Jumat, 21 Februari 2020 13:01:00

Arogansi PT RAPP terhadap wartawan di Pelalawan

Ketua IWO Pelalawan Anton Sikumbang saat berdebat dengan pihak security dan Humas PT RAPP atas larangan meliput dan mengambil gambar iring-iringan rombongan Presiden Jokowi ke kawasan PT RAPP, Jumat (21/02/2020)

PANGKALANKERINCI, - Kedatangan Presiden Jokowi ke Kabupaten Pelalawan khususnya Kota Pangkalan Kerinci, Jumat (21/02/2020) dalam rangka meresmikan pabrik PT Asia Pasifik Rayon (APR) yang masih dalam kawasan PT RAPP sangat ditunggu-tunggu masyarakat Pangkalan Kerinci, tak terkecuali insan pers.

Namun sangat disayangkan tindakan arogansi security dan pihak manajemen RAPP yang melarang beberapa wartawan yang salah satunya ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Pelalawan mengambil gambar yang hanya berjarak sepuluh meter dari jalan yang akan dilalui rombongan Presiden Jokowi.

Meski hanya sekedar mengambil gambar untuk foto berita ketika iring-iringan Presiden Jokowi datang, pihak security PT RAPP tidak memberikan izin. Bahkan salah seorang yang diduga merupakan pihak dari manajemen PT RAPP dengan arogannya mengatakan tidak memperbolehkan media masuk meliput atau mengambil gambar tanpa seijin Budi Firmansyah yang merupakan Humas PT RAPP.

Bahkan ketika diberitahukan bahwa sudah ada izin sebelumnya melalui pesan singkat dari Humas PT RAPP Budi Firmansyah, mereka tidak perduli dan tidak mau membaca pesan tersebut.

"Pokoknya kalau tidak ada izin dari Budi tidak boleh," ujarnya dengan nada kasar.

Ketua IWO Pelalawan Anton Sikumbang yang dilarang dan sempat berdebat dengan pihak security sangat menyayangkan tindakan larangan meliput dan mengambil gambar kedatangan Presiden Jokowi tersebut.

"Kita datang untuk meliput kegiatan Jokowi, kita sudah memakai pakaian resmi dan kartu pers, kenapa harus dilarang? Apakah seperti itu aturan yang dibuat PT RAPP?" ujarnya kesal.

"Saya sudah beberapa kali menghadapi kedatangan Presiden Jokowi untuk kegiatan liputan, bahkan sempat beradu argumen dengan pihak Paspampres, namun mereka masih bisa memberikan toleransi dan mengijinkan masuk untuk mengambil gambar. Tapi ini kok dilarang, ada apa? Apakah karena ini kawasan mereka dan semau gue berbuat sesuka hati?" Sambungnya dengan nada emosi.

Diakhir keterangannya ketua IWO Pelalawan mengatakan agar pihak manajemen PT RAPP memberikan penjelasan kenapa hal tersebut bisa terjadi. 

"Saya selama ini sudah berhubungan baik dengan beberapa Humas PT RAPP dan mereka mengenal saya. Ini merupakan tindakan pelecehan terhadap saya selaku wartawan yang mempunyai hak untuk mendapatkan informasi dan mempublikasikan kepada masyarakat," pungkasnya. (*).


Share
Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Meski Dilarang Menteri, Lelang Fisik dengan DAK di Siak Tetap Jalan

    RIAUONE.COM,SIAK- Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Siak tidak meng

  • 6 jam lalu

    Beredar Kabar Penutupan Pabrik Kelapa Sawit, Bupati Rohul Membuat Surat Edaran Untuk Tetap Buka.

    ROKAN HULU, RIAUONE.COM - Mencermati beredarnya isu yang berkembang ditengah masyarakat dan berita dibeberapa media online tentang akan adanya penutupan pabrik minyak kelapa saw

  • 11 jam lalu

    Bulog Tembilahan Pastikan Stok Beras Cukup Tiga Bulan ke Depan

    RIAUONE.COM- Kepala Bulog Kabupaten Indragiri Hilir, Fikri Firdaus memastikan ketersediaan beras yang ada di Bulog cukup untuk tiga bulan ke depan.


    "Ketersediaa

  • 11 jam lalu

    PKB Inhil Kembali Lakukan Aksi Lawan Corona di Kecamatan Keritang

    RIAUONE.COM-  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indragiri Hilir kembali melakukan aksi pencegahan virus corona atau Covid-19 di Kecamatan Keritang, Sabtu (4/4/2020)

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.