• Home
  • Hukrim
  • Kepolisian Daerah Riau akan segera memeriksa Jony Boyok Terlapor Penghina Ustaz Somad
Senin, 10 September 2018 08:24:00

Kepolisian Daerah Riau akan segera memeriksa Jony Boyok Terlapor Penghina Ustaz Somad

Ustaz Somad.
Loading...
NASIONAL,  -- Kepolisian Daerah Riau akan segera memeriksa JB, yakni pihak terlapor dalam kasus penghinaan Ustadz Abdul Somad (UAS). Pemeriksaan ini merupakan langkah lebih lanjut kepolisian setelah sebelum meminta keterangan pada Somad selaku saksi korban.
 
"Rencana selanjutnya akan memeriksa terlapor saudara JB," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Sunarto saat dikonfirmasi Republika, Ahad (9/9).
 
Sunarto enggan menjelaskan lebih rinci, kapan JB akan diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Namun, ia memastikan, polisi segera memanggilnya.
 
JB akan diperiksa penyidik sebagai terlapor atau pihak yang dianggap pelapor melakukan penghinaan terhadap Abdul Somad. "Ya, segera (diperiksa)," katanya singkat.
 
Sebelumnya, Somad juga telah dimintai keterangan pada Sabtu (8/9). Pemeriksaan dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau. Sunarto menjelaskan, sejumlah keterangan diminta dari ustadz kondang tersebut. UAS diperiksa sebagai saksi korban.
 
Selain UAS, kepolisian juga meminta keterangan dua saksi lainnya. Namun, Sunarto tidak membeberkan pertanyaan dalam pemeriksaan itu, mengingat hal tersebut meruapkan materi penyidikan.
 
Tim Pengacara UAS, Zulkarnain Nurdin menuturkan UAS mendapatkan kurang lebih 10 pertanyaan dari penyidik. Semua pertanyaan itu, kata Zulkarnain dijawab baik, lengkap, dan lancar oleh UAS.
 
Atas pemeriksaan ini, dia mengapresiasi penyidik Polda Riau atas cepatnua proses penyelidikan sejak dilaporkan Kamis (6/9) lalu. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah gelar perkara, lalu secepatnya limpahkan ke kejaksaan. Kalau sudah P21 ke pengadilan, sehingga ada kepastian hukuman," ujar dia.
 
Kasus ini bermula saat seseorang berinisial JB dilaporkan dengan dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Melalui akun Facebook-nya, JB disebut menghina pribadi UAS.
 
JB mengunggah kalimat tersebut di akun facebook pada tanggal 2 September 2019 lalu. Kalimat itu dianggap tidak sepatutnya dialamatkan pada UAS yang disebut JB sebagai perusak kerukunan beragama. JB pun dilaporkan tim kuasa hukum UAS.
 
Zulkarnain berharap JB dapat dihukum maksimal karena ia menganggap JB sudah mencemarkan nama baik, menghina, membuat perasaan UAS tersakiti. Sesuai pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik, JB bisa terancam hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 750 juta. (rep/*).
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Are Southeast Asia?s Retailers and Brands customer #ready?

    Southeast Asia's leading retailers, investors and technology leaders to meet at #ready2018 in Singapore to discuss the future of digital commerce and SEA's readiness f

  • 3 jam lalu

    Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Jadi Rp5.397 T!

    NASIONAL, - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia terus tumbuh di akhir kuartal III-2018. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal III-2018 tercatat US$ 359,8 miliar atau Rp 5.397 tr

  • 3 jam lalu

    Ini Besaran Utang Luar Negeri BUMN di Indonesia

    NASIONAL, - Utang Luar Negeri Indonesia terus tumbuh di akhir kuartal III-2018. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal III-2018 tercatat US$ 359,8 miliar atau Rp 5.397 triliun
  • 3 jam lalu

    128 Atlit Pencak Silat Ikuti Kejurkab Tajaan IPSI Inhil

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN - Untuk memantau dan menjaring atlit yang berpotensi, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Indragiri Hilir menaja Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.