• Home
  • Kepri
  • Diduga Akibat Sistem Zonasi, SMA PGRI Tanjungpinang Akan Tutup
Selasa, 17 September 2019 17:01:00

Diduga Akibat Sistem Zonasi, SMA PGRI Tanjungpinang Akan Tutup

RIAUONE, Tanjungpinang - Zonasi pada penerimaan siswa baru membuat sekolah SMA swasta PGRI Tanjungpinang tidak ada yang mendaftar dengan akibat sekolah terbengkalai.

Pasalnya, dengan Sistem zonasi ini sekolah swasta kalah bersaing dengan sekolah negeri karena faktor kedekatan rumah dan sekolah.

Plt Kepala Sekolah SMA PGRI, Santoso mengatakan akibat sistem zonasi itu sekolahnya hanya tinggal Enam siswa kelas12 orang siswa saja .

"Kelas 11 dan 12 tidak ada siswa, tidak ada yang daftar, tahun 2017 itu lah terkhir ada daftar, yang siswa kelas 3 sekarang, " ucapnya Kepada riauone.com Selasa, (17/9/2019).

Ia mengutarakan juga berbagai upaya yang ia lakukan juga untuk mensosialisasikan SMA PGRI ini mulai dari Radio, media sosial, dan lainnya

"Semuanya sudah saya lakukan mas, koordinasi dengan yayasan sudah, di sini perlu peran peran pemerintah mas, " "ujarnya

Ia juga pernah menyampaikan kepada wali murid yang saat ini tinggal 6 siswa untuk berpindah sekolah karena kondisi tidak memungkinkan, akan tetapi pihak wali murid malah mendorongnya agar tetap meluluskan mereka.

"Kami pernah sampaikan wali murid kalau mau pindah silahkan, tetapi mereka memberi kami dorongan agar meluluskan mereka, " katanya

Karena dengan kondisi ini, ia menyampaikan semua anggaran di Sekolahnya swadaya karena dana BOS ditolaknya, ia tidak berani mengelolanya

"Dana BOS aja kami tolak mas, kami tidak berani mas itu ada pertanggungjawabannya mas, Sudah lima kami tidak begaji mas " katanya

Saat ini juga guru hanya tinggal 2 saja, dikatakannya guru yang lama sudah tidak bertahan lagi dengan kondisi ini.

"Para guru yang dulu rata- rata pindah ke sekolah negeri, ada yang jadi pegawai mas, jadi kami sarankan siswa itu untuk belajar langsung ke rumah guru yang dulu pernah mengajar agar lebih maksimal apalagi mereka sebentar ujian, "katanya

Ia menuturkan akan tetap bertahan sampai anak kelas 12 lulus karena merupakan tanggungjawabnya juga untuk meluluskan generasi masa depan.

"Kami akan terus memperjuangkan anak murid kami sampai lulus mas, kalau saya tinggalkan ini, gimana mereka , anak murid kita ini generasi masa depan mas, " paparnya

Kalau sampai tahun depan kondisinya seperti ini juga tidak menutup kemungkinan SMA PGRI akan tutup.

Ia berharap Pemerintah memperhatikan SMA PGRI.

"Jangan hanya kami yang semangat, tapi perlu peran pemerintah, bagaimana solusinya, " imbuhnya

Sementara itu dari pantauan media ini terlihat kondisi fisik halaman depan seperti tidak terurus , dari luar tidak tampak seperti ada kegiatan didalam. (tio/*).

Share
Komentar

Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.