• Home
  • Kilas Global
  • Beberapa Negara Ramai-ramai Boikot Produk Prancis, Bagaimana Sikap Indonesia?
Kamis, 29 Oktober 2020 17:05:00

Beberapa Negara Ramai-ramai Boikot Produk Prancis, Bagaimana Sikap Indonesia?

LUARNEGERI, - Negara Timur Tengah seperti Turki, Kuwait, Maroko, Bangladesh, dan Qatar melakukan aksi boikot produk Prancis, dipicu ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mengaitkan tindak terorisme dengan Islam.

Sejumlah supermarket di negara itu menarik produk asal Prancis dari etalase toko mereka. Dalam sejumlah foto, banyak rak yang sebelumnya menyimpan produk Prancis kini kosong.

Bagaimana Sikap Indonesia?

Indonesia pun mengecam pernyataan Presiden Prancis tersebut. Kementerian Luar Negeri memanggil Dubes Prancis di Indonesia, untuk menyampaikan kecaman tersebut, Selasa (27/10).

"Dalam pertemuan tersebut, disampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam," ucap jubir Kemlu Teuku Faizasyah saat dihubungi kumparan.

Wacana boikot produk Prancis juga mencuat di Indonesia. Salah satunya datang dari artis Arie K. Untung. Melalui akun instagramnya @ariekuntung, Arie mengungkapkan sikapnya soal boikot produk Prancis.

Dia mengupload beberapa tas merek ternama dari Prancis, di antaranya ada Louis Vuitton, Yvest Saint Laurent, Christian Dior, dan Chanel.

"Yg sabar ya teman2. Ngga habis2 cobaan ini. Nambah Yg satu ini. Karena negaranya menghina nabiku di bulan kelahirannya, barang2 RECEHAN brand2 prancis ini Ngga layak ada di lemari yg pemiliknya sangat mencintai nabinya Brand2 ini Kastanya langsung jadi “paling rendah”," tulis Arie Untung.

Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara mengenai pembenuhan seorang guru di Conflans Sainte-Honorine, barat laut Paris. Foto: Abdulmonam Eassa, Pool via AP© Disediakan oleh Kumparan Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara mengenai pembenuhan seorang guru di Conflans Sainte-Honorine, barat laut Paris. Foto: Abdulmonam Eassa, Pool via AP

Perdagangan Indonesia Tekor ke Prancis

Indonesia dan Prancis ternyata punya kerja sama ekonomi yang cukup erat. Hubungan bilateral kedua negara sudah terjalin sejak 1950.

Sementara data neraca perdagangan dalam lima tahun terakhir (2015-2019), menunjukkan Indonesia selalu tekor. Artinya, nilai ekspor Prancis ke Indonesia lebih besar daripada yang diekspor Indonesia ke Prancis.

Neraca Perdagangan Indonesia Prancis
2019: USD -411 Juta
2018: USD -648,5 Juta
2017: USD -609,4 Juta
2016: USD -489,3 Juta
2015: USD -364 Juta

Demikian juga data neraca perdagangan hingga Agustus 2020, masih tekor alias defisit di posisi Indonesia, yakni sebesar USD 190 juta. Dari Prancis, impor Indonesia utamanya adalah mesin, produk susu, mobil, pesawat terbang dan komponen spare parts, obat-obatan, mesin elektrik dan komponen.

Selain itu juga bahan kimia organik, ekstrak resinoid untuk parfum dan kosmetik, pakan ternak, optik, plastik dan produk plastik, kimia, serat kayu (pulp wood), dan makanan olahan.

Sedangkan ekspor utama Indonesia ke Prancis adalah mesin dan alat listrik, minyak dan lemak, sepatu, karet dan produk karet, kopi, teh dan bumbu, furnitur, produk pakaian dan aksesoris, minyak esensial, alat musik, serta produk perikanan.

Merek Terkenal Prancis yang Ada di Indonesia

Prancis tidak hanya memproduksi barang konsumsi ritel. Negara ini memiliki sejumlah produk kelas dunia yang populer. Sebagiannya bahkan jadi penguasa pasar.

Kantar, perusahaan konsultan dan penyedia data terkemuka, pada 2019 merinci 10 merek asal Prancis paling bernilai di dunia. Produk kecantikan dan fashion mewah, mendominasi daftar tersebut.

Kesepuluh merek tersebut dan kategorinya berdasarkan urutan ranking adalah Louis Vuitton (Luxury Fashion), Chanel (Luxury Fashion), Hermes (Luxury Fashion), L'oréal Paris (Personal Care), Orange (Telecom), Lancóme (Personal Care), Cartier (Luxury Fashion), SFR (Telecom), AXA (Insurance), dan Garnier (Personal Care).

Khusus Garnier dan L'oréal Paris, produk ini sangat familiar di Indonesia, terutama untuk perawatan wajah. Begitu pun Lancóme yang bisa ditemukan di mal-mal besar di dalam negeri. Begitu pun brand mewah seperti LV hingga Hermes yang dijual di mal besar.

Sementara penyedia data ekonomi bisnis terkemuka lainnya, Statista, bahkan menyusun daftar hingga 100 perusahaan terkemuka asal Prancis, yang produknya dikenal secara global. Selain produk-produk yang masuk list Kantar, produk asal Prancis lainnya yang populer di dunia mencakup berbagai kategori.

Mulai dari manufaktur seperti pesawat dan mobil, industri migas, industri jasa keuangan, hingga produk ritel dan konsumen. Sebagian dari daftar 100 merek Prancis terkemuka di dunia versi Statista adalah Airbus (Pesawat), Peugeot dan Renault (Otomotif), Total SA (Migas/ Energi), Schneider Electric SE (Komponen Kelistrikan), Danone (Consumer Goods), Carrefour SA (Supermarket), Christian Dior SE (Luxury Fashion), BNP Paribas SA (Industri Keuangan), Sanofi (Farmasi).  (*).
kumparanBISNIS

Share
Berita Terkait
Komentar

Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.