• Home
  • Kilas Global
  • Ini Cerita Presiden Riau Merdeka Ditawarkan Senjata Dari Libya Oleh Kombatan GAM
Jumat, 07 Juni 2019 17:20:00

Ini Cerita Presiden Riau Merdeka Ditawarkan Senjata Dari Libya Oleh Kombatan GAM

Loading...

RIAU, PEKANBARU - Ada cerita yang tak banyak diketahui warga Riau saat awal-awal Gerakan Riau Merdeka dideklarasikan  oleh Prof Tabrani Rab, 15 Maret 1999. 

Usai deklarasi, Presiden Riau Merdeka, Tabrani Rab, didatangi sejumlah kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tak ytanggung-tanggung, mereka yang datang itu pangkatnya sudah Panglima, bukan lagi prajurit atau perwira. 

Secara khusus, riauonline mewawancarai adik kandung Tabrani Rab, Edy Saputra Rab. Ia menceritakan, para kombatan GAM itu datangi Tabrani guna menawarkan senjata api langsung dari Libya. 

"Dulu saat Tabrani Rab masih sehat, saya didatangi Panglima GAM dari Libya tahun 1999, kami ditawari senjata," kenang Edy Saputra Rab, Kamis, 6 Juni 2019.

Namun, tutur Edy Saputra Rab, antara Gerakan Riau Merdeka dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memiliki perbedaan dalam menuntut dan menentang kebijakan pemerintah pusat yang dirasa tak adil. 

Riau, jelasnya, selama ini hanya melalui jalur diplomasi, sedangkan Aceh sudah menempuh jalur peperangan melalui GAM hingga berakhir di perjanjian Helsinki.

Penawaran senjata api dari Libya tersebut, cerita Edy Saputra Rab, terjadi di malam hari. Tabrani Rab, ceritanya, secara tegas menolak pemberian senjata tersebut.

Sebab yang dituntut Riau Merdeka kala itu hanyalah penghapusan penjajahan pemerintah pusat atas daerah, termasuk di dalamnya ketidakadilan diterima provinsi penghasil minyak terbesar untuk Indonesia sejak merdeka, 1945. 

Selain menawarkan senjata, pemuda Libya disebut Edy berwibawa ini juga berpesan agar ia menjaga Tabrani, sebab dokter itu sosok tegas dan berani.

"Pak Edy harus jaga Profesor, ia (Tabrani) orang kami sayangi dan hormati. Jangan biarkan ada orang mengganggu dia," ujar Edy menirukan ucapan pemuda tersebut.

Setelah itu, Edy menemani pemuda Libya ini ke Singapura. Sejak itu, ia tidak lagi berjumpa hingga mendapat kabar pemuda tersebut tewas tertembak saat baku tembak antara GAM dan TNI.

Edy sendiri saat ini tengah melanjutkan perjuangan sang kakak, namun lewat nama lain yakni Riau Berdaulat, sedangkan sang kakak merupakan pejuang Riau Merdeka.

"Dulu Riau Merdeka tapi tak jadi, diganti jadi Riau berdaulat. Dulu ketuanya Syarwan Hamid, lalu dia menyerahkan ke saya karena merasa sudah tua. Riau Berdaulat memang tidak sekeras Riau Merdeka, tapi tujuannya sama," tutupnya.

 demikian dilansir riauonline. (*).


Share
Berita Terkait
  • 14 jam lalu

    Diusia Inhil ke 54 Tahun, Ketua DPRD Sampaikan Pesan Khusus Kepada Bupati

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN- Usai memimpin Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka Milad ke - 54 Kabupaten Inhil, Jum'at (14/6/2019), Ketua DPRD Inhil H Dani M Nursalam memberik

  • 17 jam lalu

    Milad ke - 54 Inhil, Wakil Bupati Melepas Peserta Funbike

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN- Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti melepas ratusan peserta Funbike yang diselenggarakan dalam rangka Milad Ke - 54 Kabupaten Inhil Tahun 201

  • 11 jam lalu

    Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama: Kawin kontrak tidak sah


    Banda Aceh, - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk H Faisal Ali menegaskan perkawinan kontrak tidak diijinkan dalam Islam karena hukumnya tidak sa

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.