Rabu, 19 Juli 2017 10:59:00

Kwarcab Kampar Ikuti KBN di Palangkaraya

KALTENG - Kwartir Cabang 04.03 Gerakan Pramuka Kampar mewakili Kwarda Riau mengikuti Kemah Budaya Nasional (KBN) yang dibuka oleh Menteri Pendidikan RI, Muhadjir Effendy pada Senin (17-22/Juli/2017)  di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe Sabaru, Palangkaraya Kalimantan Tengah. 
 
"Ini merupakan moment silaturrahmi yang sangat penting bagi setiap kwarda menampilkan keunggulan melalui keterampilan dan pengetahuan peserta didik memahami potensi seni budaya dari daerah masing-masing," kata Sekretaris Kwarda Riau, Azwar Azis didampingi Sekretaris Kwarcab Kampar, Jon Haril dan Hj Irma Suryani (Bendahara) usai mengikuti pembukaan KBN di Palangkaraya.
 
Dia menyebutkan bahwa Riau khususnya Kabupaten Kampar siap menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan KBN tahun mendatang, "Kondisi dan kemampuan daerah menjadi penentu untuk kesuksesan sebuah event berkelas nasional ini" jelasnya.
 
"Kampar lebih siap menjadi penyelenggara event nasional seperti KBN ini," kata Kak Jon Haril menyampaikan harapan Kakwarcab Kampar, Kak Eva Yuliana, SE
 
Dia jelaskan  babwa pada KBN kali ini, Kwarcab Kampar mengirimkan satu regu putra sebagai peserta KBN, sedangkan regu putri dari kwarcab Bengkalis yang sebelumnya kedua regu telah mengikuti seleksi cukup ketat.
 
Diharapkan kegiatan ini mampu menjadi ajang menumbuhkembangkan nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa mengangkat budaya daerah serta membina persaudaraan, dan mempererat persatuan dan kesatuan.
 
KBN ke-8 itu dihadiri, Waka Kwarnas Bidang Anggta Bina Muda, Slamet Budi Prayitno, Habib Ismail, Wakil Gubernur Kalimamtan Tengah, Habib Said Ismail mewakili Gubernur, Sugianto Sabran, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Hilmar Farid, Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia, serta sejumlah pejabat lain di lingkungan kemendikbud, Pempov Kalteng dan Pemkot Palangka Raya.
 
Kegiatan itu dilaksanakan bersempena dengan acara Hari Jadi Pemerintah Kota Palangkaraya ke-52 dan Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-60 dan bertambah meriah dengan penampilan keahlian Mendikbud memainkan alat musik tradisional sape serupa kecapi di lapangan acara bersama anak-anak peserta didik, juga berbagai tarian serta alat musik tradisional Kalimantan Tengah.
 
Dalam acara itu Muhadjir mengingatkan dan mengajak semua pihak menghidupkan rasa kebihnekaan, "Tumbuhkan rasa kebhinekaan sesama anak bangsa melalui kegiatan pramuka dan persiapkan mereka menjadi pemimpin di masa depan," ujarnya.
 
Dia katakan bahwa kebinekaan merupakan muara dari tumbuhnya sikap saling menghargai dan hidup bergotong royong.
 
"Mari manfaatkan ajang KBN ini untuk menjalin silaturrahmi dan membangun hubungan antar sesama dalam mencapai kejayaan Indonesia, selamat berkemah, berbudaya, dan membangun rasa nasionalisme melalui rasa kebinekaan," ujarnya.
 
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid, mengatakan  peranan KBN merupakan gerakan  menyukseskan penguatan program prioritas pendidikan karakter Kemendikbud melalui pendidikan ektrakurikuler yang menarik, menantang, menyenangkan, sehat, teratur, terarah.
 
"Harmoni dalam Kebhinekaan di Bumi Tambun Bungai" ini menjadi tema KBN tahun 2017 ini diikuti seribuan pramuka penggalang dari 34 provinsi termasuk didalamnya 13 Kwarcab se-Kalteng, 8 Kwarcab se-Kota Palangka Raya hadir juga Pramuka dari negara Vietnam.
 
Mendikbud bersama sejumlah pejabat yang hadir menggunakan senjata tradisional dayak disana dengan menyumpit, meniupkan benda tajam diarahkan ke satu balon pengikat untuk melepaskan rangkaian balon ke udara sebagai tanda dibukanya acara itu.
 
Kemudian, Menteri Muhadjir diikuti pejabat yang hadir juga memainkan alat musik sape mirip dengan kecapi mengitari pelataran acara bersama ratusan peserta didik
 
Kakwarnas, Adhyaksa Daut melalui Wakabid Bina Muda Kwarnas, menyampaikan bahwa anggota pramuka mempunyai karakter dan akhlak mulia, maka melalui kegiatan ini merupakan proses pencapaian tujuan  pembangunan yang berbudaya beragam,
 
Dia berterimakasih menjadikan KBN kegiatan rutin, dengan harapan tahun depan lebih banyak lagi peserta yang ikuti agar lebih menghayati ragam budaya, hingga mereka mampu memahami lebih baik tentang kearifan lokal dan budaya melalui pramuka, 
 
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid, dalam laporannya, mengungkapkan peranan KBN dalam gerakan penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan ektrakurikuler di sekolah-sekolah.(nty/mzi)
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.