• Home
  • Kepri
  • Gara-gara Obat, Balai POM Kepri Jalin Kerjasama Instansi Pemerintah, Polda, Kejaksaan, dan BNN
Minggu, 08 Oktober 2017 09:09:00

Gara-gara Obat, Balai POM Kepri Jalin Kerjasama Instansi Pemerintah, Polda, Kejaksaan, dan BNN

Loading...
KEPRI, NUSANTARA, – Balai POM Kepri menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kepri, Polda Kepri, Korem, Kejaksaan, BNN untuk memberantas penyalahgunaan obat. Kepri dinilai cukup rawan, terhadap penyalahgunaan obat. Apalagi baru-baru ini belasan ton bahan PCC masuk dari India ke Batam.
 
Sinergitas antar lembaga ini, juga berdasarkan petunjuk dari Presiden RI Jokowi. “Presiden menginstruksikan, sesuai tugas pokok masing-masing lembaga dalam pemberantasan penyalahgunaan obat,” kata Kepala Balai POM Kepri Alex Sander, Rabu (4/10).
 
Dari pantauan Balai POM ada sebanyak 10 obat yang sering disalahgunakan yakni Carnophen, Rheumastop, Somadril, New Skelan, Carisipain, Carminofein, Etacarphen, Cazerol, Bimacarphen dan Karnomed. “Obat-obatan ini rentan disalahgunakan. Dan semenjak 2013, sudah dicabut izin edarnya. Kalaupun masih ada itu ilegal,” tuturnya.
 
Dengan adanya kerjasama antar lembaga ini, Alex berharap dapat mengoptimalkan pengawasan dan pencegahan peredaran obat-obat yang rentan disalahgunakan tersebut. “Sehingga perlu langkah nyata untuk Menyelematkan generasi muda,” ujarnya.
 
Ia mengatakan aksi nasional pemberantasan dan penyalahgunaan obat ini tak hanya dilakukan di Balai POM Kepri saja. Tapi juga di berbagai daerah lainnya.
 
Gubenur Kepri Nurdin Basirun berharap aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat ini bisa optimal. Karena didukung seluruh instansi yang ada dan juga mendapatkan berdasarkan mandat dari Presiden RI.
 
“Sesuai instruksi Presiden, semuanya wajib berkomitmen memberantas peredaran obat ilegal dan Penyalahgunaannya itu,” ucap Nurdin.
 
Nurdin menuturkan aksi ini harus diterapkan seluruh kabupaten dan kota di Kepri. Tentunya instansi yang berwenang tak bisa berjalan sendiri. Perlu juga peran aktif dan kesadaran masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan obat yang banyak di konsumsi generasi muda bangsa. “Mari rapatkan barisan, karena kita belum terlambat mencegah terjadinya peredaran obat ilegal ini,” tuturnya.
 
Sementara itu Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Ali Chosin menuturkan, bahwa pihaknya ikut berpartisipasi dalam pencegahan pengggunan obat ilegal itu. “Sebanyak 170 anggota kami masuk ke 60 sekolah yang ada di Kepri,” tuturnya.
 
Ia mengatakan apabila ada apoteker yang melakukan tindakan tak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas. “Apoteker haruslah praktek yang bermartabat,” pungkasnya. (btp/net/roc/*).
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Wakil Ketua I DPRD Kepri : Masyarakat Majemuk merupakan Kekayaan Bangsa

    KEPRI, - Sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), para pendiri negara menyadari bahwa keberadaan masyarakat yang majemuk merupakan kekayaan bangsa I
  • 8 bulan lalu

    Heboh Sabu 3 Ton, Ternyata Berita dan Informasi Bohong, Kapal Win Long Akhirnya Dilepas

    KARIMUN, KEPRI, - Setelah empat hari melakukan pemeriksaan terhadap kapal ikan berbendera Taiwan, Win Long, tim dari Satgasus Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai menyatak
  • 9 bulan lalu

    Diduga Muat Barang Ilegal, Polda Kepri Tangkap KM Nur Fauzi di Perairan Pinang!

    KEPRI, BATAM, - Direktur Polairud Polda Kepri Kombes Pol Teddy John Sahala Marbun, membenarkan adanya penangkapan Kapal KM Nur Fauzi, di perairan Tanjung Rambut Tanjungpina
  • 9 bulan lalu

    Cuaca Kepri Hari ini, Sebagian Besar Perairan Turun Hujan Ringan. Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Bintan

    BATAM, KEPRI, -  Badan Meteorologi Klimatologi Geofiksika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim Batam menyebutkan hujan ringan diperkirakan akan turun di perair
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.