• Home
  • Kepri
  • Tabrak Jembatan di Batam, Pemilik MT Glory Eastern dikenakan sanksi Rp10 miliar
Sabtu, 20 April 2019 08:39:00

Tabrak Jembatan di Batam, Pemilik MT Glory Eastern dikenakan sanksi Rp10 miliar

KEPRI, BATAM, - Pemilik kapal tanker MT Eastern Glory yang menabrak jembatan Nara Singa atau jembatan dua Batam Rempang Galang (Barelang) Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dikenakan sanksi untuk perbaikan jembatan tersebut Rp10 miliar.

Deputi III Bidang Pengusahaan Sarana dan Usaha di BP Batam Dwianto Eko Winaryo, di Batam, Jumat, mengatakan tim BP Batam bersama Kementerian PUPR sudah selesai melakukan pemeriksaan kerusakan jembatan dua Barelang. 

"Dari PUPR sudah keluar hitungan totalnya Rp9 sampai Rp10 miliar dan pemilik kapal melalui agen di sini sudah bersedia untuk membayar perbaikan jembatan," katanya.

Menurut dia, skema pembayaran perbaikan tidak dilakukan pemilik kapal tanker MT Eastern Glory ke BP Batam. Rupiah tersebut lanjut dia, tetap berada di rekening pemilik kapal.

Kata dia, pembayaran akan dilakukan pemilik kapal kepada Kementerian PUPR setelah perbaikan selesai. "PUPR akan meminta kontraktor yang membangun jembatan dua untuk melakukan perbaikan tidak melalui tender di BP Batam," paparnya.

Sebelumnya kapal tanker MT Eastern Glory menabrak jembatan dua Barelang pada Rabu (23/1) lalu. Kapal tersebut diketahui masuk dari Malaysia sejak 4 September 2018 lalu di terminalnya Jagad Energy.

Jagad Energi merupakan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Kapal MT Eastern Glory diketahui putus tali jangkar akibat angin kencang saat bersandar di terminal Jagad Energy dan terbawa arus hingga jembatan dua Barelang.

Kapal MT Eastern Glory diketahui pernah diamankan tim gabungan F1QR Lantamal IV dan Lanal Batam karena berlayar tidak sesuai dengan dokumen berlayar dan "port clearance". Selain itu Surat Keterangan Kecakapan (SKK) nakhoda, tidak sesuai dengan klasifikasi kapal.

Dari atas kapal tim TNI AL mengamankan lima ribu ton solar bersama 19 ABK termasuk nakhoda kapal berkewarganegaraan Indonesia. (ant/net/*).

Share
Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    Banyak Perusahaan Kolaps, Ratusan Bahkan Ribuan Karyawan di Batam Terancam PHK

    NASIONAL, BISNIS, BATAM, -  Prospek industri manufaktur di wilayah Batam sedang meredup. Berdasarkan laporan yang diterima media, setidaknya empat perusahaan elektronik di

  • 9 bulan lalu

    Dualisme kepemimpinan di Batam?

    NASIONAL, BATAM, -  Dualisme kepemimpinan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam sempat menjadi perbincangan. Meski begitu, Kepala Badan Pengusahaan

  • 9 bulan lalu

    Panitia Pelaksana Ibadah Haji: 20 haji Embarkasi Batam meninggal dunia

    KEPRI, Batam, - Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Hang Nadim Batam Kepulauan Riau mencatat, jumlah haji yang meninggal di Tanah Suci bertambah menjadi total 20 oran

  • 11 bulan lalu

    Ada Dua perusahaan Jepang berencana ekspansi ke Batam

    KEPRI, BATAM - Dua perusahaan besar asal Jepang akan menanamkan modalnya di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yaitu Hitachi dan Kobe Port.

    Kepala Badan Pengusahaan (BP)

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.