Kamis, 03 Januari 2019 09:40:00

Tak ada Perayaan Tahun Baru di Tanah Suci Makkah

JCH magrib in madinah


Oleh: Uttiek M Panji Astuti, Penulis Buku dan Traveller dari Madinah

Karena selalu pergi di akhir tahun, saya beberapa kali melewati pergantian tahun di Tanah Suci dan beberapa negara lain dalam perjalanan lanjutan usai umrah. 2014 di Maroko, 2015 di Istanbul, 2016 di Kairo, dan 2017 di Uzbekistan.

Sewaktu haji tahun 2006, malah tak hanya tahun baru Masehi. Namun, tahun baru Hijriyah pun posisi saya masih ada di Makkah. Tak ada yang istimewa dari keduanya.

Semua aktivitas berjalan sepe    rti biasa. Bahkan, tak banyak yang menyadari kalau hari itu tahun berganti. Di Saudi hanya ada tiga hari besar yang dirayakan: Idul Fitri, Idul Adha, dan belakangan National Day atau semacam 17 Agustus kita.

Tahun 2013 saya merasakan meriahnya 1 Syawal di sini. Sejak sebelum Subuh, jamaah umrah dan penduduk lokal sudah berduyun-duyun ke masjid. Itu shalat Ied terpagi yang pernah saya alami, karena keluar dari kamar hotel jam 3.00 dini hari.

Setelah shalat Ied, di pelataran masjid orang-orang saling bersalaman memaafkan. Beberapa anak muda membuat atraksi untuk memeriahkan suasana. Kacang goreng yang saya bawa dari Jakarta diserbu jamaah dari berbagai negara.

Perayaan Idul Adha ditandai dengan muktamar akbar di jamarat. Tanggal 10 Dzulhijjah jamaah haji bergerak ke Mina untuk melaksanakan jumrah Aqabah. Beberapa kali momen ini menjadi duka, karena adanya insiden Mina.

Lalu, apa istimewanya tahun baru di Tanah Suci? Tidak ada!

Sarah, perempuan cantik asal Turki yang datang bersama ibunya mengeryitkan dahi ketika saya tanya tentang pergantian tahun semalam. "New year? Today? I didn't remember at all," jawabnya.

Begitupun dengan Suryati, jamaah asal Semarang, "Mboten kemutan Mbak, wong ket wingi fokus ngibadah -enggak ingat, Mbak, dari kemarin fokus ibadah-. Mumpung sedang di Tanah Suci, ngibadah sebanyak-banyaknya," jawabnya dengan logat Jawa yang medok.

Saripah, petugas kebersihan pintu 17 asal Purwakarta yang selalu saya jumpai saat berada di Madinah pun mengungkapkan hal yang sama. "Tidak ada perayaan apapun Bu Hajjah."

Kemarin sore memang ada kemeriahan, tapi karena bertepatan dengan hari Senin. Setiap Senin dan Kamis ada buka bersama atau iftar jami'an di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Namun, suasananya lebih menyenangkan di Masjid Nabawi karena penduduk Madinah yang merupakan keturunan sahabat Anshar tersohor dengan kedermawanannya dalam menerima para tamu Allah. (*).

Share
Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Sekitar Tahun Baru, Warga Banda Aceh Dilarang Rayakan Malam Tahun Baru, Tak Sesuai Syariat Islam

    JAZIRAH, - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh, Aceh, mengeluarkan seruan bersama yang berisi larangan perayaan malam tahun baru 2021. Sama seperti tah

  • 2 bulan lalu

    Walikota Sungai Penuh Keluarkan Surat Edaran Peniadaan Kegiatan Tahun Baru

    JAMBI, SUNGAIPENUH, - Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri dengan resemi mengeluarkan surat edaran (SE) walikota yang ditandatangani oleh Wakil Walikota Drs. H. Zulhelmi, S H

  • tahun lalu

    Sebanyak 3 Miliar Warga China Akan Mudik untuk Rayakan Tahun Baru Imlek

    DUNIA, BEIJING, - Tahun baru Imlek akan jatuh pada 25 Januari 2020. Di China, perayaan Imlek identik dengan mudik atau pulang kampung.

    Tak tanggung-tanggung, diperkirakan

  • 2 tahun lalu

    Ini Saran Lapan untuk Penyempurnaan Arah Kiblat pada 26-30 Mei pada Akhir Romadhon 2019

    NASIONAL, -  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyarankan agar umat Islam di Indonesia memperhatikan arah kiblat dengan melihat matahari pada 26 hingga 30

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2021 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.