Rabu, 01 Agustus 2018 13:08:00

reformasi malaysia vs indonesia

Loading...
Kisah per-politikan di negeri Jiran Malaysia terlalu meng-inspirasi untuk rakyat indonesia.
 
Kisah Perseteruan Tun Dr Mahathir dengan Datok Anwar Ibrahim, ya kedua nya, dan kedua kubu rela mengnyampingkan urusan perseteruan itu demi menjayakan ganti pemerintahan di Malaysia, ada tujuan yg lebih besar daripada mengedepankan perseteruan keduabelahpihak. Anwar dan Mahathir membuka hati demi Malaysia.
 
Dan buktinya kaum oposisi berhasil memenangkan pilihan raya mengalahkan petahana Najib Razak.
 
Apa hubungan nya di Indonesia, rakyat indonesia harus belajar dengan negeri jiran Malaysia, rakyat Indonesia harus mengenyampingkan ego, kepentingan tertentu dan memilih satu calon demi perubahan negeri, Saya yakin lebih banyak rakyat yg merasakan miris dgn kondisi saat ini daripada yang nyaman, dengan kata lain rakyat 15% nyaman dan 85% miris melihat kondisi negeri, ekonomi lesu, etc.
 
Calon yg dibanggakan rakyat saat ini koalisi berseberangan dgn pemerintah. Dan untuk saat ini Calon presiden yg muncul baru satu, yakni Jendral Prabowo dgn dua wakil yg di rekomendasikan ijtima ulama dan umat yakni Ustaz Salim dan UAS.
 
Antara Salim dan UAS saling "tunjuk" dgn kata lain Ustaz Salim mengusulkan UAS saja Cawapres pendamping Prabowo, begitu sebalik nya UAS lebih dulu meng-capture poto Jendral Prabowo dan Ustaz Salim. " pasangan cocok, Jendral dan Ulama" kata UAS di IG nya.
 
Di lain sisi, walaupun UAS sudah dengan jelas tidak ingin maju dalam Pilpres 2019, namun ribuan umat di dunia maya seperti tidak terima, NETIJEN berontak menginginkan UAS menyambut keinginan umat agar maju mendampingi Jendral Prabowo.
 
Tidak ketinggalan Ustaz AIL (Arifin Ilham) ikut bicara menanggapi dan membujuk UAS " Tampillah, Bang, untuk menyelamatkan negeri ini. Senangkanlah hati umat. Penuhilah harapan ulama," Kata KH Arifin Ilham. (*).
oleh : M Nizar
 
 
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.