Jumat, 12 Mei 2017 10:56:00

Abrasi disejumlah desa terus mengancam Kehidupan

abrasi. F/riauone.
BUKITBATU- Abrasi yang terjadi disejumlah desa di kecamatan Bukitbatu kabupaten Bengkalis terus mengancam kehidupan masyarakat disana, namun upaya penanganan yang dilakukan pemeirntah masih sangat minim. Desa yang sudah terkena abrasi cukup parah diantaranya desa Sepahat, Tenggayun, Parit Satu Api-Api sampai desa Buruk Bakul dan Sungai Selari.
 
Pemerhati masalah lingkungan hidup di Bengkalis, Tun Ariyul Fikri memaparkan, bahwa abrasi di desa-desa tersebut sudah pada tahap mengkhawatirkan, bukan lagi sebatas mengikis daratan tapi sudah mengancam rumah dan perkebunan milik masyarakat disana. Gelombang
 
pasang yang datang dari Selat Melaka itu menyisir Selat Bengkalis dan merobohkan pesisir pantai yang ada.
 
“Tingkat abrasi di desa-desa bahagian utara kecamatan Buktibatu sudah sangat mengkhawatirkan. Bukan hanya mengancam ekosistem, tapi juga kehidupan masyarakat yang bermukim di pesisir pantai, sementara langkah kongkrit penanganan dari pemerintah masih jauh dari harapan,”kata Tun Ariyul, Direktur Eksekutif Lingkaran Hijau Bengkalis (LHB), Kamis (11/05/2017).
 
Disebutnya, laju abrasi yang terjadi setiap tahunnya rata-rata diatas 10 meter dan sudah menggerus bibir pantai di desa-desa tersebut.
 
Contohnya di desa Sepahat dan Tenggayun, bukan hanya bibir pantai yang sudah amblas kelaut, tapi perumahan masyarakat dan pekuburan warga yang berada di tepi Selat Bengkalis tidak lama lagi bakal diterjang gelombang, bila tidak ditangani secepatnya.
 
Kemudian ucap Tun Ariyul, apabila abrasi sudah sampai ke pemukiman warga tidak tertutup kemungkinan jalan lintas yang menghubungkan Sungai pakning ibukota kecamatan Bukitbatu menuju kota Dumai yang melintasi desa-desa tersebut juga berada di dekat pantai atau Selat Bengkalis juga akan runtuh.
 
“Pemerintah baik itu kabupaten, provinsi maupun pusat, jangan setengah-setengah dalam penanganan abrasi. Sampai sekarang kita menilai keseriusan pemerintah melalui budgeting untuk pembangunan turap atau penanaman bibit mangrove kurang maksimal. Pemkab Bengkalis khususnya juga jangan hanya sebatas retorika dalam penanganan abrasi, tapi harus melalui action,”pungkas Tun Ariyul lagi.
 
Sementara Camat Bukitbatu, Reza Noverindra ketika dikonfirmasi soal penanganan abrasi di Bukitbatu mengakui kalau sejauh ini masih ada titik atau pesisir pantai rawan abrasi yang belum tersentuh. Tapi pemerintah kabupaten sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penanganan dengan membuat batu pemecah gelombang di daerah rawan abrasi.
 
Selanjutnya papar Reza, untuk desa Tenggayun dan Sepahat sudah dibuat tanggul pemecah gelombang, tapi belum menyentuh keseluruhan kawasan yang terkena abrasi. Sedangkan pemerintah kecamatan melalui Musrenbang juga mengajukan usulan pembuatan turap yang dimulai dari desa Buruk Bakul, hingga desa Sepahat di pesisir pantai yang terkena abrasi.
 
“Secara bertahap Pemkab Bengkalis sudah mengalokasikan anggaran penanganan abrasi semaksimal mungkin, tapi tidak mungkin dilakukan secara keseluruhan karena membutuhkan biaya yang sangat besar. Kita sendiri di kecamatan selalu mengusulkan pembangunan batu pemecah gelombang, serta melibatkan partisipasi langsung masyarakat melakukan budidaya mangrove,"jelas mantan Sekcam Bengkalis ini. (mcr/roc).
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Bahas Abrasi, Kemenko Bidang Kemaritiman Gelar Rakor di Bengkalis

    BENGKALIS - Jumat, 5 Juli 2019, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman akan melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ben

  • 4 bulan lalu

    Penanganan Abrasi di Bengkalis Akan Masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional

    BENGKALIS - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman, Jumat, 5 Juli 2019 melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) penanganan abrasi dengan jajaran Pemprov Riau, Pemkab

  • 3 tahun lalu

    Abrasi Pesisir Pantai Pulau Rangsang Makin Mengkhawatirkan

    RANGSANG PESISIR, - Bencana abrasi di pesisir Pulau Rangsang, khususnya yang berhadapan langsung dengan laut Selat Malaka, semakin mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Ben
  • 3 tahun lalu

    Yamaguchi University Jepang Menawarkan Kerja Sama Penelitian Abrasi Lahan Gambut di Bengkalis

    BENGKALIS – Associate Profesor Koichi Yamamoto asal Yamaguchi University, Jepang, Rabu (21/12/2016) menawarkan kerja sama penelitian masalah abrasi di lahan gambut di
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.