Rabu, 02 Januari 2019 12:16:00

Berikut Seharus-nya wartawan Bersosial media

Loading...


DUNIA, - Pastikan Anda tahu apa yang boleh ditulis atau diunggah di Facebook, Twitter, Instagram, Snapchat dan platform-platform media sosial lain.

Misalkan wartawan BBC, Imparsialitas adalah ciri utama jurnalisme BBC sebagai lembaga penyiaran publik. Semua wartawan atau staf BBC harus memegang prinsip imparsialitas ini ketika menggunakan media sosial.

"Jika Anda tak boleh mengatakannya saat on-air, maka Anda tak bisa menuliskannya di akun personal media sosial." Yolanda Valery, asisten editor media sosial, BBC World Service

Anda tentu saja boleh menunjukkan bahwa Anda bekerja untuk BBC, tapi ada baiknya menambahkan pernyataan seperti: ini adalah pandangan pribadi, bukan pandangan BBC.

Semua akun yang memakai 'BBC' harus diketahui dan mendapat persetujuan oleh manajer sosial media.

Penting juga untuk tidak berbagi informasi penting atau rahasia yang bisa mengancam keselamatan seseorang.

Anda perlu berhati-hati dan bijak saat aktif di media sosial dan jika ragu-ragu, bertanyalah ke editor atau manajer Anda.

Transkrip video

Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram semakin memegang peran penting dalam membantu tugas-tugas wartawan.

Tak hanya sebagai medium promosi berita, tapi juga untuk mempermudah peliputan.  

Dalam situasi tertentu, kanal media sosial lebih efektif daripada mengirim pesan melalui teks atau email ketika menghubungi narasumber.

Atau ketika berkoordinasi dengan sesama anggota redaksi.

Meski begitu, wartawan harus bijaksana dan berhati-hati ketika menggunakan media sosial ini, terutama ketika mengatur janji wawancara dengan narasumber.

Misalnya cuitan ini. "Saya akan menemui pemimpin kelompok perlawan di Taman Kota pada pukul 16.00 sore ini. Ikuti cuitan langsung dari lokasi."

Cuitan yang tampaknya biasa-biasa saja ini berpotensi mengancam nyawa seseorang.

Mengapa? Karena cuitan itu 'membocorkan' banyak hal, dari kehadiran pemimpin kelompok perlawanan, di mana ia akan berada dan kapan ia berada di lokasi itu.

Bagaimana jika ada orang atau pihak-pihak yang ingin mencederai atau bahkan membunuhnya?

Jika itu terjadi, tak hanya nyawa pemimpin pemberontak yang terancam, nyawa wartawan yang bersangkutan pun juga terancam.

Hal yang sama bisa terjadi pada cuitan seperti ini, "Antoni, tersangka korupsi megaproyek senilai triliunan rupiah akan datang ke kantor polisi di Jalan Badu dengan menggunakan mobil dengan nomor registrasi LX 123 YZ."

Lokasi yang spesifik, nomor registrasi kendaraan, dan dengan alamat rumah, adalah informasi sensitif atau rahasia yang tidak seharusnya dibuka atau dicantumkan dalam berita.

Selain soal aspek keamanan, yang perlu diperhatikan adalah soal pendapat atau pandangan pribadi wartawan.

Bagi wartawan BBC, ini menjadi penting karena secara editorial BBC adalah media yang imparsial, media yang tidak berpihak.

Pendanaan BBC berasal dari uang pajak rakyat di Inggris dan karena itu BBC tidak boleh mengambil posisi tertentu.

Pandangan yang ada dalam berita BBC harus mencerminkan seluas mungkin pandangan yang ada di masyarakat.

Ini makin relevan ketika BBC menurunkan laporan tentang pemilu misalnya.

Sebagai wartawan BBC, ia tak boleh mencuit 'pilih kandidat A karena dia adalah calon terbaik' atau 'jangan lupa pilih Partai B karena partai ini prorakyat'.

Bisa saja berkilah bahwa ia mencuit dalam kapasitas sebagai pribadi. Persoalannya adalah sebagai wartawan, batas antara pribadi dan institusi sangat tipis.

Cuitan 'pilihlah kandidat A atau Partai B' akan dengan mudah dipersepsikan bahwa BBC mendukung kandidat A dan Partai B.

Padahal prinsip editorial BBC jelas-jelas tak membolehkan dukungan terhadap partai politik atau kandidat.

Selain soal pilihan politik, wartawan juga harus memperhatikan asas kepantasan.

Bagaimana kriteria menentukan pantas atau tidak?

Yolanda Valery, asisten editor media sosial BBC World Service mengatakan menentukan pantas dan tidak sebenarnya tak terlalu sulit.

"Kalau sesuatu tak pantas dikatakan atau ditulis dalam siaran atau dalam berita, berarti tak pantas pula ditulis di media sosial," kata Valery. (*).

Share
Loading...
Berita Terkait
Komentar

Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.