Minggu, 23 Februari 2020 00:29:00

Rusak Mesin, Kapal Cepat WNA 'Tesadai' di Pulau Bengkalis


RIAU, BENGKALIS, - Kapal cepat yang membawa sebanyak lima warga negara asing (WNA) terdampar (tesadai) di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, sejak tiga hari yang lalu diduga akibat kerusakan mesin kapal tersebut.

"Diduga mesin kapal mengalami kerusakan sehingga kapal tersebut berhenti dan terdampar di perairan Tanjung Mayat PT. Meskom Kecamatan Bengkalis," kata Kepala Pos Basarnas Bengkalis, Transpiranto, Sabtu (22/2).

Dijelaskannya, kapal pesiar dengan nama KM Ledy Yeedadiduga milik orang asing yang berpenumpang empat warga negara Thailand dan seorang warga Inggris.

"Identitas lima WNA tersebut empat di antaranya berwarganegara Thailand, Ratdawan (46), Det (40), Master Naithan (15), Budsaba (41), dan satu asal negara Inggris bernama Roger Anthony (50)," ungkapnya.

Dijelaskannya lagi, kapal tersebut berlayar dari Singapura tujuan ke Malaysia, dan ketika di tengah perjalanan kapal mengalami kerusakan pada mesin. Selama tiga hari kapal terombang ambing di lautan, di hari ke tiga kapal terdampar di pinggir laut.

"Kapal tersebut ditemukan pertama oleh Sineriyo yang merupakanAsisten Afd 3 inti PT. Meskom," kata Transpiranto.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah kapal yang membawa sebanyak lima warga negara asing (WNA) terdampar di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau sejak tiga hari yang lalu.

"Beberapa hari lalu kita mendapat kontak melalui jaringan radio, ada kapal yang hanyut dan terdampar di pulau Bengkalis tepatnya di areal PT. MAS, kapal tersebut merupakan kapal pesiar dan ditumpangi lima WNA," ujar Ari salah seorang petugas dari tim SAR Bengkalis ketika dihubungi, Sabtu (22/2).

Saat ini tim gabungan sedang menuju ke lokasi kapal pesiar dan warga asing yang terdampar. TIm gabungan menggunakan jalur darat dan air melalui kanal kanal PT. MAS.

"Tim gabungan dari SAR, Kepolisian, Imigrasi, petugas medis dan Karantina Bengkalis sedang menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap lima WNA tersebut dan belum diketahui secara pasti asal dari negara mana kapal tersebut," ungkapnya.

Diungkapkan Ari, lima WNA tersebut di antaranya tiga laki-laki dan dua perempuan dan penyebab kapal tersebut terdampar belum diketahui secara pasti karena tim masih menuju ke lokasi.

"Dua orang laki laki diperkirakan masih muda, sedangkan satu orang lagi sudah lanjut usia, sedangkan dua perempuan diperkirakan masih muda dan penyebab kapal tersebut terdampar belum diketahui secara pasti," kata Ari.

Ari juga mengatakan selama terdampar WNA telah mendapat bantuan dari pihak PT. MAS untuk memberikan bantuan makanan dan belum dilakukan evakuasi karena menunggu pihak terkait, dan juga dikuatirkan ada terkait wabah virus corona.

"Kami bersama tim lainnya sedang di lapangan, untuk informasi selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan oleh tim yang turun," kata Ari. (ant/*).
sumber: antara.

Share
Berita Terkait
  • 4 jam lalu

    Meski Dilarang Menteri, Lelang Fisik dengan DAK di Siak Tetap Jalan

    RIAUONE.COM,SIAK- Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Siak tidak meng

  • 7 jam lalu

    Beredar Kabar Penutupan Pabrik Kelapa Sawit, Bupati Rohul Membuat Surat Edaran Untuk Tetap Buka.

    ROKAN HULU, RIAUONE.COM - Mencermati beredarnya isu yang berkembang ditengah masyarakat dan berita dibeberapa media online tentang akan adanya penutupan pabrik minyak kelapa saw

  • 12 jam lalu

    Bulog Tembilahan Pastikan Stok Beras Cukup Tiga Bulan ke Depan

    RIAUONE.COM- Kepala Bulog Kabupaten Indragiri Hilir, Fikri Firdaus memastikan ketersediaan beras yang ada di Bulog cukup untuk tiga bulan ke depan.


    "Ketersediaa

  • 12 jam lalu

    PKB Inhil Kembali Lakukan Aksi Lawan Corona di Kecamatan Keritang

    RIAUONE.COM-  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indragiri Hilir kembali melakukan aksi pencegahan virus corona atau Covid-19 di Kecamatan Keritang, Sabtu (4/4/2020)

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.