• Home
  • Politik
  • Tim Jokowi Sindir Uang Sandi Uno Cawapres 02: Tak Etis Bicara Sumbangan
Kamis, 03 Januari 2019 08:05:00

Tim Jokowi Sindir Uang Sandi Uno Cawapres 02: Tak Etis Bicara Sumbangan

NASIONAL, POLITIK, - Wakil Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Arsul Sani menyatakan pihaknya tak pernah mempersoalkan sumbangan dana kampanye pasangan calon untuk pilpres 2019. Sebab, menurut dia, kontribusi sumbangan dana kampanye tak etis dipersoalkan.

Hal ini merespons persoalan sumbangan dana kampanye di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang hanya bersumber dari Prabowo, Sandiaga dan Partai Gerindra tanpa ada kontribusi dari partai politik pengusung.

"Kami soal partisipasi parpol yang sembilan, yang tergabung dalam KIK (Koalisi Indonesia Kerja) itu tidak kita permasalahkan. Karena memang tak etis paslon atau tim kampanye bicara tentang kontribusi langsung dari partai yang ikut dalam koalisinya," kata Arsul di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (2/1).

Arsul menjelaskan kontribusi partai politik pengusung ke pasangan calon tidak harus dalam bentuk menyetorkan sejumlah uang. Kontribusi lain disebut bisa melalui alat peraga kampanye (APK).

"Kalau kami misalnya, caleg PPP termasuk saya, membuat baliho ada gambar Pak Jokowi-Ma'ruf, kontribusi enggak itu? kan kontribusi. Membuat stiker dengan biaya kita itu kan juga bentuk kontribusi," ujarnya. 

TKN Jokowi-Ma'ruf, kata dia, sejak awal tidak mempermasalahkan sumbangan dana kampanye dari partai pengusung. Sebab, kewajiban partai pengusung disebut adalah kerja pemenangan dengan menggerakkan struktur di akar rumput.

"Soal dana kampanye, sumbangan dari mana, itu tugasnya TKN untuk mencari dari sumber sumber yang halal dan diperbolehkan menurut UU Pemilu maupun UU parpol jika ada yang tersalurkan ke parpol," katanya.

Meski demikian, saat dikonfirmasi Arsul belum mengetahui perkembangan dana kampanye Jokowi-Ma'ruf karena hal itu bukan merupakan ranahnya, melainkan di pihak bendahara.

"Kami para wakil ketua kan tidak tahu. Kami tahunya mau bikin kegiatan, perlu dukungan dana, itu ada saja. Dananya dari mana saja itu kita percaya pasti dari sumbangan," kata dia.

Sebelumnya, Bendahara BPN Prabowo-Sandi Thomas Djiwandono menyebut jumlah total dana kampanye pasangan calon nomor urut 02 terkumpul saat ini Rp54 miliar. Dari total dana terkumpul, sebanyak Rp39,5 miliar merupakan sumbangan dari cawapres Sandiaga Uno.

Jumlah tersebut merupakan pembukuan sepanjang 23 September hingga 28 Desember 2018. Jika dari Sandi senilai Rp39,5 miliar, maka sumbangan Prabowo sejak Oktober hingga Desember Rp13,05 miliar.

Thomas memaparkan, sumbangan lainnya berasal dari Partai Gerindra sebesar Rp1.389.942.500 atau setara 2,6 persen. Sumbangan per orangan sebesar Rp76.197.500 atau setara 0,1 persen, dan sumbangan kelompok sebesar Rp28.865.500 atau setara 0,1 persen. (CNN/Ind/net).

Share
Komentar

Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.