• Home
  • Politik
  • Ini Respons Pemuda Muhammadiyah Terkait Kasus Kemah dan Apel Pemuda Islam
Kamis, 29 November 2018 06:33:00

Ini Respons Pemuda Muhammadiyah Terkait Kasus Kemah dan Apel Pemuda Islam

Loading...


NASIONAL, - Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017 adalah kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah, 16-17 Desember 2017. Dana Rp5 miliar dibagi untuk Pemuda Muhammadiyah Rp2 miliar dan sisanya Rp 3 miliar untuk GP Ansor.

Pemuda Muhammadiyah menanyakan balik terkait keterangan kepolisian yang menyebut adanya data fiktif dalam laporan keuangan dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia. Hal itu disampaikan oleh calon ketua umum Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani yang saat itu juga menjabat sebagai ketua panitia acara kemah Pemuda Islam Indonesia 2017.

"Fiktifnya di bagian mana?" kata Fanani di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, DIY, Senin (26/11).

Ia mengungkapkan, dana tersebut merupakan dana hibah yang diberikan oleh Kemenpora. Dana itu pun, lanjutnya, bukan untuk penyelenggaraan acara.

"Penyelenggaranya teman-teman GP Ansor, makanya penyelenggaraannya lebih besar. Tadi banyak yang tanya kenapa besarannya lebih besar untuk Ansor, kenapa besarannya berbeda, jatahnya kan sama Kemenpora karena yang ngasih Kemenpora," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dana tersebut merupakan anggaran untuk transportasi Pemuda Muhammadiyah untuk mengikuti acara kemah tersebut. "Yang jelas kami tidak mau menerima sebagai penyelenggara. Kami datang saja, hadir, nanti silakan difasilitasi. Kami diberi anggaran mobilisasi, mobilisasi kan transportasi tergantung kebutuhannya," lanjutnya.

Sekjen Pemuda Muhammadiyah, Irfannusir Rasman pun menegaskan, tidak ada data fiktif dalam laporan keuangan dana Kemah dan Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia 2017. Hal itu ia ungkapkan setelah adanya keterangan dari pihak kepolisian yang menyatakan ada data fiktif dalam laporan keuangan tersebut.

"Saya kira enggak fiktiflah," kata Irfannusir, Senin (26/11).

Walaupun begitu, pihaknya tetap menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian. Apalagi, kasus itu masih dalam penyelidikan oleh kepolisian.

"Kalau polisi (mengatakan) itu ada indikasi fiktif ya silakan saja. Ketum Dahnil enggak akan mundur, begitu juga Fanani, bahwa tidak ada melakukan penyimpangan itu," lanjutnya.

Pihaknya pun telah mengembalikan dana sebesar Rp 2 miliar sesuai yang dituduhkan. Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh pihak untuk tidak memperpanjang polemik ini.

"Kalau pun kita perlebar, untuk apa. Kita juga sudah diperiksa oleh polisi, jangan kita perlebar polemiknya," ujarnya.

Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.