Sabtu, 30 November 2019 08:36:00

Reuni 212, Polisi tak Lakukan Penyekatan Massa ke Jakarta

NASIONAL, - Polda Metro Jaya tidak membuat persiapan khusus untuk pengamanan acara Reuni Akbar 212 yang berlangsung pada 2 Desember 2019. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan Reuni Akbar 212 adalah kegiatan biasa, karena itu tak perlu disiapkan pengamanan khusus.

"Itu hal biasa, pengamanannya juga biasa saja," kata Kombes Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Yusri juga mengatakan Polda Metro Jaya tidak menyiapkan pengamanan khusus dengan menyekat masyarakat luar Jakarta yang ingin hadir dalam reuni itu. Pada penyelenggaraan sebelumnya, polisi membatasi pergerakan massa yang akan bergabung dengan peserta Reuni 212.

"Enggak ada, ini pengamanan biasa saja yang tidak ada penyekatan," ujar Yusri.

Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Mujahid 212, KH Awiet Masyhuri menyebut acara Reuni 212 sudah mendapat izin dari pihak kepolisian. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pihak yang mempermudah kegiatan tersebut.

"Sejumlah perizinan dan rekomendasi telah dikantongi pantia. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mempermudah urusan ini, khususnya Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya," kata Awiet dalam konfrensi pers di Gedung Dewan Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Jakarta, Jumat (29/11).

Awiet juga mengaku bahwa pihaknya telah menggelar rapat persiapan keamanan dengan pihak Polda Metro Jaya. Izin didapatkan karena kondisi Jakarta saat ini kondusif untuk menyelenggarakan acara besar. Kegiatan ini murni untuk persatuan bangsa dan umat.

"Alhamdulillah, hingga kini persiapan panitia Maulid Agung dan Reuni Mujahid 212 hampir mencapai 90 persen," kata Awiet.

Panitia Reuni 212 mengaku saat ini sedang mengupayakan kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab (HRS) agar bisa menghadiri acara Reuni Akbar 212. Dua orang utusan sudah dikirim ke Arab Saudi untuk mengupayakan kepulangan HRS sebelum acara Reuni 212 dimulai pada Senin (2/12) dini hari.

"Sekretaris Umum FPI Munarman dan Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak sedang berada di Makkah untuk memproses kepulangan HRS," kata Ketua PA 212 Ustaz Slamet Maarif kepada wartawan di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta, Jumat (29/11), dilansir antara.

Reuni 212 menyuarakan tiga isu besar dalam acara yang dilangsungkan pada 2 Desember mendatang. Ketiga isu tersebut yakni kasus dugaan penistaan agama, pencekalan Imam Besar FPI Habib Riziq Shihab dan kondisi umat di Palestina. (*).

Share
Loading...
Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    [POTO] Reuni 2/12/2019 = 212

    NASIONAL, - Ketua Dewan Pengarah Reuni Akbar 212 Yusuf Martak mengatakan, reuni yang digelar di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta tidak ada kaitannya dengan politik.

    Seju

  • 2 minggu lalu

    Gubernur DKI Anies ucapkan Selamat Datang Kembali di Jakarta

    NASIONAL, - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyambut massa reuni 212 di Monumen nasional (Monas). Dalam kesempatan itu, ia menyatakan bahwa acara reuni 212 yang dila

  • 2 minggu lalu

    Reuni 212 Diharap Sampaikan Pesan Produktif

    NASIONAL, -  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berpesan kepada peserta Reuni 212 agar menyampaikan pesan-pesan produktif. Reuni 212 dijadwalkan digelar di kawasan Monum

  • tahun lalu

    Bunuh Diri Massal Pers Indonesia Jilid II

    Dengan mengamati berbagai halaman muka media, kita bisa mendapat gambaran apa terjadi di balik semua itu? Media bersama kekuatan besar di belakangnya, tengah melakukan agenda se

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.