• Home
  • Riau Raya
  • Alat Berat Proyek Perumahan PT Rezki Anugrah Thamrin Tutup Parit Utama, Ratusan Rumah Perum Griya Pulai Sakinah Banjir
Senin, 12 April 2021 15:50:00

Alat Berat Proyek Perumahan PT Rezki Anugrah Thamrin Tutup Parit Utama, Ratusan Rumah Perum Griya Pulai Sakinah Banjir

DUMAI, - Proyek pengembangan perumahan milik PT Rezki Anugrah Thamrin di perbatasan antara Tanjungpalas dan Mundam Dumai yang berada pas bersebelahan dengan perumahan griya pulai Sakinan Tanjung Palas Dumai/Mundam Medang Kampai Dumai menyebabkan perumahan di griya pulai sakinah kebanjiran. Lokasi di RT 06 mundam dan RT 14 tanjungpalas Dumai.

Dari data semula jumlah perumahan di perumahan ini sebanyak hampir 600 unit dan dihuni hampir 450 Kepala Keluarga (KK) mengeluhkan banjir. Hujan yang mengguyur Ahad 11/04/2021 menyebabkan debit air tinggi ditambah lagi menurut warga parit utama yang menjadi sentral buangan air warga menuju ke laut ditutup oleh pekerjaan pengembangan proyek prumahan milik PT Rezki Anugrah Thamrin.


"Kami sangat menyayangkan pekerjaan proyek perumahan yang menggaggu kelancaran air mengalir, ada alat berat (beko) di lokasi sehingga kami menduga pekerjaan alat berat itu mengganggu kelancaran air buangan perumahan kami, dan banjir tidak dapat dielakkan," kata Agus Warga perumahan Griya Pulai Sakinah.

Hal yang sama juga dikatakan Ayong, menurut Ayong perumahan banjir, " Parit utama kami terganggu mungkin tertimbun tanah dari pekerjaan alat berat di lokasi itu," kata nya Senin 12/04/2021.

Hingga siang air belum juga surut, mendekati petang sekitar jam 14.30 pantauan riauone media group alat berat kembali membuka timbunan tanah yang mengganggu jalan nya air yang menyebabkan banjir di perumahan Griya Pulai Sakinah atau yang lebih dikenal dengan nama perumahan sunaryo itu.

Narso dari perumahan Griya Pulai Sakinah juga nampak melihat di lokasi. Menurut Narso jika pengembang mengumbah parit utama berarti batas sempadan tanjung palas dan mundam ini berumbah. " Ini parit sempadan pengembang harus tau peta, tau sejarah, bagaimana mungkin mereka ingin mengubah atau menggeser posisi parit utama, jika itu dilakukan batas tanjungpalas dan mundam juga berubah," kata Narso.

Pihak pengembang juga nampak datang serombongan menggunakan mobil Pajero hitam. " Kami tidak ada menginstruksikan untuk mengubah posisi parit, itu pandai-pandai operator alat berat-nya saja" kata salah seorang pengembang yang nampak sedang hamil tua itu. (zar).

Share
Berita Terkait
Komentar
Copyright © 2012 - 2021 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.