Jumat, 11 Oktober 2019 17:30:00

Menkopolhukam Wiranto Diserang, Kenapa Warganet Justru Sinis?

NASIONAL, - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menko Polhukam) Wiranto diserang orang tak dikenal pada Kamis siang (10/10/2019). Saat turun dari mobil, Wiranto tiba-tiba ditusuk sehingga menimbulkan dua luka di perut kirinya. 

Atas kejadian ini, internet dibanjiri pemberitaan tentang Wiranto. Publik pun ramai membahas penyerangan tersebut di berbagai lini, termasuk media sosial dan grup percakapan. Namun ironisnya, dari sekian banyak komentar tentang tragedi yang menimpa Wiranto, sebagian orang justru merasa "senang". Kenapa ada orang yang menunjukkan respons seperti ini? 

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi psikolog sosial Hening Widyastuti. Menurut Hening, kasus penyerangan Wiranto dan komentar publik erat kaitannya dengan kasus politis yang sifatnya rentan dan sensitif. 

"Pak Wiranto menjabat sebagai Menko Polhukam, ada kaitan secara langsung atau tidak langsung, yang bertanggung jawab dengan situasi kondisi keamanan saat ini yang tidak stabil di Indonesia," ujar Hening. 

"Kasus demo di mana-mana, serang-menyerang lewat media sosial maupun di lapangan antara pendukung yang satu dan yang lain, belum kasus kemanusiaan di Papua, dan lain sebagainya," kata Hening. 

Semua topik keamanan yang terjadi di Indonesia saat ini, menurut Hening, telah menjadi trending topic di masyarakat Indonesia dan dunia. Hening mengatakan, apa yang sudah masuk dalam ranah politik pasti akan menjadi sesuatu yang sangat sensitif. 

Dia mengatakan, dalam sekejap, yang tadinya kawan karena kepentingan pribadi dan golongan bisa berubah menjadi lawan. 

Begitu pula dengan rasa fanatik yang ada dalam diri seseorang kepada pilihan salah satu partai politik atau figur publik. Bila pendukung suatu parpol atau tokoh publik yang fanatik memiliki pikiran dan emosi tidak terkontrol, dia bisa menjadi gelap mata dan memupuk akar kebencian terhadap orang lain yang merupakan lawan politik. 

"Bila ada seseorang yang dianggap sebagai lawan politik dari yang didukung, bila terjadi musibah atau accident pada mereka, maka (orang yang sudah menyimpan rasa benci) akan senang bahagia di atas penderitaan orang lain," kata Hening. 

Oleh sebab itu, Hening berkata bahwa fenomena warganet bahagia ketika Wiranto mengalami musibah, erat kaitannya dengan rasa dendam yang terpendam. Rasa dendam ini muncul dari perasaan merasa disakiti dan dikhianati oleh pemerintah yang adalah pemegang kendali keamanan dan kestabilan negara di mana jabatan Menko Polhukam diduduki Wiranto. 

"Mungkin awalnya karena merasa dikecewakan oleh pemerintah, karena erat kaitannya dengan situasi Papua dan demo krisis kemanusiaan, akan menimbulkan rasa benci yang sangat dalam kepada masyarakat," ungkapnya.

 "Akhirnya, ketika ada musibah (pada Wiranto) yang harusnya kita merasa prihatin, belum tentu hal yang sama dirasakan mereka (yang kecewa). Ini malahan jadi kabar gembira, berita yang menyenangkan," paparnya. 

Menurut Hening, kedua hal ini secara tidak langsung berkaitan dengan karut-marut situasi ekonomi, sosial, keamanan, serta politik yang tidak stabil di Indonesia. (*).

Share
Berita Terkait
  • 16 jam lalu

    Ada Utang Rp4 Triliun, Adhi Karya Bilang Itu Utang...

    NASIONAL, - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyatakan utang sebesar Rp4 triliun milik perseroan merupakan utang pokok yang berasal dari bank yang tergabung dalam Himbara sep

  • 18 jam lalu

    Pemerintah Kucurkan Rp2,78 T untuk Pengembangan Sawit, WHO : Minyak Sawit tak sehat

    NASIONAL, LINGKUNGAN, - Pemerintah terus berupaya mewujudkan komitmen terhadap sawit berkelanjutan dengan memberikan tambahan dana sebesar Rp2,78 triliun bagi pengembangan di se

  • 18 jam lalu

    Kabupaten Kerinci masuk Zona Hijau, 102 Kabupaten - Kota yang Diizinkan Beraktivitas Normal

    JAMBI, Kerinci - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan ada 102 kabupaten atau kota yang diizinkan melaksanakan kegiatan produktif dan aman Cov

  • kemarin

    Pemda kerinci Lakukan Pemantauan & Peninjauan Pos Batas Pintu Masuk

    Kerinci - Pemantauan dan Peninjauan Pos Batas Pintu Masuk Kabupaten Kerinci di Bedeng 12 Muara Imat Kec Batang Merangin pada minggu, (31/05/2020)

    Bersama Wakil Bupati Keri

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.