• Home
  • Hukrim
  • Dua Mahasiswa di Riau Terlibat Jaringan Peredaran Narkotika
Sabtu, 30 Juni 2018 20:44:00

Dua Mahasiswa di Riau Terlibat Jaringan Peredaran Narkotika

Mahasiswa di Riau terlibat peredaran narkoba.
Loading...
RIAUONE.COM, PEKANBARU - Polisi Riau berhasil ungkap kasus jaringan narkoba yang marak terjadi Kota Pekanbaru. Tiga orang pelakunya ditangkap dan sempat membuat miris, karena ada mahasiswa yang ikut terlibat. 
 
Padahal harusnya mereka lah yang jadi penerus bangsa. Kini mereka mendekam di balik jeruji dengan barang bukti kejahatan berkilo-kilo narkoba.
 
 
"Barang yang kita amankan dari ketiga pelaku ini sebanyak 2 kilogram sabu dan 573 butir pil ekstasi," ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, seperti dilansir dari halloriau.com, Jumat (29/6/2018) siang. 
 
Pelaku ditangkap Polsek Senapelan berdasarkan hasil proses penyelidikan yang cukup panjang dengan memakan waktu lama. Untuk mendapatkan hasil maksimal, petugas butuh ekstra kesabaran. 
 
Dua wilayah penangkapan pelaku berinisial AK, DM dan DK, mengharuskan petugas menyatroni 2 tempat tinggal yang berbeda. Yakni di Marpoyan Damai dan Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru. 
 
"Dua pelaku yang kita amankan ini merukapan mahasiswa aktif di salah satu universitas, perguruan tinggi di Pekanbaru. Satunya lagi warga biasa," sebut Susanto. 
 
Saat ini, status dari ketiga pelaku ini belum dapat dipastikan tugasnya dalam jaringan tersebut. Namun saat diamankan, petugas menemukan barang bukti 2 kilogram sabu dan 573 butir inek di kost tempat tinggal mereka.
 
"Ada timbangan dan klip juga kita temukan saat penangkapan mereka. Namun apakah pelaku ini pengedar atau kurir, belum dipastikan. Hanya saja menunggu proses penyelidikan," kata Susanto. 
 
Masih posisi penyelidikan, kata Susanto masih menyelusuri keberadaan jalur masuknya barang haram tersebut. Informasi yang didapat berasal dari Kabupaten Bengkalis. 
 
"Asal barang di luar Pekanbaru, pengendaliannya ada di Bengkalis. Apakah masuk dari Aceh, Dumai atau Bengkalis, tim masih bekerja untuk mendapatkan jalur pasti masuknya barang tersebut. Masih didalami," beber Susanto. 
 
Proses panjang dilakukan Polresta Pekanbaru dan jajaran dibantu Polda Riau terkiat asal muasal barang haram tersebut. Merupakan kerjasama yang apik, untuk mendapatkan hasil yang sempurna dalam ungkap kasus narkoba. 
 
"Proses awal penangkapan tersebut dari tangkapan 5 butir ekstasi. Lalu dikembangkan lagi dan menemukan 2 kilogram sabu dan 573 butir ekstasi. Ini masih kita kembangkan kembali, tidak sampai di sini saja," ucap Susanto. 
 
Untuk Pasal yang disangkakan kepada pelaku ini, Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang tentang narkotika Nomor 35 tahun 2009. 
 
"Terakhir, kita juga akan mengaitkan pelaku ini dengan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," pungkas Susanto.***
 
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.