• Home
  • Kilas Global
  • Bos Twitter Akan Sumbangkan Seluruh Kekayaannya, Apa Alasannya?
Minggu, 24 Mei 2020 07:07:00

Bos Twitter Akan Sumbangkan Seluruh Kekayaannya, Apa Alasannya?

NEW YORK, - Pendiri sekaligus CEO Twitter dan Square Jack Dorsey berencana untuk menyumbangkan seluruh kekayaan yang berhasil dia kumpulkan sepanjang hidupnya.

Dikutip dari CNBC Sabtu (23/5/2020), saat ini pria berusia 43 tahun tersebut memiliki total nilai kekayaan mencapai 4,9 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 72,03 triliun.

Dorsey mengatakan, alasan untuk menyumbangkan seluruh hartanya adalah karena dirinya berprinsip bahwa berbagai hal yang terjadi di seluruh dunia saling terhubung. Maka dari itu, jika seseorang mengalami rasa sakit, dia akan merasakan hal yang sama.

"Saya ingin memastikan bisa melakukan apapun yang bisa saya lakukan di hidup ini untuk membantu, melalui apa yang saya lakukan di perusahaaan, juga dari diri saya sendiri," ujar Dorsey.

Pada 7 April 2020 lalu, Dorsey melalui akun Twitternya sempat menyatakan bakal mentransfer 1 miliar dollar AS sahamnya di Square untuk pihak-pihak yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Dana dari saham tersebut nantinya bakal digunakan untuk bantuan langsung tunai hingga mendukung kesehatan dan pendidikan perempuan. Saat itu, sumbangan yang dia berikan setara dengan 28 persen dari total nilai kekayaannya.

"Saya berada di situasi yang belum pernah saya bayangkan ketika saya masih kecil, atau bahkan saat saya berusia 25 tahun," ujar DOrsey,

"Saya tidak memiliki bayangan apapun menenai arti uang hingga setidaknya saya berusia 35 tahun," ujar Dorsey.

Pria yang masuk dalam jajaran orang kaya versi Forbes pada tahun 2012 tersebut menyatakan dirinya merasa bersyukur dengan apa yang dia dapatkan. Namun demikian, dia tidak hanya bisa berhenti dengan bersyukur saja, namun dengan melakukan sesuatu. Dalam artian, dia ingin memberikan uang yang dia miliki untuk hal-hal yang bermakna.

"Saya ingin menyumbangkan seluruh uang yang saya miliki selama hidup ini. Saya ingin melihat dampaknya, dan tidak menjadi egois. Saya ingin memastikan benar-benar bisa membantu orang-orang," jelas Dorsey.

Sebelumnya, Dorsey sempat memublikasikan donasinya yang sebesar 1 miliar dollar AS melalui tautan Google Document di akun Twitternya. Karena kontribusi dari saham dan nilai sahamnya telah meningkat, saat ini donasi tersebut bernilai lebih dari 1,5 miliar dollar AS.

Saat ini, Dorsey mengatakan 200 juta dollar AS donasi berupa saham tersebut telah dilikuidasi menjadi uang tunai.

Adapun per Kamis (21/5/2020) lalu, Dorsey telah medistribusikan lebih dari 85 juta dollar AS dari dana bantuan tersebut.

Dorsey pun mengaku tidak berminat untuk membangun yayasan lantaran dirinya tak ingin membayar biaya adminstasi tambahan jika mendirikan sebuah organisasi filantropis. (*).
KOMPAS.com


Share
Komentar

Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.