengangkut sawit dan CPO. Maka seharusnya memang ada inisiatif mengajak mereka (perusahaan) memelihara jalan itu," ujarnya. (pnc/roc)
 
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.