• Home
  • Kilas Global
  • Ekonomi Terpuruk, pasar Lesu, Rupiah Anjlok Melemahkan Elektabilitas Jokowi
Sabtu, 08 September 2018 07:34:00

Ekonomi Terpuruk, pasar Lesu, Rupiah Anjlok Melemahkan Elektabilitas Jokowi

Loading...
NASIONAL, -- Melemahnya nilai tukar rupiah menjelang pelaksanaan pilpres 2019 menjadi perhatian, baik dari kubu pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
Prabowo dan Sandiaga bahkan telah mengutarakan sikap politik yang berisi keprihatinan mereka atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Prabowo dan Sandiaga menganggap rezim pemerintahan Jokowi salah urus ekonomi.
 
Direktur Populi Center Usep Ahyar mengatakan gejolak terhadap rupiah bisa berdampak pada tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi selaku capres petahana.
 
"Saya kira mungkin akan sedikit mengoreksi soal kepuasan," kata Usep kepada CNNIndonesia.com.
 
Dampak terhadap tingkat kepuasan itu, kata Usep, nantinya juga akan berpengaruh terhadap tingkat elektabilitas Jokowi. Apalagi, menurutnya, jika kubu Prabowo bisa memanfaatkan momentum anjloknya rupiah dengan baik.
 
Namun, menurut Usep, soal seberapa besar pengaruhnya terhadap elektabilitas Jokowi tergantung penjelasan soal isu anjlok rupiah kepada masyarakat.
 
"Tergantung bagaimana kepiawaian Jokowi dan tim ekonominya, serta bagaimana antisipasi dampaknya," tutur Usep.
 
Usep menilai jika Jokowi dan tim ekonominya tak mampu mengantisipasi dampak dari anjloknya rupiah tersebut, maka hal ini bisa menjadi 'senjata' bagi kubu Prabowo.
 
"Ini akan jadi senjata baik untuk menurunkan elektabilitasnya Jokowi," ucap Usep.
 
Sementara itu, pengamat politik dari Habibie Center, Bawono Kumoro mengatakan dari hasil survei berbagai lembaga survei baik di Pilpres maupun Pilkada, faktor ketidakpuasaan di bidang ekonomi terhadap calon petahana biasanya lebih tinggi dibanding bidang lain.
 
"Wajar, karena ekonomi dirasakan oleh pemilih atau responden survei, karena menyangkut perut," ujarnya.
 
Karenanya, menurut Bawono, Jokowi perlu menyiapkan langkah untuk mengantisipasi anjloknya nilai tukar rupiah tersebut.
 
Jika rupiah bisa diatasi, kata Bawono, setidaknya ada dua keuntungan yang diperoleh Jokowi.
 
Pertama, kepercayaan publik terhadap Jokowi selaku petahana akan tetap terjaga. "Publik akan merasa secure, aman," kata Bawono.
 
Kedua, kubu Prabowo selaku oposisi akan kehilangan 'barang dagangan' untuk menyerang kubu Jokowi.
 
"Artinya kan rupiah melemah jadi peluru untuk kampanye, misal enggak bener ini kinerja ekonomis pak Jokowi, nah itu kalau bisa diantisipasi akan baik (untuk Jokowi)," tuturnya.
 
Isu ekonomi, sambung Bawono diperkirakan akan lebih ramai diperbincangkan pada Pilpres 2019 dibandingkan dengan isu lainnya.
 
Bawono mengatakan kubu Jokowi maupun kubu Prabowo akan berlomba meyakinkan publik soal kemampuan mereka dalam mengelola ekonomi Indonesia.
 
Dia menilai aksi bakal cawapres Sandiaga Uno yang menukarkan 35 persen dolar ke rupiah memang menjadi salah satu cara untuk mendapatkan simpati dari publik.
 
"Ya, itu cara mendapat simpati publik, artinya kejelian (soal isu ekonomi) sudah dibaca," kata Bawono.
 
Apalagi, kata Bawono saat ini Sandiaga belum menukarkan seluruh dollar yang dimilikinya. Artinya, menurut Bawono, Sandiaga juga menunggu momen yang tepat untuk nantinya kembali mencari simpati publik.
 
"Nunggu momen kapan ini, kan politikus bicara momen," ujarnya. (cnn/ind).
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Are Southeast Asia?s Retailers and Brands customer #ready?

    Southeast Asia's leading retailers, investors and technology leaders to meet at #ready2018 in Singapore to discuss the future of digital commerce and SEA's readiness f

  • 3 jam lalu

    Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Jadi Rp5.397 T!

    NASIONAL, - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia terus tumbuh di akhir kuartal III-2018. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal III-2018 tercatat US$ 359,8 miliar atau Rp 5.397 tr

  • 3 jam lalu

    Ini Besaran Utang Luar Negeri BUMN di Indonesia

    NASIONAL, - Utang Luar Negeri Indonesia terus tumbuh di akhir kuartal III-2018. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal III-2018 tercatat US$ 359,8 miliar atau Rp 5.397 triliun
  • 3 jam lalu

    128 Atlit Pencak Silat Ikuti Kejurkab Tajaan IPSI Inhil

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN - Untuk memantau dan menjaring atlit yang berpotensi, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Indragiri Hilir menaja Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.