• Home
  • Kilas Global
  • Berikut Daftar Perdana Menteri Malaysia dari tahun 1957 hingga Sekarang
Sabtu, 21 Agustus 2021 23:15:00

Berikut Daftar Perdana Menteri Malaysia dari tahun 1957 hingga Sekarang

PM Ismail Sabri Yakoob. (REUTERS/LIM HUEY TENG)

LUARNEGERI, - Raja Malaysia, Sultan Abdullah menunjuk Ismail Sabri Yaakob sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia yang baru. 

Ismail menggantikan Muhyiddin Yassin yang mengundurkan diri pada Senin (16/8) lalu.

Sebagai PM baru Malaysia, Ismail sendiri bukan orang baru dalam pemerintahan. Sebelumnya, ia telah mengemban sejumlah jabatan pemerintahan.

Dengan dipilihnya Ismail, total ada sebanyak delapan daftar Perdana Menteri Malaysia hingga saat ini.

Perdana menteri sendiri merupakan pemimpin yang dipilih oleh Raja Malaysia. Sejak kemerdekaannya pada 1957 silam, ada sejumlah perdana menteri yang silih berganti memimpin Negeri Jiran. Berikut mengutip berbagai sumber.

1. Tunku Abdul Rahman (1957-1970)

Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj merupakan Perdana Menteri Malaysia yang ke-1. Putra dari Sultan Kedah yang ke-24 ini menjabat sejak 31 Agustus 1957 hingga 22 September 1970.

Dikenal sebagai Bapak Kemerdekaan, Abdul bernegosiasi dengan pihak Inggris demi merebut kemerdekaan bangsa Melayu. Inggris pun memberikan kemerdekaan itu pada Agustus 1957.

Rezim Abdul mulai runtuh pada 1969. Dia kehilangan dukungan dari orang-orang yang sebelumnya mendukungnya. Tepat pada 22 November 1970, dia mengundurkan diri dari posisi Perdana Menteri.

2. Abdul Razak Hussein (1970-1976)

Daftar Perdana Menteri Malaysia selanjutnya adalah Abdul Razak Hussein. Sebagai PM Malaysia yang ke-2, ia menjabat sejak 1970 hingga 1976.

Di masa kepemimpinannya, dia dikenal dengan gagasan Kebijakan Ekonomi Baru yang ditelurkannya pada 1971. Kebijakan Ekonomi Baru merupakan program kontroversial dan ambisius yang bertujuan untuk memajukan perekonomian orang Melayu di Malaysia.

Namun, di tengah masa kepemimpinannya, kondisi kesehatan Abdul menurun karena leukimia yang diidapnya. Abdul mengembuskan napas terakhirnya pada Januari 1976 di London, Inggris.

Untuk menghargai segala sumbangsihnya dalam pembangunan nasional, Abdul dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Malaysia.

3. Hussein Onn (1976-1981)

Menggantikan Abdul Razak Hussein yang meninggal dunia, Hussein Onn menjadi PM Malaysia yang ke-3. Dia mengisi masa jabatan sejak 15 Januari 1976 hingga 16 Juli 1981.

Semasa pemerintahannya, Hussein menekankan pentingnya masalah persatuan melalui sejumlah kebijakan. Kebijakan itu dibuat untuk memperbaiki ketidakseimbangan ekonomi antara berbagai komunitas di Malaysia. Tak heran jika kemudian ia dikenal sebagai Bapak Persatuan.

Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi kesehatannya terus menurun. Pada 16 Juli 1981, dia memutuskan pensiun dan melepaskan jabatan Perdana Menteri karena alasan kesehatan.

4. Mahathir Mohammad (1981-2003)

Mahathir Mohammad merupakan PM Malaysia ke-4 dan ke-7. Dia juga dikenal sebagai PM Malaysia dengan masa jabatan terlama.

Pada periode pertama, dia memimpin sejak 16 Juli 1981 hingga 30 Oktober 2003.

Pada masa pemerintahannya yang pertama, Malaysia mulai mengalami modernisasi. Pertumbuhan ekonomi pun berkembang pesat dengan sejumlah proyek infrastruktur yang dirintis. Atas capaiannya ini-lah, ia dikenal sebagai Bapak Modernisasi.

Namun, perlahan pemerintahannya kian otoriter. Mahathir mengeluarkan sejumlah kebijakan yang mengundang banyak kritik dan dinilai mengekang kebebasan sipil. Ia juga menolak kebijakan ekonomi Barat yang membuat hubungan Malaysia dengan Amerika Serikat, Inggris, dan Australia memburuk.

Sementara pada kedua kalinya, Mahathir menjabat dalam waktu singkat sejak 10 Mei 2018 hingga 24 Februari 2020. Diusung oleh koalisi oposisi Pakatan Harapan, ia mengalahkan Najib Razak, calon Perdana Menteri petahana.

Mahathir kemudian mengundurkan diri secara tiba-tiba pada 24 Februari 2020 setelah kehilangan dukungan dari Partai Bersatu di parlemen.

5. Abdullah Ahmad Badawi (2003-2009)

Abdullah Ahmad Badawi merupakan PM Malaysia yang ke-5. Ia mengisi masa jabatan sejak 31 Oktober 2003 hingga 3 April 2009.

Selama masa pemerintahannya, Abdullah menghentikan sejumlah proyek infrastruktur yang sebelumnya diprakarsai oleh Mahathir. Keputusannya kala itu mengejutkan masyarakat Malaysia.

Abdullah pun mendapat banyak kritikan dan tuduhan dari Mahathir. Salah satunya adalah kritikan kebebasan pers yang terkungkung di masa pemerintahannya.

Pada 2 April 2009,  Abdullah mengundurkan diri dari posisi PM Malaysia.

6. Najib Razak (2009-2018)

Najib Razak merupakan PM Malaysia yang ke-6. Ia menjabat sejak 3 April 2019 sampai 10 Mei 2018.

Namun, di tengah masa pemerintahannya, Najib justru tersandung kasus megakorupsi 1MDB. 1MDB merupakan program yang diluncurkan oleh Najib, segera setelah menjabat Perdana Menteri.

Kasus yang mulai mencuat pada tahun 2014 ini perlahan menyeret namanya, hingga Najib divonis bersalah.

7. Muhyiddin Yassin (2020-2021)

Muhyiddin Yassin merupakan PM Malaysia yang ke-8. Ia menjabat sejak 1 Maret 2020 hingga 21 Agustus 2021, menggantikan Mahathir Mohamad yang mengundurkan diri.

Pengangkatan Muhyiddin sebagai Perdana Menteri terjadi tepat di tengah pandemi Covid-19. Praktis, penanganan pandemi menjadi tugas utamanya selama menjabat.

Muhyiddin juga sempat terlibat konflik dengan Raja Malaysia Sultan Abdullah terkait penanganan pandemi dan penetapan status darurat nasional.

Muhyiddin kemudian dinilai gagal dalam menangani pandemi Covid-19. Berbagai kritikan menerpanya dan membuat posisinya kian goyang.

Kabar pengunduran diri Muhyiddin terus menguat setelah aliran kritik terus dilontarkan. Hingga akhirnya, Muhyiddin memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (16/8) lalu.

8. Ismail Sabri Yakoob (2021-sekarang)

Ismail Sabri Yaakob ditunjuk oleh Raja Malaysia, Sultan Abdullah untuk menjadi Perdana Menteri baru.

Ismail sendiri bukan orang baru dalam pemerintahan Malaysia. Sebelumnya, sejumlah jabatan pemerintahan pernah diembannya. Mulai dari Menteri Pertanian dan Agrobisnis, Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Menteri Olahraga dan Pemuda, Menteri Pertahanan, hingga Wakil Perdana Menteri. (cnn/net/zar).

Share
Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Datok Ismail Sabri Resmi Jadi PM Malaysia, Telah Dilantik Hari Ini

    LUARNEGERI, - Ismail Sabri Yaakob resmi dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia pada hari ini, Sabtu (21/08/2021), mengakhiri hampir seminggu kekacauan politik di Putraja

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2021 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.