• Home
  • Kilas Global
  • Pemilihan Rektor Oleh Presiden, DPR Minta Penjelasan Menristekdikti
Senin, 05 Juni 2017 14:53:00

Pemilihan Rektor Oleh Presiden, DPR Minta Penjelasan Menristekdikti

Loading...
 
NUSANTARA, - Komisi X DPR yang membidangi Pendidikan Tinggi (Dikti) akan memanggil Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir terkait wacana pemilihan rektor oleh Presiden Jokowi.
 
Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya, Menristekdikti akan diminta penjelasan soal wacana pemilihan rektor oleh presiden sebagaimana yang dikemukakan Mendagri Tjahjo Kumolo.
 
"Komisi X DPR RI akan mengundang Menristekdikti untuk meminta penjelasan rencana kebijakan tersebut dalam Rapat Kerja yang akan dijadwalkan dalam dua minggu mendatang," kata Teuku, kepada Topik.id, Jakarta, Sabtu (3/6).
 
Semestinya, kata Teuku, sebelum mengambil sebuah kebijakan, pemerintah harus membuka ruang dialog terlebih dahulu dengan para pemangku kepentingan.
 
"Khususnya membuka dialog dengan Majelis Rektor PTNI yang beranggotakan 118 Perguruan Tinggi/Politehnik Negeri se Indonesia," tegas politikus Partai Demokrat itu.
 
Diketahui, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pemerintah berencana menyusun kebijakan pemilihan rektor perguruan tinggi (PT) yang melibatkan rekomendasi presiden.
 
Kebijakan tersebut, jelas Tjahjo, dilatarbelakangi oleh maraknya ideologi radikalisme yang masuk ke kampus-kampus serta untuk memastikan rektor yang menjabat benar-benar menjalankan nilai-nilai Pancasila.
 
"Karena perguruan tinggi Itu adalah sebuah lembaga yang tidak hanya berhubungan dengan mahasiswa tapi dia juga berbagai disiplin ilmunya dengan berbagai kegiatannya, dia bisa menyatu dengan elemen-elemen masyarakat," kata Tjahjo, di Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (1/6).
 
Keputusan ini, menurutnya merupakan hasil komunikasi Mensesneg dengan Presiden Jokowi dan Menristekdikti. Melalui komunikasi tersebut, akhirnya diputuskan pemilihan rektor harus dilakukan langsung oleh presiden.
 
"Supaya utuh sajalah saya tidak bisa mendefinisikan kira-kira ada forum konsultasi antara Pak Menristekdikti, Menko (PMK) dan Bapak Presiden, memutuskan siapa yang jadi rektor," tambahnya. (bis/net).
 
Share
Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Walikota Pekanbaru Terima Penghargaan Satya Lencana Karyabhakti Praja Nugraha

    PEKANBARU-Walikota Pekanbaru, Firdaus, kembali menerima anugerah nasional. Kali ini, orang nomor satu di Pekanbaru itu menerima penghargaan Satya Lencana Karyabhakti Praja Nugra

  • 18 jam lalu

    Jack Ma Mundur, Alibaba Group Rombak Manajemen

    SHANGHAI - Alibaba Group Holding Ltd mengatakan pada Selasa (17/6) bahwa direktur keuangan Maggie Wu, akan mengawasi unit akuisisi strategis dan investasi perusahaan, sebagai ba

  • 21 jam lalu

    SHOPLINE, Asia's Biggest Smart Commerce Platform, Strengthens Foothold in Southeast Asia following Malaysia Launch


    KL adds to SHOPLINE’s expanding network in bid to support more merchants go digital and go global

    HONG KONG, CHINA, - 18 June 2019 - SHOPLINE, the global smart

  • 15 jam lalu

    Demo Sidang MK, Hehamahua: Anak Perusahaan BUMN adalah BUMN

    JAKARTA - Mantan penasihat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua angkat suara soal defenisi perusahaan anak BUMN sebagai usaha milik negara. Menurut dia, ana

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.