• Home
  • Sosialita
  • Malam Pertama Dilakukan di Depan Ibu? Inilah 5 Tradisi Pernikahan Unik di Dunia!
Senin, 13 Februari 2017 06:58:00

Malam Pertama Dilakukan di Depan Ibu? Inilah 5 Tradisi Pernikahan Unik di Dunia!

ilustrasi.
TRADISI, - Pernikahan merupakan hal yang sakral dan dinantikan oleh setiap orang. Untuk merayakannya, beberapa orang kerap membuat tradisi yang dilakukan baik sebelum maupun setelah menikah.
 
Di beberapa wilayah, tradisi yang dilakukan cukup unik, mulai dari mencaci maki pasangan, hingga tradisi malam pertama yang dilakukan di hadapan ibu mempelai wanita.
 
Berikut beberapa tradisi pernikahan unik yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber.
 
1. Tidak boleh senyum
Di negara Congo, pengantin baru dilarang untuk tersenyum selama masih duduk di pelaminan, dan pesta pernikahan masih berlangsung.
Menurut sesepuh masyarakat setempat, pernikahan merupakan satu festival yang sakral, dan merupakan upacara suci.
Sementara itu, sebuah senyuman dianggap sebagai ekpresi ejekan kepada nilai-nilai agama, dan tradisi yang diyakininya.
 
2. Saling mencaci-maki
Saling melempar pantun saat upacara adat dalam sebuah penikahan adalah hal yang lumrah, tapi bagaimana dengan mencaci-maki?
Di Afrika Selatan, kedua mempelai pria dan wanita, harus saling mencaci saat upacara pernikahan.
Mereka meyakini, dengan tradisi itu, pasangan baru yang hendak membangun rumah tangga kelak akan langgeng.
Konon, semakin pedas caciannya, makan kehidupan rumah tangganya akan semakin langgeng.
 
3. Menginjak Semua Tamu Undangan
Nah tradisi satu ini tak kalah uniknya dan aneh, bayangkan saja setelah upacara pernikahan selesai, semua tamu akan diinjak oleh pengantin.
 
Semua yang hadir dalam pesta pernikahan, akan berjejer dengan posisi tengkurap di ruangan, hingga memanjang menuju pintu keluar.
Kemudian pengantin akan berjalan dengan menginjak satu persatu tamu, sambil mengucapkan "Selamat tinggal dan Terima kasih".
Tradisi ini, diyakini dan dijalankan di Kepulauan Marquesas, Tahiti.
 
4. Ibu pengantin wanita harus menyaksikan malam pertama
Di Colombia, usia melaksanakan pesta pernikahan, kedua pasangan pengantin akan melakukan malam pertama sebagai sepasang suami istri yang sah.
 
Namun yang unik, malam pertama ini harus disaksikan oleh ibu dari pengantin wanita.
Semua kegiatan yang dilakukan pada saat malam pertama, mulai dari mencium kening hingga berhubungan badan tidak boleh luput dari sang ibu.
 
Hal itu diyakini, agar ibu pengantin wanita mengetahui seperti apa anak perempuannya diperlakukan oleh suaminya setelah menikah.
 
5. Berhubungan seks dengan 10 pria sebelum menikah
Lain lagi di Tibet, ada tradisi melakukan hubungan badan yang dilakukan calon pengantin wanita sebelum menikah.
Konon, sebelum menerima pinangan seorang lelaki dan ingin menikah, seorang perempuan harus merasa benar-benar siap.
Nah, untuk membuktikannya, ia harus berhubungan seks, dengan setidaknya 10 pria lain sebelum menikah.
 
Jika mereka bisa berhubungan seks dengan lelaki dari negara lain, atau semakin banyak berhubungan seks dari lelaki luar negeri, maka akan semakin baik.
 
7 Ritual Unik Pernikahan
Selain tradisi unik, ada sejumlah ritual pernikahan yang masih digelar di sejumlah tempat hingga saat ini.
Apa saja ritual itu, Dilansir dari ummi-online inlah 7 ritual unik pernikahan yang terjadi di beberapa penjuru dunia.
 
1. Banting piring dan gelas
Tradisi pernikahan unik yang pertama ialah membanting piring dan gelas hingga pecah. Biasanya para tamu undangan akan membawa piring dan gelas yang terbuat dari bahan keramik. Kemudian kedua mempelai akan membanting dan memecahkan piring-piring tersebut.
 
Menurut kebudayaan setempat, hal ini dipercaya dapat membuat kedua mempelai lebih tegar dalam menghadapi cobaan hidup nantinya. Selain itu, jika jumlah pecahan piring dan gelas semakin banyak, maka keberuntungan yang akan didapat pun semakin banyak.
 
2. Pengantin dilarang senyum selama resepsi pernikahan
Tradisi unik selanjutnya terjadi di negara Kongo. Para pengantin di negara ini dilarang untuk tersenyum selama duduk di bangku pelaminan atau selama acara pernikahannya berlangsung. Menurut masyarakat setempat, jika pengantin tersenyum saat resepsi berarti dia menghina agama dan tradisi yang dijaga selama ini.
 
3. Tanduk penanda cemburu
Pengantin Jepang terbiasa menggunakan horn of jealousy atau tanduk penanda cemburu di balik tudung putihnya. Tanduk ini sebagai simbol untuk menunjukkan kecintaan sang pengantin wanita kepada suaminya. Hal ini disebabkan karena sikap sayang yang berlebihan dari ibu-ibu di Jepang kepada putranya.
 
Dengan adanya tanduk ini, sang pengantin wanita akan menunjukkan pada mertuanya bahwa dia pantas mendampingi sang anak dengan kecintaan dan kepedulian yang tidak kalah besar.
 
4. Menikahi pohon pisang dipercaya bisa buang sial
Di salah satu bagian negara India, ada salah satu tradisi menikah dengan pohon pisang. Mengapa hal ini bisa terjadi? Biasanya kedua mempelai diramal berdasarkan Astrologi Mangliks, jika hasilnya Planet Mars bertemu dengan Planet Saturnus, maka sang suami dipercaya bisa mendapat kutukan sial, dia tak akan berumur panjang.
 
Maka untuk mencegah hal tersebut, pengantin wanita diminta untuk menikah dengan pohon pisang, kemudian pohon pisang tersebut ditebang. Penebangan pohon pisang ini diyakini membuang kutukan buruk tersebut. Selanjutnya, barulah sang pengantin wanita bisa menikah dengan sang pria.
 
5. Membunuh anak ayam untuk menentukan tanggal baik
Jika kita berasal dari Mongolia dan bermaksud mengadakan pernikahan, maka kita bisa menentukan tanggal baik dengan membelah perut anak ayam dan melihat hatinya. Caranya dengan menghitung 1-3 sambil membelah satu perut anak ayam untuk setiap angkanya.
Jika hati yang dibelah baik dan sehat, maka angka tersebut baik untuk tanggal pernikahan kita nantinya. Jika belum mendapat hati yang sehat, maka ritual ini diulangi sampai mendapat hati ayam yang baik dan sehat.
 
6. Cincin kawin dipakai di jari kaki
Jika kita terbiasa melihat cincin kawin dipakai di jari, maka tradisi Hindu India lain lagi ceritanya. Cincin perkawinan akan disematkan di jari kaki sebelah kiri untuk menandai perempuan tersebut sudah menikah. Unik bukan?
 
7. Meludahi kepala sebagai tanda restu
Tradisi Suku Masai di Kenya ialah meludahi kepala calon pengantin sebagai tanda restu dari orang yang lebih tua. Ritual ludah-meludah ini sebenarnya sudah menjadi tradisi umum di kalangan Suku Kenya. Mereka biasa memberikan selamat atas kelahiran seorang bayi dengan cara meludah. Tradisi ini juga berlaku saat orang-orang suku ini memberi hormat pada orang yang mereka anggap berkedudukan tinggi. (*/trb/umi,net).
Share
Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    [VIDEO] Berbalas Pantun dalam Prosesi Penyerahan Hantaran Pernikahan

    BATAM, - Masyarakat Indonesia yang beragam juga beragam adat-istiadatnya.
     
    Dalam berbagai kehidupan, budaya, ritual serta acara-acara, s
  • 8 bulan lalu

    Ribuan Masyarakat Inhil Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Bupati Inhil

     
    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN - Puluhan ribu warga dari 20 kecamatan se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus berdatangan menghadiri pesta pernikahan Putr
  • tahun lalu

    BPS: Pernikahan Usia Dini Bisa Hambat Laju Ekonomi

    JAKARTA, NUSANTARA, - Badan Pusat Statistik (BPS) bersama United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) meluncurkan Buku Analisis Data Perkawinan Usia
  • 2 tahun lalu

    Pernikahan Anak Bupati Kampar di Hadiri, Mulai Rakyat Kecil Hingga Pejabat Negara

    KAMPAR, BANGKINANG, - Dua orang mantan Kapolda Riau yakni Irjen Condro Kirono (saat ini menjabat sebagai Kakorlantas Polri) dan Brigjen Pol  Suedi Hus
  • Komentar
    situspoker situspoker
    Copyright © 2012 - 2017 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.