• Home
  • Hukrim
  • Aiihh, Suami 2 Bulan Tak Pulang, Saat Istri Lapor dan Gerebek Lelaki Itu Sedang Tidur Bersama Janda
Minggu, 16 Juni 2019 12:01:00

Aiihh, Suami 2 Bulan Tak Pulang, Saat Istri Lapor dan Gerebek Lelaki Itu Sedang Tidur Bersama Janda

Loading...


NUSANTARA,  - Kejadian memilukan dialami istri sah di Kota Sumenep, Sumenep, Jawa Timur berinisial YL yang sudah dua bulan tak diberi nafkah oleh sang suami.

YL yang menjadi istri sah AS berkali-kali mengajak Satpol PP untuk menggerebek sebuah kamar kos atau indekos di Jalan Anggrek, Perum Bumi Sumekar Asri, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Namun, baru pada Jumat (14/6/2019) sekitar pukul 23.40 WIB, keinginannya itu diiyakan oleh Satpol PP.

YL yang asli Desa Pamoloan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep bersama beberapa anggota Satpol PP pun beranjak menuju indekos yang dimaksud.

Setibanya di indekos itu, YL menemukan sang suami tengah berduaan dengan seorang perempuan yang sudah menjanda berinisial LF.

"Sudah dua tahun suaminya berhubungan dengan janda LF warga asal Kalianget. Bahkan sudah 2 bulan tidak pulang.

YL meminta kami merazia rumah kos yang ditempati suaminya bersama sang janda,” terang Kasi Trantibum Satpol PP Sumenep, Nur Hartatik, Sabtu (15/6/2019).

Ternyata pasangan itu sedang tidur berduaan di kamar kos dengan pintu tertutup.

“Kita gerebek keduanya saat sedang tidur di kamar kos, dalam pintu kamar terkunci.

Kami datang langsung bersama istri sahnya dan sejumlah warga,” imbuhnya.

Setelah pasangan itu membuka pintu, mereka langsung digelandang ke markas Satpol PP untuk dimintai keterangan.

“Kita langsung amankan kedua pasangan itu, dan setelah dimintai keterangan mengaku nikah siri," paparnya.

Menurut Nur Hartatik, kedua pasangan itu mengaku sudah nikah siri.

"Setelah dimintai keterangan mengaku sudah nikah siri, dan kami pertemukan kedua belah pihak.

Alhamdulillah katanya ingin rujuk kembali. Janda LF pun telah menerima dengan legowo,” katanya.

Pihaknya mengimbau kepada para pengelola rumah kos untuk mematuhi aturan yang berlalu.

Sehingga segala sesuatu yang tidak diinginkan tidak akan terulang terus menerus.

“Kami minta kepada masyarakat, utamanya untuk pengelola kos agar mematuhi aturan sesuai perjanjian di dinas perizinan,” imbaunya. (*)

source: surya.co.id

Share
Komentar

Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.