• Home
  • Kilas Global
  • Mulai aneh, Arab Saudi Izinkan Pasangan Wisatawan Asing Belum Menikah Sewa Hotel
Senin, 07 Oktober 2019 06:33:00

Mulai aneh, Arab Saudi Izinkan Pasangan Wisatawan Asing Belum Menikah Sewa Hotel

DUNIA, - Arab Saudi memberi izin bagi pasangan wisatawan asing yang belum menikah menyewa kamar hotel. Kebijakan ini sebagai bagian dari aturan visa baru yang diumumkan pemerintah Arab Saudi.

Perempuan juga diperbolehkan tinggal sendirian di hotel. Sebelumnya, pasangan harus memiliki bukti bahwa mereka sudah menikah sebelum menginap di hotel. Langkah ini diambil oleh pemerintah Arab Saudi untuk menggeliatkan industri pariwisata.

Apa saja perubahan aturannya?

Di masa lalu, pasangan harus menyediakan bukti surat nikah mereka, namun kini aturan ini tidak diwajibkan lagi untuk para turis asing.

"Semua warga negara Arab Saudi diminta untuk menunjukkan kartu identitas atau bukti pernikahan ketika menginap di hotel," tulis Komisi Pariwisata dan Peninggalan Sejarah Arab Saudi dalam keterangan tertulis.

"Ini tidak diperlukan bagi wisatawan asing. Semua perempuan, termasuk perempuan Saudi, bisa menyewa dan tinggal di hotel sendirian, dengan hanya menunjukkan kartu identitas ketika akan menginap, jelasnya.

Regulasi visa baru ini menyebut bahwa wisatawan perempuan tidak diwajibkan untuk menutup auratnya namun diharapkan berpakaian dengan pantas.

Alkohol masih tetap tidak diperbolehkan.

Apa di balik perubahan ini?

Lama dikenal sebagai negara dengan aturan yang sangat ketat, Arab Saudi kini berusaha untuk mengendurkan citranya di mata turis dan investor asing.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman baru-baru ini membuat perubahan substansial di kerajaan yang ultra-konservatif ini.

Itu termasuk menyudahi larangan perempuan saudi untuk mengemudikan kendaraan dan memperbolehkan perempuan bepergian ke luar negeri tanpa izin wali laki-laki.

Namun, perubahan-perubahan ini dibayangi oleh berbagai isu-isu yang sangat kontroversial, termasuk pembunuhan jurnalsi Jamal Khashoggi.

Simon Calder, editor perjalanan senior di The Independent, mengatakan bahwa pelonggaran peraturan visa kemungkinan akan meningkatkan jumlah orang yang bepergian ke kerajaan.

"Penyederhanaan birokrasi untuk memperoleh visa harus mengarah pada peningkatan jumlah pengunjung segera - awalnya, saya bayangkan, dari mereka yang memiliki minat di dunia Arab dan warisannya," katanya kepada BBC. (VVA/*).

Share
Loading...
Berita Terkait
Komentar

Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.