• Home
  • Politik
  • Prabowo Tunggu UAS, ini Alasan UAS tak Hadiri Deklarasi Pencapresan Prabowo
Jumat, 10 Agustus 2018 06:45:00

Prabowo Tunggu UAS, ini Alasan UAS tak Hadiri Deklarasi Pencapresan Prabowo

Loading...
POLITIK, NASIONAL, -- Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak menghadiri deklarasi pencapresan Prabowo Subianto pada Kamis (9/8) malam. Alasannya, sejak hari ini, Kamis (9/8), hingga Ahad (12/8) nanti, dia beraktivitas dakwah di sejumlah lokasi di Batam, Kepulauan Riau.
 
Jadwalnya cukup padat. Sebagai contoh, pada Kamis malam hari, mubaligh yang lahir di Asahan, Sumatra Utara, itu sedang berada di kompleks Kantor BP, Jalan Sei Harapan, Batam. Dia berceramah usai shalat isya berjamaah di sana.
 
"Jumat, 10 Agustus 2018, ada agenda. Subuh di Masjid Al Iman Tiban Mec Dermot, khutbah Jumat di Masjid Jabal Arafah, ashar di Masjid Al Munawarah Anggrek Sari, isya (mengisi) tabligh akbar di Lapangan Bola Bengkong Sadai," jelas Ustaz Abdul Somad dalam pesan singkatnya, Kamis (9/8) malam.
 
Nama pendakwah tersebut sempat santer direkomendasikan sebagai calon wakil presiden RI oleh Ijtima GNPF Ulama sejak pekan lalu. Namun, akhirnya UAS menolak maju di Pilpres 2019.
 
Seperti diketahui, calon presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Sandiaga Uno sebagai pendampingnya untuk maju pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Penunjukan Sandiaga sebagai calon wakil presiden (Cawapres) diungkapkan langsung Prabowo Subianto dalam konfrensi pers di kediamannya, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8).
 
"Untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia untuk merebut 2019-2024 adalah sebagian kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua adalah suatu kepercayaan yang sangat besar," ujar Prabowo.
 
"Kami sebagai anak bangsa sebagai insan hamba Tuhan akan memohon kekuatan dari yang maha kuasa Allah subhanahu ta'ala agar tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua ini," katanya menambahkan.
 
Menurut Prabowo, koalisi yang dibentuk oleh Partai Gerindra, PAN, dan PKS telah terbentuk secara de facto, bukan dibentuk dua atau lima hari yang lalu. Koalisi itu, kata dia, bermula dari tanggung jawab bersama sejak bersama-sama menghadapi berbagai masalah yang pelik terutama dalam Pilkada Gubernur DKI 2017 lalu. Adanya koalisi tersebut memastikan Partai Demokrat tidak bergabung untuk mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
 
Sebelumnya, Jokowi resmi mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memutuskan KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres yang akan mendampinginya. Keputusan dirinya kembali maju setelah mendengar masukan dari ulama, ketua umum parpol, relawan, dan masyarakat luas.
 
"Maka, dengan mengucap bismillah saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden," ujarnya, di Jakarta Pusat, Kamis (9/8).
 
Jokowi melanjutkan, setelah melalui perenungan dan mendengar masukan dan saran dari elemen masyarakat, capres pejawat itu memutuskan jika KH Ma'ruf Amin dipilih sebagai cawapres. "Maka, saya memutuskan dan mendapat persetujuan dari parpol, yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden (cawapres) adalah KH Ma'ruf Amin," ucapnya. (rep/*).
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Mencekam!!! Puluhan Massa Teluk Pinang Kepung Kantor Polsek GAS

    RIAUONE.COM, TELUKPINANG - Puluhan massa sejak tadi sore sekira pukul 16.00 Wib mengepung Kantor Polsek Gaung Anak Serka (GAS), Inhil. Kedatangan warga ini menurut hasil vi
  • 14 jam lalu

    TKN Jokowi-Ma'ruf Putar Otak Buat Dongkrak Suara Di Sumatera

    NASIONAL, POLITIK, - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin sedang memutar otak untuk membuat strategi pemenangan Capres nomor urut 01 di wilayah Sumatera.
  • 13 jam lalu

    Ketua Komisi VII DPR: Kabar Indonesia Menguasai Saham Freeport Bohong

    JAKARTA - Anggota DPR RI dan Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu mengatakan kebohongan soal 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah dikuasai negara melalui
  • 15 jam lalu

    Rapat DPR dengan Dirjen Minerba : Divestasi Saham PT Freeport 51 persen belum Terealisasi

    JAKARTA - Divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 51 persen ternyata masih belum terealisasi. Kesimpulan itu didapat usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.