• Home
  • Hukrim
  • Kasus Penemuan Ratusan Kartu JKN-KIS di Tong Sampah Belum Dilaporkan BPJS Tembilahan ke Polisi
Senin, 11 Mei 2020 20:45:00

Kasus Penemuan Ratusan Kartu JKN-KIS di Tong Sampah Belum Dilaporkan BPJS Tembilahan ke Polisi

Ratusan Kartu BPJS Kesehatan ditemukan warga di Tong Sampah di Sungai Beringin Tembilahan-Inhil

RIAUONE.COM-  Kasus ditemukannya ratusan Kartu JKN-KIS BPJS Kesehatan di tong sampah oleh warga Kelurahan Sungai Beringin di sekitar Stadion Beringin Tembilahan awal tahun 2020 lalu masih mesterius. 

Kasus yang sempat menyita perhatian masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga kini belum diketahui siapa dalangnya dan apa motif dari oknum yang diduga sengaja 'membuang' kartu-kartu tersebut. 

Dugaan sementara, Kartu JKN- BPJS Kesehatan yang masih aktif itu sengaja dibuang  oleh salah satu oknum pengurus partai tertentu. Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, rencananya kartu ini akan dikirim ke Daerah Pemilihan (Dapil) Inhil 2 yaitu Kecamatan Gaung.

Sementara itu, untuk mengembangkan kasus ini, pihak Polres Inhil yang menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan kartu-kartu BPJS JKN-KIS tersebut mengaku belum mendapat laporan resmi dari pihak BPJS Cabang Tembilahan.

"Kami masih menunggu pihak BPJS membuat laporan ke Polres," ujar Kapolres Inhil melalui Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Indra Lamhot Sihombing SIK, melalui pesan singkatnya, Senin (11/5/20).

Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Tembilahan Meri Lestari, melalui Dery Suryadri Putra selaku Kepala Bidang SDMUKP BPJS Kantor Cabang Tembilahan tidak menampik jika kasus penemuan kartu-kartu ini di tong sampah belum dilaporkan ke Polres Inhil.

Menurutnya, secara tertulis laporan terkait kasus ini sudah disampaikan satu bulan lalu ke Kepwil dan diteruskan ke Kantor BPJS Pusat. Namun sebagai instansi vertikal, BPJS Cabang Tembilahan dalam mengambil keputusan harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Jadi laporan itu harus berjenjang sesuai SOP. Sekarang ini masih menunggu keputusan dari pusat, apakah kasus ini dilaporkan ke polisi atau tidak. Karena memang setiap BPJS mau melakukan tindakan itu, kami harus izin ke BPJS Pusat dulu," kata Dery. 

Dikatakan Dery, pihaknya dalam hal ini BPJS Cabang Tembilahan harus melaporkan secara berjenjang setiap tindakan mulai ke Kedeputian Wilayah (Kepwil) Sumbagteng -Jambi, kemudian barulah sampai Kantor BPJS Pusat. Begitu juga jenjang turunan nanti.

Lalu kapan keputusan dari pusat keluar dan melaporkan perihal kejahatan tersebut ke Polres Inhil, Dery tidak bisa memastikan kapan. Ia hanya berucap, akan menunggu instruksi dari BPJS Pusat.

"Belum tau kapan. Namun sebagai bentuk komitmen, BPJS akan terus bentindak sesuai prosedur. Apa lagi BPJS adalah pihak yang dirugikan dengan kasus ini," sebutnya. (*).


Share
Komentar

Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.