• Home
  • Parlemen
  • Anggota DPRD Kampar Kecam Aksi Premanisme Di Candi Muara Takus
Senin, 11 Juli 2016 18:07:00

Anggota DPRD Kampar Kecam Aksi Premanisme Di Candi Muara Takus

BANGKINANG, KAMPAR, RIAU - Wakil ketua komisi IV DPRD Kabupaten Kampar Diski mengecam keras prilaku oknum premanisme yang melakukan pungutan liar di lokasi objek wisata Candi Muaratakus Kecamatan XIII Koto Kampar. 

"Kita menghimbau kepada dinas pariwisata dan pemuka masyarakat desa Muara Takus untuk ikut andil dalam melakukan penertiban pungutan liar yang meresahkan pengunjung itu, karena apabila dibiarkan begitu saja maka orang tidak akan mau datang lagi kesitu," katanya kepada riauone.com Senin (11/6/2016).

"Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan serta kenyamanan pengunjung. Karena pengunjung pariwisata membutuhkan kenyamanan dan keamanan dari pungutan liar, kalau seperti itu yakinlah orang akan enggan dan tidak mau lagi datang berkunjung ke Candi Muara Takus yang kita banggakan itu" tegas Diski. 

Diski juga sangat menyayangkan lambannya pengawasan dinas pariwisata terhadap hal yang demikian, padahal dinas pariwisata sendiri mengambil PAD dari situ. 

Dinas pariwisata harusnya bisa membantu mengontrol kondisi yang meresahkan pengunjung yang datang. Bukan hanya itu, Niniok mamak dan tokoh pemuda juga harus ambil andil. Tukasnya. Pada pemberitaan sebelumnya, diarea pariwisata sejarah kerajaan Sriwijaya pengunjung merasa diresahkan oleh praktek premanisme yang meminta uang keamanan muda mudi sebanyak lima ribu rupiah per kepala. 

Dengan alasan tanah yang dijadikan tempat duduk oleh pariwisata itu bukanlah tanah pemerintah . Hal itu terbukti ketika salah seorang wartawan yang datang memantau keramaian lokasi objek wisata Candi Muaraakus itu. Sabtu (8/7/2016). Ketika duduk di bawah pohon rimbun pinggir jalan area candi. Dua orang pemuda yang tak dikenal, datang meminta uang keamanan ke pengunjung sebanyak lima ribu rupiah. 

"Bang uang keamanan dan kebersihan muda mudi lima ribu bang, itu sudah wajib bagi pengunjung yang muda mudi," pinta oknum tersebut. 

Hal yang serupa juga dirasakan oleh Wahyu (19) dan Alan (19). Pengunjung yang berasal dari kecamatan Kuok dan Bangkinang ini ternyata juga sudah menjadi korban dari pemerasan ulah oknum yang tak bertanggung jawab itu. 

"Ia bang, tadi kami juga diminta oleh oknum itu 10 ribu perkepala, alasannya untuk dana kebersihan dan kaamanan muda mudi," akuinya. 

Akibat perbuatan oknum tersebut membuat pengunjung merasa diresahkan banyak nya pungutan menjelang masuk ke candi muaratakus tersebut. 

"Kalau seperti ini cukup la kami sekali aja kesini, terlalu banyak pungutannya, kalau tidak dikasih mereka mengeluarkan nada keras, kami pun jadi takut dari pada buat keributan lebih baik kami kasih aja, tapi perbuatan mereka tidak asik," ungkap mereka dengan kesal.(das)

 

Share
Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Oknum DPRD Kampar Ditangkap di Jakarta, Kata-nya sih Dugaan kasus Fee Proyek Dana Desa

    RIAU, KAMPAR, - Kabar terkait penangkapan oknum Anggota DPRD Kampar sebagaimana yang ramai dibicarakan dibenarkan oleh Polsek Kampar. 

    Disampaikan Kasatreskrim Polres

  • 3 tahun lalu

    Galeri DPRD Kampar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian KUA PPAS APBD 2018

    BANGKINANG - DPRD Kampar adakan rapat paripurna tentang penyampaian KUA-PPAS APBD 2018 masa bhakti tahun 2014-2019, Senin (21/8/2017) di ruang paripurna DPRD Kampar.
  • 3 tahun lalu

    Laporan Reses Anggota DPRD Kampar Masa Sidang I Tahun 2017 dan Laporan Pansus LKPj Bupati 2016

    BANGKINANG- NDPRD Kabupaten Kampar Senin (8/5/2017) menggelar Rapat Paripurna laporan  reses anggota DPRD masa sidang I tahun 2017 dan laporan panitia khusus (Pansus)
  • 3 tahun lalu

    Galeri DPRD Kampar : Rapat Paripurna Istimewa Sertijab Bupati Serta Penyerahan Memori Pelaksanaan Tugas

    BANGKINANG- Sejumlah tokoh Masyarakat hadir pada serahterima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kampar periode 2017-2022 dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Kampar y
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.