Selasa, 18 September 2018 12:10:00

Dugaan Kerugian Negara dalam Kasus Newmont yang Menyeret TGB

NASIONAL, - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada unsur kerugian negara dalam deviden hasil penjualan saham PT Newmont Nusa Tenggara kepada PT Amman Mineral Internasional yang diduga melibatkan mantan gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Penyelidikan KPK atas kasus ini sedang berjalan, di antaranya dengan memeriksa TGB.
 
Kasus ini berawal dari pembelian 24 persen saham hasil divestasi Newmont oleh PT Multi Daerah Bersaing pada November 2009. Perusahaan ini adalah kongsi perusahaan daerah PT Daerah Maju Bersaing (perusahaan bentukan pemerintah daerah NTB, Kabupaten Sumbawa, dan Sumbawa Barat) dan PT Multi Capital (anak usaha PT Bumi Resources, Grup Bakrie). Hasilnya, 6 persen untuk Daerah Maju Bersaing dan 18 persen untuk Grup Bakrie.
 
Namun karena terus merugi, pemerintah NTB pun menjual 6 persen saham bagian mereka di Newmont pada November 2016. Ini bagian dari penjualan 24 persen saham PT Multi Daerah Bersaing kepada PT Amman Mineral Internasional senilai Rp 5,2 triliun, yang belakangan diakuisisi PT Medco Energi Internasional.
 
Pemerintah daerah menjual saham Newmont karena perusahaan itu, berdasarkan saran sejumlah ahli kepada Gubernur, tak punya masa depan. PT Multi Capital, misalnya, beberapa kali tidak membayar advanced dividend. PT Multi Capital juga ditengarai bermasalah saat pembagian dividen pada 2010 dan 2011.
 
Penjualan 24 persen saham perusahaan patungan itu kepada PT Amman Mineral Internasional senilai US$ 400 juta pada 2016 ini diduga bermasalah. Meski PT Daerah Maju Bersaing memiliki 25 persen saham di perusahaan patungan, uang yang diterima hanya US$ 40 juta, tidak US$ 100 juta. "Selisih ini yang akan menjadi penghitungan kerugian negara," ujar salah seorang aparat hukum yang mengetahui kasus ini sebagaimana dikutip dari Majalah Tempo edisi 17 September 2018.
 
Menurut TGB, angka US$ 40 juta merupakan penghitungan tim penasihat investasi daerah. "Kami minta senilai valuasi dari perusahaan daerah ini sebagai pengganti investasi," ujar TGB kepada Tempo, Jumat, 14 September 2018. Ia berdalih daerah tidak menuntut US$ 100 juta karena PT Multi Capital masih harus membayar utang dari modal yang dikeluarkan saat pembelian saham.
 
Cerita lebih lanjut soal perkara divestasi dan penjualan saham Newmont yang menyeret nama TGB ini ada dalam Majalah Tempo edisi 17 September 2018 dengan laporan utama berjudul, "Tuan Guru di Ladang Emas." (tmp/net/*).
sumber: tempo.co.
 
Share
Berita Terkait
  • 16 jam lalu

    Wajib Tau ya 4 Kandungan Buah Nanas yang dapat Menurunkan Kolesterol

    KESEHATAN, - Salah satu masalah kesehatan yang kerap menyerang wanita maupun pria adalah tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol tinggi dapat mengendap pada pembuluh

  • 20 jam lalu

    Ketua MPU Aceh: Pemain PUBG di Aceh Layak Dihukum Cambuk

    NUSANTARA, - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat Teungku Abdurrani Adian berpendapat, setiap pemain game daring Player Unknown's Battlegrounds (P

  • 2 hari lalu

    Sang Uswatun Hasanah Rasulullah, Khadijah, dan Seni Dagang Nabi

    KHAZANAH, - Sang Uswatun Hasanah, Rasulullah SAW, merupakan seorang pedagang ulung. Hidup di tengah keluarga pedagang membuatnya terlibat dalam perdagangan sejak usia belia.&nbs

  • 2 hari lalu

    AC Milan membawa pulang kemenangan 3-1, Milan Perkasa di Kandang Celtic

    BOLLA, SPORT, - AC Milan membawa pulang kemenangan 3-1 dari markas Celtic dalam pertandingan pembukaan Grup H Liga Europa 2020/2021 di Celtic Park, Glasgow, Jumat (23/10) dini h

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.