• Home
  • Kilas Global
  • Darurat Virus Mematikan di China, Hong Kong Hentikan Layanan Kereta dan Kapal Feri ke China Daratan
Rabu, 29 Januari 2020 08:17:00

Darurat Virus Mematikan di China, Hong Kong Hentikan Layanan Kereta dan Kapal Feri ke China Daratan

HONGKONG - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengumumkan rencana untuk menghentikan layanan kereta cepat dan kapal feri dengan China daratan saat pusat keuangan global itu berupaya mencegah penyebaran virus corona baru.

Lebih dari 100 orang telah tewas akibat virus yang muncul dari Wuhan pada Desember. Jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai 4.515 pada Senin (27/1), naik dari 2.835 pada hari sebelumnya.

Lam menjelaskan layanan kereta cepat akan dihentikan mulai tengah malam pada Kamis (30/1). Jumlah penerbangan ke China daratan juga akan dikurangi dan izin perjalanan pribadi dari China daratan ke Hong Kong akan dihentikan.

"Saya berterima kasih pada pemerintah pusat yang mendukung kerja kami dalam aspek ini (menghentikan transportasi lintas perbatasan) dan kementerian daratan terkait dan komisi untuk kerja sama dengan kami," papar Lam.

Berbicara hanya beberapa hari setelah dia mengumumkan darurat virus, Lam yang memakai masker hijau meminta warga Hong Kong kembali dari China daratan sesegera mungkin dan mengkarantina diri sendiri di ruma hselama 14 hari.

Dengan pusat keuangan Hong Kong yang kembali buka pada Rabu (29/1) setelah libur Tahun Baru Imlek, Lam diapit Menteri Kesehatan Hong Kong Sophia Chan dan Menteri Perdagangan Edward You yang juga memakai masker.

Chan menjelaskan, Hong Kong memiliki delapan kasus infeksi yang telah dikonfirmasi dan 100 pasien kini dalam karantina. (Baca juga: Saran WHO pada Warga Indonesia dalam Hadapi Virus Corona)

Lam membela keputusannya untuk tidak menutup seluruh perbatasan karena langkah itu dapat mencegah warga Hong Kong kembali ke kota itu, padahal mereka adalah komuter harian.

Serikat pekerja rumah sakit, Aliansi Pegawai Otoritas Rumah Sakit, memberi waktu pada pemerintah hingga Selasa (28/1) untuk memenuhi tuntutan mereka, termasuk melarang masuk siapa pun dari China daratan, sebelum mereka menggelar mogok kerja.

Kelompok hak asasi manusia Civil Human Rights Front menuduh pemerintah Hong Kong gagal mengatasi penyebaran penyakit itu dan mendesak perbatasan segera ditutup. (sin/*)

Share
Berita Terkait
Komentar

Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.