• Home
  • Hukrim
  • Frederich Yunadi Minta Pindah Rumah Tahanan, Keamanan tak terjamin
Jumat, 13 April 2018 12:50:00

Frederich Yunadi Minta Pindah Rumah Tahanan, Keamanan tak terjamin

Loading...
Jakarta, - Advokat Fredrich Yunadi meminta Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta agar dapat memindahkan penahanannya dari Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK ke Rutan Polres Jakarta Pusat.
 
Dia merasa tidak terjaminnya keamanan di Rutan Cabang KPK.
 
"Kami mohon izin kepada yang mulia untuk lebih mempercepat misalkan mohon izin di Polres Jakarta Pusat sangat dekat karena di sana itu keamanan tidak terjamin kemarin kami dijejelin 11 orang ditumpuk-tumpuk seperti ikan asin. Kalau tidak di (rutan) Polda yang dekat," kata Fredrich di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (12/4/2018)
 
Terkait hal itu, Ketua Majelis Hakim Saifudin Zuhri pun meminta pendapat terlebih dahulu dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.
 
"Terkait pemindahan rutan kami minta dulu pendapat dari Penuntut Umum karena untuk memutus ini perlu masukan memang prinsipnya atau formalitas kami yang menahan tetapi praktiknya Penuntut Umum yang mengambil, mengembalikan (terdakwa)," kata Hakim Saifudin.
 
Selanjutnya, Jaksa KPK Takdir Suhan menyatakan pihaknya membutuhkan waktu karena akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak rutan tempat penahanan terdakwa.
 
"Kami butuh waktu untuk mengkoordinasikan dengan pihak rutan tempat penahanan terdakwa. Alasan-alasan baik itu permohonan yang disampaikan terdakwa sesuai atau tidak dengan ketentuan walaupun kami sifatnya cabang yang ada di Cipinang akan tetapi tetap patokan memenuhi ketentuan apa yang ada di Lapas Cipinang," tuturnya.
 
Hakim Saifudin pun menyampaikan kepada Fredrich agar menyadari bahwa risiko untuk menjadi seorang tahahann memang seperti itu.
 
"Perlu saya sampaikan juga bahwa risiko untuk ditahan memang seperti itu mohon disadari," kata Saifudin.
 
Namun, Fredrich pun kembali meminta pertimbangan hakim soal pemindahan penahanan tersebut karena terkait dengan keselamatan jiwa.
 
"Kalau pagi cuma dikasih bubur kacang hijau cuma sesendok kan itu penyiksaan secara tidak langsung kan katanya satu hari punya jatah Rp40 ribu ini kan korupsi Pak. Kami masukin makanan tidak boleh Pak seminggu cuma dua kali, itu apa punya peri kemanusiaan apa tidak?," ucap Fredrich seperti dilansir Antara.
 
Fredrich didakwa pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.
 
Pasal itu mengatur mengenai setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang terdakwa maupun para saksi dalam perkara korupsi. (IND/*).
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 4 jam lalu

    PT Tasma Puja Bangun Akses Jalan kebun Masyarakat

    KAMPA,- Bentuk Kepeduli terhadap masyarakat sekitar perusahaan, PT Tasmapuja bangun akses jalan menuju perkebunan masyarakat.
     
    Kepada Aw
  • 7 jam lalu

    LAM Kabupaten Siak Bersama Tokoh Lainnya, Menolak Kegiatan Ansor Dan Banser Ditanah Melayu

    RIAUONE.COM - Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Siak bersama Pemuda, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat menyatakan Menolak kegiatan yang dilakukan oleh Anshor dan Banser d
  • 10 jam lalu

    Camat Sentajo Raya, Kades Marsawah Ketua BPD, staf Ahli Bupati Eriswan, dan Wartawan Lintas Media, Diskusi

     
    KUANSING,- Camat Sentajo Raya Agus Siswanto,SSTP beserta Staf Ahli Bupati Kuansing bidang Ekonomi Pembangunan Eriswan,Spi M.Si dan Kepala Desa Marsawa
  • 10 jam lalu

    Bupati Rohul Turut Hadir Di Rakernas Akutansi Dan Pelaporan Keuangan Negara Tahun 2018

    RIAUONE.COM - Bupati Rokan hulu (Rohul) H. Sukiman Hadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dilaksanakan di gedung Dhanapala Kementrian Keuangan, Jakarta Kamis (20/9/201
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.